Resuman neonatus, bayi dan balita
LAPORAN RESUME
NEONATUS, BAYI DAN BALITA
RINA HUTAPEA (022019009)
PROGRAM STUDI D3 KEBIDANAN
SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN SANTA ELISABETH MEDAN
TAHUN AJARAN 2020/2021
PERTEMUAN I : ANTROPOMETRI
Antropometri berasa dari kata antropos yang artinya tubuh dan metros yang berarti ukuran. Jadi
antropometri artinya ukuran tubuh. Antropometri gizi berhubungan dengan
berbagai macam pengukuran dimensi tubuh dan komposisi tubuh dari berbagai
tingkat umur dan tingkat gizi (Jellife, 1966).
Syarat-syarat yang mendasari penggunaan
Antropometri yaitu:
1.
Alat mudah didapat dan
digunakan
2.
Pengukuran dapat dilakukan
berulang-ulang dengan mudah dan objektif
3.
Pengukuran tidak selalu
harus oleh tenaga khusus profesional, dapat oleh tenaga lain setelah mendapat
pelatihan
4.
Biaya relatif murah
5.
Hasilnya mudah disimpulkan,
memiliki cutt of point dan baku
rujukan yang sudah pasti.
6.
Secara ilmiah diakui
kebenarannya
2.
Penggunaan Antropometri
memiliki beberapa keunggulan, seperti:
1.
Prosedur sederhana, aman dan
dapat dilakukan dalam jumlah sampel cukup besar
2.
Relatif tidak membutuhkan
tenaga ahli
3.
Alat murah, mudah dibawa,
tahan lama, dapat dipesan dan dibuat di daerah setempat
4.
Metode ini tepat dan akurat,
karena dapat dibakukan.
5.
Dapat mendeteksi atau
menggambarkan riwayat gizi di masa lampau.
6.
Umumnya dapat
mengidentifikasi status buruk, kurang dan baik, karena sudah ada ambang batas
yang jelas.
7.
Dapat mengevaluasi perubahan
status gizi pada periode tertentu, atau dari satu generasi ke generasi
berikutnya.
8.
Dapat digunakan untuk
penapisan kelompok yang rawan terhadap gizi
Selain memiliki keunggulan, penggunaan Antropometri juga memiliki
beberapa kelemahan, seperti:
1.
Tidak sensitif, artinya
tidak dapat mendeteksi status gizi dalam waktu singkat, tidak dapat membedakan
kekurangan zat gizi tertentu, misal Fe dan Zn
2.
Faktor di luar gizi
(penyakit, genetik dan penurunan penggunaan energi) dapat menurunkan
spesifikasi dan sensitivitas pengukuran antropometri.
3.
Kesalahan yang terjadi pada
saat pengukuran dapat mempengaruhi presisi, akurasi, dan validitas pengukuran.
4.
Kesalahan terjadi karena:
pengukuran, perubahan hasil pengukuran (fisik dan komposisi jaringan), analisis
dan asumsi yang keliru.
5.
Sumber kesalahan biasanya
berhubungan dengan: latihan petugas yang tidak cukup, kesalahan alat, kesulitan
pengukuran
3.Kesalahan Dalam Antropometri
Kesalahan dalam antropometri dapat mempengaruhi presisi, akurasi, dan
validitas pengukuran. Kesalahan dalam pengukuran dapat mengakibatkan dampak
yang cukup fatal. Apabila terjadi kesalahan pengukuran, maka data dan
interpretasi yang didapatkan juga akan keliru. Hal ini dapat menyebabkan
kesalahan diagnosis dan akhirnya terapi atau intervensi gizi yang diberikan
tidak tepat sesuai dengan kebutuhan pasien. Kesalahan ini umumnya terjadi
karena pengukuran yang keliru, perubahan hasil pengukuran, dan analisis dan
asumsi yang keliru. Sumber kesalahan biasanya ada pada pelatihan petugas yang
tidak cukup, alat yang tidak ditera, dan adanya kesulitan pengukuran.
4.Parameter
antropometri
Parameter dalam antropometri adalah ukuran tunggal yang diukur untuk
mendapatkan data antropometri. Parameter ini misalnya, umur, tinggi badan,
berat badan, rentang tangan, dan lain-lain. Parameter yang sudah diukur dalam
pengukuran antropometri ini kemudian diolah dan dikombinasikan dengan parameter
lain sehingga menghasilkan indeks antropometri. Indeks antropometri misalnya
berat badan menurut umur (BB/U), tinggi badan menurut umur (TB/U), dan masih
banyak lagi. Indeks antropometri inilah yang kemudian akan dicocokkan dengan
standar yang ada dan memiliki makna secara klinis.
1.Umur
Umur merupakan parameter yang penting dalam antropometri. Tanpa adanya
parameter ini, maka parameter berat badan dan tinggi badan menjadi tidak
berarti. Banyak orang tua di pedesaan yang tidak mengingat tanggal kelahiran
anaknya. Ada beberapa cara yang dapat dilakukan untuk mengatasi hal ini, antara
lain:
1)
Meminta surat kelahiran,
kartu keluarga, atau catatan lain yang dibuat oleh orang tua, apabila tidak ada
coba minta catatan pada pamong desa.
2)
Jika tetap tidak diketahui,
coba tanyakan waktu kelahiran anak dengan patokan kejadian-kejadian penting,
seperti saat lebaran, tahun baru, puasa, pemilihan kepala desa, gunung meletus,
banjir, dan lain-lain.
3)
Membandingkan anak tersebut
dengan anak kerabat atau tetangga yang sudah diketahui umurnya (beberapa bulan lebih
muda atau lebih tua).
