Pemenuhan kebutuhan gizi ibu hamil

 I. 1.prinsip gizi untuk ibu hamil
 Beberapa hal yang perlu diperhatikan tentang makanan sehat bagi ibu hamil, antara lain:
1. Menyediakan energi yang cukup (kalori) untuk kebutuhan kesehatan tubuh ibu dan 
pertumbuhan bayi.
2. Menyediakan semua kebutuhan ibu dan bayi (meliputi protein, lemak, vitamin, mineral).
3. Dapat menghindarkan pengaruh negatif bagi bayi.
4. Mendukung metabolisme tubuh ibu dalam memelihara berat badan sehat, kadar gula 
darah, dan tekanan darah.
2.Faktor-faktor yang mempengaruhi gizi ibu hamil antara lain:
 Umur.
 Berat badan.
 Suhu lingkungan.
 Aktivitas.
 Status kesehatan.
 Pengetahuan zat gizi dalam makanan.
 Status ekonomi.
Umur
Lebih muda umur ibu hamil, maka energi yangg dibutuhkan lebih banyak.
Berat Badan
Berat badan lebih ataupun kurang dari berat badan rata-rata untuk umur tertentu, merupakan 
faktor menentukan jumlah zat makanan yang harus dicukupi selama hamil.
Suhu Lingkungan
 Suhu tubuh dipertahankan pada 36,5-37 derajat Celcius yang digunakan untuk metabolisme 
optimum. Lebih besar perbedaan suhu tubuh dan lingkungan berarti lebih besar pula masukan 
energi yang diperlukan.
Aktivitas
Semakin banyak aktivitas yang dilakukan maka semakin banyak energi yang dibutuhkan oleh 
tubuh.
Status Kesehatan
Pada saat kondisi tidak sehat maka asupan energi tetap harus diperhatikan.
Perencanaan dan Penyusunan Makanan
Perencanaan dan penyusunan makanan kaum ibu atau wanita dewasa mempunyai peranan yang 
penting. Faktor yang mempengaruhi perencanaan dan penyusunan makanan yang sehat dan 
seimbang antara lain:
1. Kemampuan keluarga dalam membeli makanan.
2. Pengetahuan tentang zat gizi.
Dengan demikian, tubuh ibu akan menjadi lebih efisien dalam menyerap zat gizi dari makanan 
sehari-hari.
Kebiasaan dan Pandangan Wanita Terhadap Makanan
Pada umumnya, kaum ibu atau wanita lebih memperhatikan keluarga daripada saat ibu tersebut 
hamil. Ibu hamil sebaiknya memeriksakan kehamilannya, minimal empat kali selama 
kehamilannya.
Status Ekonomi
Status ekonomi maupun sosial mempengaruhi terhadap pemilihan makanan.
3.pengaruh status gizi pada ibu hamil
 Status gizi ibu hamil pada waktu pertumbuhan dan selama hamil dapat mempengaruhi 
pertumbuhan dan perkembangan janin. Berat badan ibu hamil harus memadai, bertambah sesuai 
umur kehamilan. Hal ini dikarenakan berat badan yang bertambah normal akan menghasilkan 
bayi yang normal juga. Di negara maju, rata-rata kenaikan berat badan selama hamil sekitar 12-
14 kilogram. Tetapi berdasarkan perkembangan terkini, disampaikan bahwa penambahan berat 
badan ibu selama hamil tidak terlalu mempengaruhi berat badan bayi.
Kekurangan asupan gizi pada trimester I dapat menyebabkan hiperemesis gravidarum, kelahiran 
prematur, kematian janin, keguguran dan kelainan pada sistem saraf pusat. Sedangkan 
pada trimester II dan III dapat mengakibatkan pertumbuhan dan perkembangan janin terganggu, 
berat bayi lahir rendah. Selain itu, juga akan berakibat terjadi gangguan 
kekuatan rahim saat persalinan, dan perdarahan post partum.