4)
Jika tanggal lahir tidak
diketahui dengan tepat, tetapi bulan dan tahunnya diketahui, anak tersebut
dianggap lahir pada tanggal 15.
2. Tinggi Badan
Tinggi badan adalah jarak dari puncak kepala hingga telapak kaki.
Parameter ini merupakan parameter yang menggambarkan keadaan pertumbuhan
skeletal dan tidak sensitif untuk mendeteksi permasalahan gizi pada waktu yang
singkat. Panjang badan diukur dengan infantometer length board untuk anak usia
0-2 tahun. Anak diposisikan tidur terlentang saat pengukuran. Pengukuran ini
membutuhkan 2 orang pengukur. Pengukuran dapat dilakukan dengan stadiometer
dengan menambahkan 0,7 pada hasil pengukuran untuk faktor koreksi apabila anak
sudah dapat berdiri dengan tegak.
Berikut ini adalah
cara pengukuran menggunakan infantometer:
1)
Alas kaki dilepaskan
2)
Anak diposisikan tidur
terlentang dengan kepala diletakkan pada puncak papan dan kaki lurus.
3)
Pengukur digeser hingga
rapat pada ujung kaki 4) Pembacaan dilakukan dengan ketelitian 0,1 cm.
3. Berat Badan
Berat badan mencerminkan keadaan nutrisi sekarang dan dapat menjadi
indikator yang sensitif terhadap malnutrisi. Seseorang dapat dikatakan
mengalami malnutrisi apabila:
1)Berat badan kurang dari 80% dari berat badan ideal,
atau 2)Mengalami penurunan berat badan
sebesar:
a.
1%-2% dalam satu minggu
b.
5% dalam satu bulan
c.
7,5% dalam tiga bulan
d.
10% dalam enam bulan
Pengukuran berat badan paling baik dilakukan
dengan alat beam balance scale. Alat ini perlu dikalibrasi secara rutin untuk
mendapatkan hasil yang akurat menggunakan berat badan yang sudah diketahui.
Disarankan anak memakai pakaian yang tipis dan melepas sepatu saat pengukuran.
Adanya penyakit yang dapat mempengaruhi berat badan seperti ascites, edema, dan
splenomegali perlu diperhatikan agar tidak menyebabkan kesalahan pada
interpretasi data.
Berat badan merupakan salah satu ukuran
antropometri yang terpenting untuk mengetahui keadaan status gizi anak dan
untuk memeriksa kesehatan anak pada kelompok umur, misalnya, apakah anak dalam
keadaan normal dan sehat. Keuntungan lainnya adalah pengukurannya mudah,
sederhana dan murah.
Kegunaan pengukuran
berat badan adalah sebagai berikut:
1)
Sebagai informasi tentang
keadaan gizi anak, pertumbuhan, dan kesehatannya.
2)
Untuk monitoring kesehatan
sehingga dapat menentukan terapi apa yang sesuai dengan kondisi anak.
3)
Sebagai dasar untuk
menentukan dasar perhitungan dosis obat ataupun diet yang diperlukan untuk
anak.
Meskipun berat badan merupakan ukuran yang dianggap paling
penting, tapi mempunyai kelemahan, antara lain sebagai berikut.
1)
Tidak sensitif terhadap
proporsi tubuh. Pada anak yang mempunyai berat badan yang sama, tetapi tinggi
badan berbeda akan terlihat postur tubuhnya berbeda. Anak yang satu akan
terlihat langsing, anak lainnya kemungkinan terlihat gemuk.
2)
Terjadi perubahan secara
fluktuasi setiap hari yang masih dalam batas normal. Perubahan ini dapat
terjadi akibat pengaruh masukan (intake),
seperti makanan/minuman dan keluaran (output)
seperti urine, keringat, dan pernafasan. Besarnya fluktuasi tergantung kelompok
umur dan sangat individual berkisar antara 100-200 gr sampai 500 – 1000 gr
(Soetjiningsih, 2002).
Pengukuran Berat Badan
Dalam menentukan pengukuran berat badan anak, hal yang perlu diperhatikan
adalah sebagai berikut:
1)
Pengukuran dilakukan dengan
memakai alat timbangan yang telah ditera (distandarisasi/kalibrasi) secara
berkala. Timbangan yang digunakan timbangan bayi, timbangan injak atau
dacin.
2)
Untuk menimbang anak usia
kurang dari satu tahun, dilakukan dengan posisi berbaring. Usia 1 – 2 tahun
dilakukan dengan posisi duduk dengan menggunakan dacin. Lebih dari dua tahun,
penimbangan berat badan dapat dilakukan dengan posisi berdiri.
Cara mengukur berat badan bayi menggunakan timbangan bayi:
1)
Letakan timbangan pada meja.
2)
Lihat posisi jarum atau
angka harus menunjuk ke angka 0.
3)
Lepas pakaian bayi (bayi
telanjang, tanpa topi, kaus kaki, sarung tangan).
4)
Tidurkan bayi pada timbangan
dengan hati-hati.
5)
Letakkan tangan petugas di
atas tubuh bayi (tidak menempel) untuk mencegah bayi jatuh saat ditimbang.
6)
Lihat jarum timbangan sampai
berhenti
7)
Tentukan hasil timbangan
sesuai dengan jarum penunjuk pada timbangan.
8)
Apabila bayi terus menerus
bergerak, perhatikan gerakan jarum dan baca angka di tengah-tengah antara
gerakan jarum ke kanan dan ke kiri
4. Lingkar Kepala
Lingkar kepala adalah pengukuran yang
dilakukan pada bayi dan anak-anak. Parameter ini menggambarkan berat dan volume
otak dan tidak sensitif terhadap adanya malnutrisi.Hal ini disebabkan karena
otak adalah organ yang paling terakhir terpengaruh ketika terjadi malnutrisi.
Pengukuran lingkar kepala sebaiknya dilakukan setiap minggu mulai dari 3-5 hari
setelah lahir. Alat pengukur lingkar
kepala yang digunakan tidak boleh dapat mengalami peregangan.Alat yang baik
digunakan untuk pengukuran ini misalnya metal measuring tape. Pengukuran
dilakukan dari bagian occipital kepala hingga bagian anterior dari os frontal.
Pengukuran ini tidak dapat dilakukan pada anak dengan hidrocephalus dan edema
pada kulit kepala.
a.
Ukuran diameter kepala bayi
baru lahir
b.
Ukuran lingkar kepala bayi
baru lahir
PERTEMUAN II:
PEMERIKSAAN FISIK BAYI BARU LAHIR
A.
Pengertian
Pemeriksaan fisik pada bayi merupakan pemeriksaan fisik
yang dilakukan oleh bidan, perawat, atau dokter untuk menilai status kesehatan
yang dilakukan pada saat bayi baru lahir, 24 jam setelah lahir, dan pada waktu
pulang dari rumah sakit. Dalam melakukan pemeriksaan ini sebaiknya bayi dalam
keadaan telanjang di bawah lampu terang, sehingga bayi tidak mudah kehilangan
panas. Tujuan pemeriksaan fisik secara umum pada bayi adalah menilai status
adaptasi atau penyesuaian kehidupan intrauteri ke dalam kehidupan ekstrauteri
serta mencari kelainan pada bayi.
B.
Macam-macam pemeriksaan fisik
1.
APGAR score
Pemeriksaan fisik
pada bayi baru lahir, dimulai sejak menit-menit pertama setelah bayi lahir, yaitu dengan penilaian APGAR
score. Penilaian APGAR score dilakukan untuk mengetahui apakah bayi tersebut
normal atau asfiksia. Tabel APGAR score:
|
No |
Aspek
yang dinilai |
Nilai
0 |
Nilai
1 |
Nilai
2 |
|
1.
|
Appearance (warna kulit) |
Seluruh tubuh biru |
Tubuh merah ekstrimitas
biru |
Seluruh tubuh
merah |
|
2.
|
Pulse (denyut jantung) |
Tidak ada |
<100
kali/menit |
>100 kali/menit |
|
3.
|
Grimace (rangsangan) |
Tidak ada |
Sedikit menyeringai |
Bersin |
|
4.
|
Activity (tonus otot) |
Tidak ada |
Sedikit fleksi |
Bergerak aktif |
|
5.
|
Respiratory (pernapasan) |
Tidak ada |
Merintih |
Menagis kuat |
2.
Pengukuran Antropometri
Pengukuran
antropometri dilakukan dengan cara mengukur berat badan, panjang badan, lingkar
kepala, dan lingkar dada.
a.
Berat badan bayi baru lahir
normalnya 2500 sampai 4000gr.
b.
Panjang badan diukur dari
puncak kepala sampai tumit, normalnya 48-53cm.
c.
Lingkar kepala dilakukan
dengan meletakkan pita melingkar pada lingkar oksipito-
frontal, normalnya 33-35cm.
d.
Lingkar dada normalnya 30-38
cm.
e.
Lingkar lengan atas normalnya
10-11 cm.
3.
Pemeriksaan tanda vital
1.
Suhu tubuh
Hipotalamus bayi belum sempurna, sehingga suhu
tubuh belum stabil, terutama jika bayi terpapar udara yang dingin. Bayi
mempertahankan suhu tubuh dengan sikap fleksi serta meningkatkan frekuensi
pernafasan dan aktivitasnya. Kisaran suhu normal pada bayi adalah 36,50 C-37,50
C. Diperlukan nutrisi dan pergerakan yang cukup, sehingga tidak
dianjurkan pembedongan yang terlalu kuat.
2. Denyut Nadi
|
Umur |
Istirahat (bangun) |
Istirahat (tidur) |
Aktif/demam |
|
BBL |
100-180
|
80-160 |
± 220 |
|
1 minggu s/d 3 bulan |
100-220
|
80-200 |
± 220 |
|
4 bulan s/d 2 tahun |
80-150
|
70-120 |
± 200 |
|
2-10 tahun |
70-110
|
60-90 |
± 200 |
3. Pernafasan
|
Umur |
Range |
Waktu tidur |
|
neonatus
|
30-60
|
35
|
|
1bulan-1tahun
|
30-60
|
30
|
|
1-2
tahun |
25-50
|
25
|
|
3-4
tahun |
20-30
|
22
|
|
5-9
tahun |
15-30
|
18
|
|
≥10
tahun |
15-30
|
16
|
4.
Tekanan Darah
Tekanan darah pada BBL sulit untuk diukur
secara akurat dengan menggunakan sfigmomanometer konvensional, bila menggunakan manset selebar 1 inchi (2,5
cm), tekanan sistolik rata-rata adalah 60-80/40-45 mmHg, pada saat lahir 100/50
mmHg sampai hari ke-10.
4.
Pemeriksaan lainnya 1.
Pemeriksaan kepala
1.
Bayi baru lahir sering
mengalami moulage, sutura kadang-kadang mendekat akibat waktu persalinan.
2.
Ada tidaknya caput succedaneum (edema pada kulit
kepala, lunak dan tidak berfluktuasi, batasnya tidak tegas, serta menyeberangi
sutura dan akan hilang dalam beberapa hari).
3.
Adanya cephal hematoma terjadi sesaat setelah lahir, konsistensinya lunak,
berfluktuasi, berbatas tegas, tidak menyeberangi sutura, dan apabila
menyeberangi sutura akan mengalami fraktur tulang tengkorak yang akan hilang
dengan sendirinya.