Makanan Bergizi untuk Ibu Hamil

 Asupan nutrisi selama kehamilan, baik jenis maupun jumlah, memang perlu menjadi perhatian 
khusus bagi semua ibu hamil. Kebutuhan berbagai jenis asupan gizi, akan bertambah seiring 
dengan usia kehamilan. Berikut beberapa makanan yang dapat mencukupi kebutuhan gizi ibu 
hamil, di antaranya:

 Brokoli
Makanan bergizi tinggi pertama untuk ibu hamil adalah brokoli. Sayuran hijau yang 
menyerupai rambut kribo ini memiliki banyak nutrisi yang diperlukan selama kehamilan, 
seperti kalsium dan asam folat. Selain itu, brokoli juga mengandung serat, vitamin C, 
dan antioksidan tinggi yang berperan untuk menangkal radikal bebas dan melawan berbagai penyakit. Brokoli juga dapat membantu tubuh menyerap zat besi, membantu menghilangkan sembelit, dan mencegah bayi terlahir dengan berat badan rendah.

 Bayam
Sayuran hijau yang satu ini baik dikonsumsi selama masa kehamilan, khususnya untuk 
ibu hamil muda, karena memiliki kandungan asam folat dan zat besi yang tinggi. 
Konsumsi makanan yang mengandung asam folat tinggi diperlukan pada awal kehamilan, 
karena dapat mencegah bayi mengalami cacat tabung saraf (cacat pada bagian otak dan 
saraf tulang belakang). Selain itu, asam folat juga berguna untuk mengurangi risiko 
persalinan prematur dan preeklamsia. Lengkapi kebutuhan nutrisi kehamilan Bunda 
dengan memperbanyak konsumsi sayuran berdaun hijau, seperti bayam.

 Pisang
Pisang mengandung vitamin B6 yang baik untuk dikonsumsi oleh ibu hamil pada 
trimester pertama, karena dapat mengurangi rasa mual yang biasanya dialami di trimester 
pertama masa kehamilan. Selain itu, pisang juga kaya kalium yang bermanfaat untuk 
mengatur keseimbangan cairan dan elektrolit selama kehamilan.

 Alpukat
Saat usia kehamilan memasuki trimester kedua, ibu hamil dianjurkan untuk mengonsumsi 
alpukat. Alpukat kaya sumber serat, vitamin K, vitamin C, asam folat, kalium, vitamin 
B6, dan tinggi asam lemak baik. Jenis lemak ini dibutuhkan ibu hamil, karena membantu 
perkembangan otak, sistem saraf, serta kulit dan jaringan bayi. Tidak hanya itu, alpukat 
juga tinggi akan kalium yang mampu mengurangi kram kaki pada kehamilan.

 Jeruk
Ibu hamil juga disarankan untuk mengonsumsi buah jeruk. Makanan bergizi tinggi untuk 
ibu hamil ini kaya akan vitamin C, asam folat, dan serat. Hampir 90 persen kandungan di 
dalam buah jeruk adalah air, sehingga membantu ibu hamil untuk memenuhi kebutuhan 
cairan tubuh. Kekurangan cairan tubuh dapat menyebabkan kelelahan. Kandungan folat 
yang tinggi pada jeruk juga dapat membantu perkembangan otak dan saraf tulang 
belakang pada janin, sehingga mencegah janin terlahir cacat.

 Mangga
Buah lain yang anjurkan untuk dikonsumsi selama hamil adalah 
mangga. Mangga mengandung kalium, vitamin C, dan tinggi vitamin A. Kalium di dalam buah mangga dapat membantu menjaga tekanan darah dan mempertahankan cairan dalam 
tubuh. Sementara, vitamin A berfungsi sebagai antioksidan, membantu sistem kekebalan tubuh, penglihatan dan sistem saraf bayi. Mangga juga mengandung serat yang tinggi 
sehingga dapat mencegah konstipasi atau sembelit pada ibu hamil

 Ubi
Ubi merupakan salah satu makanan bergizi tinggi untuk ibu hamil yang kaya akan 
kandungan vitamin A. Mencukupi kebutuhan vitamin A selama hamil sangat penting 
untuk pertumbuhan sel dan jaringan janin. Saat hamil, umumnya wanita disarankan untuk 
meningkatkan asupan vitamin A sebesar 10 sampai 40 persen dari kebutuhan sehari-hari. 
Namun, Bunda harus bisa berhati-hati dalam mengonsumsi vitamin A, terutama dalam 
bentuk suplemen dosis tinggi. Jika terlalu berlebihan, vitamin A dapat menyebabkan 
kecacatan janin.

 Kacang-kacangan
Kacang tanah, kacang polong, dan kacang kedelai adalah beberapa jenis kacang-
kacangan yang bisa dijadikan sumber asam folat, serat, protein, zat besi, dan kalsium 
yang diperlukan selama kehamilan. Nutrisi-nutrisi tersebut sangat penting bagi kesehatan 
ibu serta janin, terutama pada trimester pertama.

 Daging tanpa lemak
Daging sapi, daging ayam, dan daing ikan merupakan kelompok makanan yang kaya 
kandungan protein. Selain itu, terdapat pula kandungan zat besi sebagai mineral penting 
yang berguna dalam pembentukan sel darah merah. Sel darah merah berperan penting 
untuk mengantarkan oksigen ke semua sel dalam tubuh. Oleh sebab itu, ibu hamil 
membutuhkan lebih banyak zat besi, karena volume darah mereka juga meningkat selama 
periode kehamilan, terlebih di trimester ketiga. Kekurangan zat besi di periode awal dan 
pertengahan kehamilan dapat menyebabkan anemia, yang berisiko mengakibatkan Bunda 
melahirkan secara prematur atau bayi lahir dengan berat badan rendah.

 Ikan salmon
Ikan salmon merupakan salah satu sumber vitamin hewani yang wajib dimasukkan ke 
dalam menu makanan bergizi tinggi untuk ibu hamil. Ikan salmon mengandung asam 
lemak omega-3 yang sangat dibutuhkan ibu hamil, seperti EPA dan DHA, yang penting 
untuk perkembangan otak dan mata pada janin. Salmon juga mengandung sumber vitamin D yang baik untuk ibu dan janin. Namun perlu diingat, ibu hamil disarankan 
mengonsumsi salmon yang sudah dimasak terlebih dahulu. Hindari mengonsumsi salmon dalam keadaan mentah, seperti pada sushi dan sashimi, karena berisiko terkontaminasi 
berbagai jenis bakteri yang membahayakan pertumbuhan janin. Tidak hanya salmon, 
jenis ikan lain juga baik dikonsumsi oleh ibu hamil.

 Produk olahan susu
Selama kehamilan, Bunda diwajibkan mengonsumsi makanan dan minuman yang 
mengandung protein dan kalsium untuk memenuhi kebutuhan janin yang sedang tumbuh. 
Produk olahan susu, terutama yoghurt, bisa menjadi pilihan tepat bagi Bunda yang 
sedang hamil. Selain itu, Bunda juga bisa mengonsumsi produk turunan susu lainnya, 
seperti keju, secara rutin. Susu dapat memenuhi kebutuhan protein dan kalsium untuk ibu 
dan janin. Sementara, produk susu probiotik, seperti yoghurt, bisa membantu mengurangi 
risiko komplikasi selama kehamilan.

 Telur
Telur merupakan salah satu makanan yang disarankan untuk dikonsumsi selama hamil, 
karena mengandung hampir semua nutrisi yang dibutuhkan tubuh. Telur mengandung 
kalori, protein, lemak, vitamin dan mineral. Selain itu, telur juga memiliki kandungan 
kolin, yaitu nutrisi penting untuk kesehatan otak dan perkembangan janin. Namun, ibu 
hamil sebaiknya tidak mengonsumsi telur setengah matang, karena berisiko membawa 
kuman yang dapat berbahaya bagi kesehatan ibu dan janin.

 Buah kering
Buah kering mengandung serat, kalori, dan berbagai vitamin serta mineral yang tinggi. 
Satu buah kering biasanya mengandung jumlah nutrisi setara dengan buah segar, meski 
tanpa kandungan air dan bentuk yang lebih kecil. Salah satu buah kering yang disarankan 
adalah kurma. Kurma memiliki kandungan serat, potasium, dan zat besi. Konsumsi 
kurma secara teratur di trimester ketiga membantu pelebaran serviks dan menurunkan 
risiko induksi pada saat persalinan. Meski demikian, Bunda tidak dianjurkan 
mengonsumsi buah kering lebih dari satu sajian setiap kali makan, sebab buah kering 
mengandung gula yang tinggi.