4.
Ubun-ubun bayi (fontanella).
Fontanella anterior berbentuk wajik
berukuran 2,5 -6 cm. biasanya tertutup dalam tulang sampai usia bayi 18 bulan.
Fontanella anterior ini memberikan informasi penting pada bayi, misalnya jika
cekung menandakan bayi kemungkinan mengalami dehidrasi, sementara jika menonjol
menandakan adanya peningkatan tekanan intracranial. Fontanella posterior berbentuk segitiga
berukuran 1-2,5 cm dan akan tertutup sekitar 2 bulan.
2. Pemeriksaan wajah
Dapat asimetris
tergantung presentasi dalam uterus.
3. Pemeriksaan mata
Mata biasanya sedikit tertutup. Mata bayi berwarna coklat
atau hitam. Kelopak mata bayi sering tampak edema karena proses persalinan atau
mengalami perdarahan subkonjungtiva karena tekanan pada kepala bayi selama
persalinan. Pemeriksaan mata untuk menilai adanya strabismus atau tidak, yaitu
koordinasi gerakan mata yang belum sempurna. Cara memeriksanya adalah dengan
menggoyangkan kepala secara perlahan-lahan, sehingga mata bayi akan terbuka,
kemudian baru diperiksa. Apabila ditemukan jarang berkedip atau sensitivitas
terhadap cahaya berkurang, maka kemungkinan mengalami kebutaan. Apabila
ditemukan adanya epicantus melebar, maka kemungkinan anak mengalami sindrom
down. Pada glaukoma kongenital, dapat terlihat pembesaran dan terjadi kekeruhan
pada kornea. Katarak kongenital dapat dideteksi apabila terlihat pupil yang
berwarna putih. Apabila ada trauma pada mata maka dapat terjadi edema palpebra,
perdarahan konjungtiva, retina, dan lain-lain.
4.
Pemeriksaan leher
Leher bayi tampak pendek, fleksibel,
mudah digerakkan dan tidak ada selaput. Jika terdapat selaput perlu dicurigai
adanya sindrom turner. Bayi pada posisi telentang dapat mempertahankan
punggungnya dan dapat menengokkan kepalanya ke samping.
5.
Pemeriksaan telinga
Saluran telinga jelas. Ujung-ujung dari daun telinga
elastis dan sejajar dengan mata bagian dalam dan chantus bagian luar. Bayi
berespon dengan bunyi suara yang keras atau dapat dilakukan dengan membunyikan
bel atau suara jika terjadi refleks terkejut, apabila tidak terjadi refleks,
maka kemungkinan akan terjadi gangguan pendengaran.
6.
Pemeriksaan hidung
Pemeriksaan hidung dapat dilakukan dengan
cara melihat pola pernapasan, apabila bayi bernapas melalui mulut, maka
kemungkinan bayi mengalami obstruksi jalan napas karena adanya atresia koana
bilateral atau fraktur tulang hidung atau ensefalokel yang menonjol ke
nasofaring. Sedangkan pernapasan cuping hidung akan menujukkan gangguan pada
paru, lubang hidung kadang-kadang banyak mukosa.
7.
Pemeriksaan mulut
Mulut seharusnya simetris dan posisinya
terletak tepat di garis tengah. Mulut dinspeksi adanya kelengkapan struktur.
Bibir bayi baru lahir biasanya berwarna merah muda, lidah rata dan simetris.
Apabila ditemukan lidah yang menjulur keluar, dapat dilihat adanya kemungkinan
kecacatan kongenital. Adanya bercak pada mukosa mulut, palatum, dan pipi
bisanya disebut sebagai monilia albicans, gusi juga perlu diperiksa untuk
menilai adanya pigmen pada gigi, apakah terjadi penumpukan pigmen yang tidak
sempurna. Dilihat juga apakah terdapat labioshizis, palatoskhizis atau
labiopalatoskhizis.
8.
Pemeriksaan thorax
Frekuensi nafas normal dan denyut jantung normal.
Pernafasan irregular sering terjadi pada bayi. Penyakit yang menyebabkan
distress pernapasan tampak adanya retraksi dari epigastrium dan intercostal
bagian bawah. Suara denyut jantung terdengar jelas dan teratur. Titik
intensitas maksimal bisa dilihat pada ruang intercostal keempat sebelah kiri
pada garis midklavikula.
9.
Pemeriksaan abdomen dan punggung
Pemeriksaan pada abdomen ini meliputi
pemeriksaan secara inspeksi untuk melihat bentuk dari abdomen biasanya
silindris, lembut dan biasanya menonjol. Apabila didapatkan abdomen membuncit
dapat diduga kemungkinan disebabkan hepatosplenomegali atau cairan di dalam
rongga perut. Pada perabaan, hati biasanya teraba 2 sampai 3 cm di bawah tulang
iga kanan, limfa teraba 1 cm di bawah tulang iga kiri. Pada palpasi ginjal
dapat dilakukan dengan pengaturan posisi telentang dan tungkai bayi dilipat
agar otot-otot dinding perut dalam keadaan relaksasi, batas bawah ginjal dapat
diraba setinggi umbilikus di antara garis tengah dan tepi perut. Bagian-bagian
ginjal dapat diraba sekitar 2-3 cm. Adanya pembesaran pada ginjal dapat
disebabkan oleh neoplasma, kelainan bawaan, atau trombosis vena renalis. Untuk
menilai daerah punggung atau tulang belakang, cara pemeriksaannya adalah dengan
meletakkan bayi dalam posisi tengkurap. Raba sepanjang tulang belakang untuk
mencari ada atau tidaknya kelainan seperti spina bifida atau mielomeningeal
(defek tulang punggung, sehingga medula spinalis dan selaput otak menonjol).
10.
Pemeriksaan genetalia
Pemeriksaan
genitalia ini untuk mengetahui keadaan labium minor yang tertutup oleh labia
mayor, lubang uretra dan lubang vagina seharusnya terpisah, namun apabila
ditemukan satu lubang maka didapatkan terjadinya kelainan dan apabila ada
sekret pada lubang vagina, hal tersebut karena pengaruh hormon.
Pada bayi laki-laki biasanya kulup menutupi dan menempel
pada glans penis, yang mempunyai lubang uretra ditengah-tengah bagian ujungnya.
Sering didapatkan fimosis Kulit kulup tidak dapat diretraksi untuk memaparkan
glans penis), hipospadia (lubang uretra terletak pada permukaan ventral pada
penis), epispadia (lubang uretra terletak di bagian dorsal) dan hidrokel
(penggumpalan cairan disekitar salah satu atau kedua testis).
11.
Pemeriksaan anus
Pemeriksaan pada anus dapat dilakukan
untuk mengetahui adanya atresia ani dan posisi anus yang normal atau tidak
normal. Hendaknya diperhatikan ada atau tidaknya mekoneum pada 48 jam
pertama.
PERTEMUAN III:
MEMANDIKAN BAYI DAN PERAWATAN TALI PUSAT
A.Pengertian Memandikan
Memandikan adalah suatu cara membersihkan tubuh seseorang
dengan cara menyiram dan merendam diri dalam air. (Choirunisa, 2009)
Dalam minggu minggu pertama bayi cukup mandi satu kali
sehari dipagi hari.Jika perlu sore hari cukup dibersihkandari kulit yang basah
atau keringat.Usahakan tidak langsung memandikan bayi setelah menyusu, sedang
lapar atau mengantuk untuk menghindarkan bayi muntah, kedinginan, atau
kaget.Tujuan dari memandikan bayi untuk membersihkan tubuh bayi.
a.Kapan sebaiknya memandikan bayi
Memandikan bayi dapat dilakukan minimal 6-24 jam setelah
melahirkan.Bayi baru lahir biasanya diseliputi oleh verniks, suatu zat yang
menyerupai lilin yang menutupi bayi saat lahir, harus dibiarkan terserap ke
dalam kulit karena ini merupakan pelembab yang luar biasa.Jika rambut bayi
perlu dicuci, gunakan air dan sisir saja untuk mengangkat kotoran.Dalam
beberapa hari pertama bayi dapat dibersihkan dengan cara bersihkan bagian atas
dan bawah dengan menggunakan kapas (organic jika memungkinkan) dan air, dengan
lembut membasuh mukanya (hati-hati di sekitar area halus sekitar mata) dan area
popok. Ini memungkinkan kulit bayi anda menyesuaikan diri dengan dunia
luar.(Parker catharinr. 2008)
b.Apa yang sebaiknya digunakan untuk membersihkan bayi
Gunakan air dan kapas pada bulan pertama, jika mata bayi
menjadi lengket, gunakan kapas yang direndam di dalam air matang yang sudah
didinginkan untuk membersihkan bagian tersebut.dengan lembut sekah matanya
dengan gerakan dari dalam keluar, dengan menggunakan beberapa lembar kapas baru
untuk setiap kali menyeka. Gunakan kapas untuk menyekabagian luar telinnga dan
hidung(Parker catharinr. 2008)
Waktu yang tepat untuk memandikan bayi adalah sebelum bayi tidur, karena
dapat membuatnya rileks hingga memudahkan bayi tidur. Hindari memandikan bayi
sebelum atau setelah makan karena perut bayi yang tertekan akan membuatnya
muntah.(Parker catharinr. 2008)
Hal yang perlu diperhatikan saat memakaikan pakaian pada
bayi menurut Kemenkes (2010) yaitu :
1.Bayi jangan dibedong
Membedong bayi akan membatasi pergerakan sehingga
aktivitas otot berkurang dengan demikian tidak menghasilkan panas tubuh yang
akan membuat bayi kedinginan
2.Bayi jangan memakai gurita
Pemakaian gurita akan menekan lambung sehinggan dapat
menyebabkan muntah serta membatasi pernafasan.
c.Dampak positif dan Dampak Negatif
Memandikan Bayi Keuntungan memandikan bayi
1. Membangun
hubungan yang sangat erat antara ibu dan anak.
(Iskarina,2008).
2. Mempunyai
manfaat yang sangat bagus untuk kebersihan dan kesehatan bayi, mandi akan
memberikan rasa nyaman bagi tubuh bayi (Choirunisa,2009).
3. Cara yang tepat
bagi ibu
untuk mengajarkan memandikan
bayi(Iskarina,2008).
d.Dampak Negatif memandikan bayi
1. Air dapat masuk ke dalam telinga bayi
2. Memandikan bayi terlalu lama dapat
menyebabkan hipotermi
e.Faktor Yang Mempengaruhi Cara Memandikan
Bayi 1.Faktor predisposisi (Predisposing
Factors)
a.Pengetahuan
Pengetahuan adalah upaya untuk memberikan pengetahuan
yang dapat merubah ke perilaku yang positif (Soekanto, 2009).
Tidak semua orang tua berani memandikan bayinya sendiri,
alasan mereka adalah tidak mengerti cara memandikan bayi dengan benar.
Ketidaktahuan orang tua ini khususnya timbul dari orang tua yang tidak mau tahu
bagaimana cara memandikan bayinya malah menyerahkan bayinya kepada baby sitter
atau kepada orang tua mereka, kurangnya pengetahuan ini karena latar belakang
rendahnya pendidikan. (Choirunisa, 2009).
b.Pendidikan
Pendidikan diperlukan untuk mendapat informasi misalnya
hal hal yang menunjang kesehatan sehingga dapat meningkatkan kualitas hidup.