 Minum air putih yang cukup
Air merupakan salah satu hal yang harus banyak dikonsumsi selama hamil. Pasalnya,
volume darah ibu hamil akan meningkat hingga 1,5 liter. Oleh sebab itu, penting untuk tetap menjaga kesimbangan cairan tubuh dengan baik agar tidak dehidrasi. Gejala dehidrasi ringan pada ibu hamil meliputi sakit kepala, gelisah, kelelahan, suasana hati jadi kacau, dan merasa lemas. Minum air putih yang cukup juga dapat membantu mencegah sembelit dan infeksi saluran kemih selama hamil.

 II. Kebutuhan Gizi Untuk Wanita Hamil Dengan Gizi Kurang 

 Kekurangan gizi pada ibu hamil masih sering ditemui di Indonesia. Kebutuhan gizi ibu hamil juga berbeda setiap trimester kehamilan. Hampir semua dokter, bidan, rumah sakit, dan puskesmas sering menemui kasus ibu hamil kekurangan gizi.Salah satu tanda yang sering 
terjadi adalah anemia pada ibu hamil. Anemia sering ditandai dengan lemas tak bertenaga, 
pucat, sakit kepala, dan pusing.

1. Anemia pada wanita hamil biasanya terjadi akibat kekurangan zat besi dan asam folat. 
Karena itu para ibu hamil dianjurkan lebih banyak mengonsumsi makanan bergizi, 
seperti sayuran hijau yang kaya akan zat besi dan makanan sumber protein seperti 
daging merah, ikan, kacang-kacangan dan olahan susu. Para ibu hamil umumnya juga 
sering diberikan suplemen berupa tablet penambah darah.

2. Tanggalnya gigi ibu hamil
Nutrisi pada kehamilan pastinya terbagi untuk pertumbuhan janin. Oleh karenanya, 
sumber gizi yang dibutuhkan juga lebih besar, khususnya setelah trimester pertama 
yang sering mengalami gejala morning sickness, maka kebutuhan gizi ibu hamil 
trimester kedua sangat penting. Salah satu nutrisi yang penting dikonsumsi oleh orang  hamil adalah makanan yang mengandung banyak kalsium. Kalsium banyak ditemukan 
dalam susu, ikan, keju, yogurt, kacang-kacangan serta biji-bijian. Kalsium sangat 
penting untuk pertumbuhan tulang dan gigi bayi.
Ketika asupan nutrisi berupa kalsium berkurang, maka cadangan kalsium dalam tubuh ibu hamil akan dialihkan ke janin untuk menjaga kebutuhan janin. Akibatnya, ibu kekurangan kalsium. Salah satu tandanya adalah tanggalnya gigi saat masa kehamilan qalaupun tidak mengalami gangguan atau penyakit pada gigi.

3. Berat badan tidak bertambah
Asupan nutrisi pada ibu hamil dibutuhkan untuk pertumbuhan dan perkembangan 
rahim, plasenta, pertumbuhan janin, produksi ketuban, peningkatan volume darah, serta persiapan payudara dalam memproduksi ASI setelah masa persalinan. Bertambahnya asupan gizi yang dikonsumsi ibu hamil dan pertumbuhan janin harusnya membuat penambahan berat badan. Peningkatan berat badan biasanya dapat mencapai 13 kg.

4. Mudah terkena penyakit
Asupan gizi pada ibu hamil juga digunakan oleh tubuh untuk menjaga kesehatan 
dan berperan penting dalam mengganti sel-sel yang rusak. Pemenuhan asupan gizi 
yang sesuai dan cukup dapat menjaga sistem imun ibu hamil sehingga dapat terhindar dari serangan penyakit seperti infeksi. Selain itu ibu hamil juga disarankan melakukan 
imunisasi TT untuk menjaga kekebalan tubuh.

5. Memicu terjadinya persalinan prematur
Kekurangan gizi pada ibu hamil juga memicu persalinan premature, misalnya 
kekurangan vitamin A, seng dan zat besi. Persalinan normal biasanya terjadi pada usia kehamilan diatas 9 bulan atau 36 minggu.