Pendidikan sangat diperlukan bagi setiap orang, dalam hal
ini tugas petugas kesehatan yaitu memberikan edukasi dan informasi kepada
keluarga pentingnya menandikan bayi.
c.Pengalaman
Pengalaman adalah sesuatu yang pernah dialami seseorang
yang menambah pengetahuan orang tersebut tentang suatu hal.
Begitu pula ibu
nifas yang dulu sudah pernah melahirkan akan lebih mudah untuk merawat dan
memandikan bayinya. Berbeda dengan ibu nifas yang pertama kali melahirkan
mereka akan canggung untuk merawat bayinya.(Soekanto, 2009).
2.Faktor Pendorong
a.Dukungan suami atau keluarga
Peran atau dukungan suami dan keluarga merupakan hal terpenting
dalam proses memandikan bayi yang benar. Kondisi ibu nifas yang masih lemah
apalagi ditambah dengan adanya luka jahitan perineum yang menyebabkan ibu
merasa malas dan tidak mau untuk memandikan bayinya sendiri.Kondisi saat inilah
dukungansuami dan keluarga dibutuhkan untuk menambah kepercayaan diri ibu agar
mau dan berani memandikan bayinya sendiri.(Setiadi, 2008).
B.Perawatan Tali Pusat
1)Menjaga tali pusat selalu bersih
Merawat tali pusat sangat penting karena tali pusat bayi
ini sangat rentan untuk terkena infeksi. Gunakan kapas yang halus dan khusus
bayi yang direndam pada air hangat untuk membersihkan tali pusat bayi dan
selanjutnya dikeringkan.
2)Mengganti kasa secara berkala
Untuk tetap menjaga kebersihan dan kesterilan tali pusat
bayi, diharapkan agar sering menganti kasa tali pusat bayi secara berkala
sehingga tali pusat bayi selalu kering dan bersih.
3)Jangan menarik atau memaksa tali pusat agar
lepas
Jangan menarik atau memaksa tali pusat bayi lepas, hal ini bisa
menyebabkan bayi menangis karena merasa kesakitan. Bahkan bisa menyebabkan tali
pusat jadi terluka dan infeksi. Cukup biarkan saja supaya tali pusat sampai
terlepas dengan sendirinya.
PERTEMUAN IV:
IMUNISASI DASAR DAN ANJURAN
A.PENGERTIAN
Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengubah konsep
imunisasi dasar lengkap menjadi imunisasi rutin lengkap. Imunisasi rutin
lengkap itu terdiri dari imunisasi dasar dan lanjutan. Imunisasi dasar saja
tidak cukup, diperlukan imunisasi lanjutan untuk mempertahankan tingkat
kekebalan yang optimal.
Imunisasi berasal dari kata imun, kebal atau resisten. Anak diimunisasi, berarti diberikan
kekebalan terhadap suatu penyakit tertentu. Anak kebal atau resisten terhadap
suatu penyakit tetapi belum tentu kebal terhadap penyakit yang lain. Imunisasi
adalah suatu upaya untuk menimbulkan/meningkatkan kekebalan seseorang secara
aktif terhadap suatu penyakit, sehingga apabila suatu saat terpajan dengan
penyakit tersebut tidak akan sakit atau hanya mengalami sakit ringan.
Imunisasi dasar diberikan pada bayi sebelum berusia satu
tahun. Terdiri atas imunisasi terhadap penyakit hepatits B, poliomyelitis,
tuberkulosis, difteri, pertussis, tetanus, pneumonia dan meningitis, dan campak
(Kemenkes RI, 2017).
Vaksin adalah antigen berupa mikroorganisme yang sudah
mati, masih hidup tapi dilemahkan, masih utuh atau bagiannya, yang telah
diolah, berupa toksin mikroorganisme yang telah diolah menjadi toksoid, protein
rekombinan yang apabila diberikan kepada seseorang akan menimbulkan kekebalan
spesifik secara aktif terhadap penyakit infeksi tertentu.
B.
Tujuan imunisasi
Tujuan dalam
pemberian imunisasi antara lain:
1.
Meningkatkan kualitas hidup
anak sehingga tidak terkena penyakit
2.
Meningkatkan nilai kesehatan
orang di sekitarnya
3.
Menurunkan angka morbiditas,
moralitas dan cacat serta bila mungkin didapat eradikasi suatu penyakit dari
suatu daerah atau negeri (Ranuh dkk, 2017).
C.
Manfaat imunisasi
Manfaat imunisasi bagi anak dapat mencegah penyakit cacat
dan kematian, sedangkan manfaat bagi keluarga adalah dapat menghilangkan
kecemasan dan mencegah biaya pengobatan yang tinggi bila anak sakit. Bayi yang
mendapat imunisasi dasar lengkapakan meningkatkan kualitas hidup anak sehingga
tidak terkenapenyakit dan peningkatan nilai kesehatan orang disekitarnya (Ranuh
dkk, 2017).
D.
Macam-macam imunisasi
Imunitas atau kekebalan dibagi menjadi dua hal yaitu aktif dan pasif.
Aktif apabila tubuh anak ikut menyelenggarakan terbentuknya imunitas, sedangkan
pasif adalah apabila tubuh anak tidak bekerja membentuk kekebalan, tetapi hanya
menerimanya saja.
1.
Imunisasi aktif, adalah
pemberian kuman atau racun kuman yang sudah dilemahkan atau dimatikan dengan
tujuan untuk merangsang tubuh memproduksi antibodi sendiri. Contohnya imunisasi
polio atau campak. Keuntungan imunisasi aktif yaitu pertahanan tubuh yang
terbentuk akan dibawa seumur hidup, murah dan efektif, tidak berbahaya, reaksi
yangserius jarang terjadi.