6. Perkembangan janin lambat (kecil)
Kekurangan gizi pada perempuan hamil juga dapat dilihat dari perkembangan 
janin yang dikandungnya. Normalnya, semakin bertambah usia kehamilan, berat janin yang dikandung juga harus bertambah. Pertambahan berat janin dipengaruhi oleh asupan gizi yang dikonsumsi.
Jika ibu hamil kekurangan gizi maka pertumbuhan janin terhambat, 
juga mempengaruhi pertumbuhan organ dan perkembangan otak janin. Hal ini 
mengakibatkan bayi lahir cacat.
Pertumbuhan janin dapat dipantau dengan pemeriksaan kandungan oleh dokter dan 
bidan dengan mengukur tinggi puncak rahim (fundus uteri) atau dengan cara menghitung usia kehamilan saat pemeriksaan fisik. Pemeriksaan USG oleh dokter ahli juga disarankan.
Sementara itu untuk ibu hamil ada tambahan 4 pesan khusus, yaitu :
a) Biasakan mengkonsumsi aneka ragam makanan; 
b) Batasi mengkonsumsi garam;
c) Minum air putih yang banyak dan
d) Batasi minum kopi.

a. Kalori
Banyaknya kalori yang dibutuhkan selama kehamilan hingga melahirkan sekitar 80.000 Kkal 
atau membutuhkan tambahan 300 Kkal sehari. Kebutuhan kalori tiap trimester sbb:
 Trimester I, kebutuhan kalori meningkat secara minimalis.
 Trimester II, kebutuhan kalori akan meningkat untuk kebutuhan ibu yang meliputi 
penambahan volume darah, pertumbuhan uterus, payudara dan lemak.
 Trimester III, kebutuhan kalori akan meningkat untuk pertumbuhan janin dan plasenta.

b. Protein
Ibu hamil membutuhkan sekitar 60 gram setiap harinya atau 10 gram lebih banyak dari kondisi 
sebelum hamil. Kebutuhan protein bisa didapat dari nabati maupun hewani. Sumber protein 
hewani seperti daging tak berlemak, ikan, telur, susu. Sedangkan sumber nabati seperti tahu, 
tempe dan kacang-kacangan. Protein digunakan untuk:
 Pembentukan jaringan baru, baik plasenta dan janin.
 Pertumbuhan dan diferensiasi sel.
 Pembentukan cadangan darah.
 Persiapan masa menyusui.

c. Lemak
Lemak dibutuhkan untuk perkembangan dan pertumbuhan janin selama dalam kandungan 
sebagai kalori utama. Lemak merupakan sumber tenaga dan untuk pertumbuhan jaringan 
plasenta. Selain itu, lemak disimpan untuk persiapan ibu sewaktu menyusui. Kadar lemak akan 
meningkat pada kehamilan tirmester III.

d. Karbohidrat
Sumber utama untuk tambahan kalori yang dibutuhkan selama kehamilan untuk pertumbuhan 
dan perkembangan janin adalah karbohidrat. Jenis karbohidrat yang dianjurkan adalah 
karbohidrat kompleks seperti roti, serelia, nasi dan pasta. Karbohidrat kompleks mengandung 
vitamin dan mineral serta meningkatkan asupan serat untuk mencegah terjadinya konstipasi.

e. Asam Folat
Asam Folat dibutuhkan untuk membangun sel dan sistem syaraf janin. Saat trimester pertama 
janin akan membutuhkan 400 mikrogram asam folat per hari. Dan apabila tidak terpenuhi, akan 
membuat perkembangan janin tidak sempurna (anenchephaly (tanpa batok kepala), bibir 
sumbing dan menderita spina bifida / kondisi dimana tulang belakang tidak tersambung. 
Kandungan asam folat bisa diperoleh dari buah-buahan, beras merah, kacang-kacangan dan 
beragam sayuran hijau.

f. Kalsium
Berfungsi untuk pembentukan gigi dan tulang janin di dalam kandungan dan mencegah 
osteoporosis pada ibu hamil. Sumber zat kalsium diantaranya adalah susu dan produk olahan 
susu lainnya.

g. Zat Besi
Pada ibu hamil berfungsi untuk membentuk sel darah merah (hemoglobin) dan mengurangi 
resiko anemia pada ibu hamil. Zat besi yang dibutuhkan ibu hamil setelah usia kehamilan 20 
minggu sebanyak 30 mg per harinya, dan dapat diperoleh pada hati, ikan atau daging.

h. Vitamin A, C dan D
Vitamin A berfungsi untuk memaksimalkan pertumbuhan, imunitas memelihara fungsi mata, 
pertumbuhan tulang, kulit. Vitamin C berguna untuk menyerap zat besi, kesehatan gusi dan gigi, 
melindungi jaringan dari organ tubuh dari berbagai kerusakan dan memberikan otak berupa 
sinyal kimia, hal terjadi karena vitamin C banyak mengandung antioksidan.