2.
Imunisasi pasif adalah
pemberian antibody kepada resipien, dimaksudkan untuk memberikan imunitas
secara langsung tanpa harus memproduksi sendiri zat aktif tersebut untuk
kekebalan tubuhnya.
E.
Waktu pemberian Imunisasi
Dasar
1.
Hepatitis B
Imunisasi Hepatitis B dianjurkan pada umur <12 jam, namun ditambahkan
keterangan setelah penyuntikan vitamin K1. Hal tersebut penting untuk mencegah
terjadinya perdarahan akibat defisiensi vitamin K.Vaksin HB monovalen pada usia
satu bulan tidak perlu diberikan apabila anak akan mendapat vaksin DTP-HB-HiB
pada umur dua bulan.
2.
BCG (Bacillus Calmette Guerin)
Imunisasi BCG pada bayi optimal diberika pada bayi usia <3 bulan, namun
sebaiknya diberikan sesegera mungkin karena di Indonesia penyakit TBC masih
sangat tinggi. Apabila bayi berusia 3 bulan belum diberikan imunisai BCG perlu
dilakukan tes tuberculin untuk mendeteksi bayi terinfeksi kuman TB atau belum.
3.
Pentavalen
Imunisasi pentavalen diberikan tiga kali yaitu pada usia 2, 3, dan 4
bulan. Vaksin pentavalen tidak diberikan pada anak kurang dari usia 6 minggu,
disebabkan respons terhadap pertussis dianggap tidak optimal, sedang respons
terhadap toksoid tetanus dan difteria cukup baik tanpa memperdulikan adanya
antibodi maternal, disamping itu KIPI pada usia <6 minggu lebih tinggi.
Jadwal pemberan imunisasi pentavalen yang tidak diikuti akan memberikan tingkat
kekebalan yang berbeda.
4.
Polio
Imunisasi IPV (Inactivated poliovirus
vaccine) diberikan mulai dari umur 2-3 bulan dengan dosis tiga kali
berturut-turut dengan interval waktu 6-8 minggu. Imunisasi IPV dapat diberikan
bersamaan dengan suntikan vaksin pentavalen.
5.
(Measles dan Rubella)
Kementerian Kesehatan RI (2017) akan mengupayakan penambahan vaksin
untuk melengkapi Program Imunisasi Nasional dasar, salah satu diantaranya yaitu
vaksin Measles Rubella (MR). Pemberian vaksin MR dilatarbelakangi oleh sindrom
rubella konginetal yang kejadiannya semakin meningkat. Vaksin ini digunakan
sebagai pengganti vaksin campak monovalen. Imunisasi MR diberikan pada anak
usia 9 bulan sampai dengan kurang dari 15 tahun mulai akhir tahun 2017 secara
bertahap.
F.
Jenis imunisassi dasar
1.
Imunisasi BCG
(Bacillus Calmette Guerin)
Vaksin BCG merupakan vaksin beku kering yang mengandung Mycobacterium bovis hidup yang dilemahkan. Vaksin BCG tidak
mencegah infeksi tuberculosis tetapi
mengurangi resiko tuberculosis berat
dan tuberkulosa primer. Imunisasi BCG diberikan pada bayi <3 bulan, atau
pada anak dengan uji tuberkulin negatif.
Vaksin BCG diberikan secara intrakutan di daerah lengan kanan atas pada
insersio M. Deltoideus sesuai anjuran WHO dengan dosis 0,05 mL. Kontraindikasi
imunisasi BCG antara lain bayi yang mengalami defisiensi sistem kekebalan,
reaksi uji tuberculin >5 mm, demam tinggi, terinfeksi HIV asimtomastis
maupun simtomatis, adanya penyakit kulit yang berat/menahun, atau sedang
menderita TBC. KIPI yang terjadi yaitu reaksi lokal yang timbul setelah
imunisasi BCG adalah ulkus lokal yang superfisial pada 3 minggu setelah
penyuntikan. Ulkus tertutup krusta, akan sembuh dalam 2-3 bulan, dan
meninggalkan parut bulat dengan diameter 4-8 mm. Apabila dosis terlalu tinggi
maka ulkus yang timbul lebih besar, namun apabila penyuntikan terlalu dalam
maka parut yang terjadi tertarik ke dalam. 2.Imunisasi Hepatitis B
Vaksin Hepatitis B adalah vaksin virus rekombinan yang telah
dinonaktivasikan dan bersifat non
infecious. Pemberian imunisasi ini bertujuan untuk mendapatkan kekebalan
terhadap penyakit hepatitis B. Vaksin disuntikkan dengan dosis 0,5 ml,
pemberian suntikan secara intramuskuler, sebaiknya anterolateral paha.
Pemberian sebanyak 3 dosis, dosis pertama diberikan pada usia 0-7 hari, dosis
berikutnya dengan interval minimum 4 minggu. KIPI yang terjadi yaitu reaksi
lokal seperti rasa sakit, kemerahan dan pembengkakan di sekitar tempat
penyuntikan. Reaksi yang terjadi ringan dan biasanya hilang setelah 2 hari.
Kontraindikasi pemberian vaksin hepatitis B pada bayi yang memiliki riwayat
anafilaksis setelah vaksinasi hepatitis B sebelumnya.
3.