 III. kebutuhan nutrisi/gizi saat mengalami hiperemesis gravidarium 

 Hiperemesis gravidarum adalah mual dan muntah di masa kehamilan dengan frekuensi serta 
gejala yang jauh lebih parah dibandingkan morning sickness. Gejalanya pun bisa muncul 
sepanjang hari, bukan di pagi hari saja. Tercatat ada beberapa penderita hiperemesis gravidarum 
yang mengalami mual hingga 50 kali dalam sehari.
 Hiperemesis gravidarum tidak boleh diabaikan dan harus ditangani secara medis. Selain dapat 
mengganggu aktivitas sehari-hari, kondisi ini juga dapat berpengaruh buruk pada kesehatan fisik 
dan psikologis ibu hamil, serta pertumbuhan bayi di dalam kandungan karena tidak mendapatkan 
nutrisi yang cukup.

1. Penuhi kebutuhan vitamin B6
Hiperemesis gravidarum, menurut American Family Physician, terjadi pada 200 kehamilan. 
Hal pertama yang harus Anda lakukan ketika Anda mengalami hiperemesis gravidarium 
adalah mengendalikan rasa mual dan muntah Anda agar tidak semakin parah dan membuat 
Anda dehidrasi atau kekurangan nutrisi.
Mengatasi hal ini sebenarnya cukup mudah, menurut Australian Family Physician, Anda 
hanya perlu memenuhi kebutuhan vitamin B6. Asupan harian yang dibutuhkan oleh ibu hamil 
yang mengalami kondisi ini adalah 25 miligram vitamin B6 yang harus Anda dapatkan tiga kali sehari. 
Vitamin B6 memiliki peran penting dalam tubuh, vitamin ini membantu tubuh menggunakan 
makanan untuk dijadikan energi, membawa oksigen ke seluruh tubuh, dan membentuk 
hemoglobin. 
Anda bisa memenuhi kebutuhan vitamin B6 dari makanan seperti beras merah, gandum, ikan, 
daging ayam atau bebek, kacang-kacangan, dan sayuran yang berwarna hijau. Jika Anda ingin 
mengonsumsi vitamin B6 dari suplemen atau multivitamin, pastikan dulu Anda berkonsultasi 
dengan dokter kandungan Anda.

2. Konsumsi makanan yang tinggi karbohidrat
Menurut Journal Obstetric & Gynecology, ibu hamil yang mengalami hiperemesis 
gravidarium harus mengonsumsi makanan yang tinggi karbohidrat dan kaya protein
dibandingkan mengonsumsi lemak atau asam lemak.
Makanan tinggi karbohidrat ini bisa Anda temui pada makanan seperti pasta, roti, beras, 
biskuit dan sereal. Makanlah sedikit demi sedikit atau buat dalam porsi yang kecil tapi sering 
seperti satu atau dua jam sekali. Jangan banyak minum supaya cairan tubuh tetap seimbang.

3. Pilih makanan tinggi energi
Hiperemesis gravidarium mungkin membuat Anda jadi sulit makan. Namun di satu sisi, Anda 
harus tetap memenuhi kebutuhan nutrisi harian Anda. Hal pertama yang bisa Anda lakukan 
adalah tetap konsumsi makanan yang paling mudah Anda makan yang tidak menimbulkan 
rasa mual.
Pilihlah makanan yang tinggi energi dan protein, produk susu sangat disarankan untuk Anda 
yang mengalami kondisi ini.
Anda bisa memilih yogurt yang dicampurkan ke buah, melelehkan mentega di atas sayuran, 
mengoles mentega dan selai untuk roti bakar Anda, atau minum susu untuk memenuhi 
kebutuhan nutrisi Anda di saat Anda mengonsumsi sedikit makanan.






Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

MENDENGAR AKTIF DAN BERTANYA EFEKTIF