Imunisasi Pentavalen
Vaksin Pentavalen (Difteri,
Pertusis, Tetanus, Hepatitis B Rekombinan, Haemophilus influen-zae tipe b)
berupa suspensi homogen yang mengandung toksoid tetanus dan difteri murni,
bakteri pertussis (batuk rejan) inaktif, antigen permukaan Hepatitis B (HbsAg)
murni yang tidak infeksius dan komponen HiB sebagai vaksin bakteri sub unit
berupa kapsul polisakarida Haemophilus influenza tibe B tidak infeksius yang
dikonjugasikan kepada protein toksoid tetanus. Indikasi digunakan untuk
pencegahan terhadap difteri, pertussis, tetanus, hepatitis B, dan infeksi
Haemophilus influenza tibe b secara simultan.
Vaksin ini harus disuntikkan secara intramuskular pada anterolateral
paha atas, dengan dosis anak 0,5 ml. kontraindikasi pemberian vaksin ini adalah
riwayat anafilaksis pada pemberian vaksin sebelumnya, ensefalopati sesudah
pemberian vaksin pertusis sebelumnya, keadaan lain dapat dinyatakan sebagai
perhatian khusus (precaution). Riwayat kejang dalam keluarga dan kejang yang
tidak berhubungan dengan pemberian vaksin sebelumnya bukanlah suatu
kontraindikasi terhadap pemberian vaksin ini. KIPI yang terjadi reaksi local
kemerahan, bengkak, dan nyeri pada lokasi injeksi, demam ringan, anak gelisah
dan menangis terus menerus, dan lemas.
4.
Imunisasi Polio
Imunisasi polio yaitu proses pembentukan kekebalan terhadap penyakit
polio. Vaksin yang digunakan yaitu IPV (Inactivated
Polio Vaccine) yang berisis virus polio virulen yang sudah
diinaktivasi/dimatikan dengan panas dan formaldehid. Vaksin IPV meningkatkan
antibodi humoral dengan cepat. Namun, Vaksin IPV sedikit memberikan kekebalan
lokal pada dinding usus sehingga virus polio masih dapat berkembang biak dalam
usus orang yang telah mendapat IPV saja. Hal ini memungkinkan terjadinya
penyebaran virus ke sekitarnya, yang membahayakan orang-orang disekitarnya,
sehingga vaksin ini tidak dapat mencegah penyebaran virus polio liar. IPV tidak
dipergunakan untuk eradikasi polio, namun dapat mencegah kelumpuhan baik akibat
virus polio liar atauvirus polio vaksin sabin. Kontraindikasi umumnya pada
imunisasi : vaksinasi harus ditunda pada mereka yang sedang menderita demam, penyakit
atau penyakit kronis progresif. Hipersensitif pada saat pemberian vaksin ini
sebelumnya. Penyakit demam akibat infeksi akut : tunggu sampai sembuh. KIPI
yang terjadi reaksi lokal pada tempat penyuntikan antara lain nyeri, kemerahan,
indurasi dan bengkak bisa terjadi dalam waktu 48 jam setelah penyuntikan dan
bisa bertahan selamasatu atau dua hari. Kejadian dan tingkat keparahan dari
reaksi lokal tergantung pada tempat dan cara penyuntikan serta jumlah dosis
yang sebelumnya diterima. Reaksi sistemik yang ditimbulkan demam dengan atau
tanpa disertai myalgia, sakit kepala atau limfadenopati.
5.
Imunisasi MR (Measles dan
Rubella)
Campak dan Rubella
adalah penyakit infeksi menular melalui saluran nafas yang disebabkan oleh
virus. Campak dapat menyebabkan komplikasi yang serius seperti diare, radang
paru (pneumonia), radang otak (ensefalitis), kebutaan bahkan kematian. Rubella
biasanya berupa penyakit ringan pada anak, akan tetapi bila menulari ibu hamil
pada trimester pertama dapat menyebabkan keguguran atau kececatn pada bayi yang
dilahirkan. Kecacatan tersebut dikenal segabai Sindroma Rubella Konginetal di
antaranya meliputi kelainan pada jantung dan mata, ketulian dan keterlambatan
perkembangan. Kontraindikasi pemberian vaksin MR adalah anak dengan penyekit
keganasan yang tidak diobati atau gangguan imunitas, yang mendapat pengobatan
dengan imunosupresif atau terapi sinar atau mendapat steroid dosis tinggi. Anak
dengan alergi berat gelatin atau neomisin. Anak yang mendapat vaksin hidup yang
lain harus di tunda minimal 1 bulan setelah imunisasi yang terakhir. Vaksin MR
tidak boleh diberikan dalam waktu 3 bulan setelah pemberian immunoglobulin atau
transfusi darah. KIPI yang terjadi yaitu dapat terjadi malaise (lemas), demam
dan ruam yang berlangsung 7-12 hari setelah imunisasi dan pada umumnya
berlangsung selama 1-2 hari.
PERTEMUAN V :
PIJAT BAYI
Stimulasi pijat sering pula disebut dengan beberapa
istilah lain yaitu stimulasi sentuh, pijat bayi, baby massage, infant massage,
dan lainnya. Unit Kerja Koordinasi (UKK) Tumbuh Kembang – Pediatri Sosial
Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) mengembangkan peran pijat sebagai bentuk
stimulasi pada bayi. Stimulasi pijat merupakan kombinasi bentuk stimulasi multi
modal, yaitu raba (taktil) dan gerak (kinestetik) yang dilakukan oleh orangtua,
tenaga kesehatan atau anggota keluarga lainnya. Lebih jauh lagi, pada saat yang
sama orang tua juga melakukan stimulasi auditory (pendengaran, dengan mengajak
bayi bicara saat dipijat), stimulasi visual (penglihatan, dengan mengadakan
kontak mata saat memijat), dan lainnya.
Pada dasarnya tujuan pijat bayi atau stimulasi pijat adalah untuk
mengoptimalkan pertumbuhan dan perkembangan bayi dengan memberikan stimulasi
raba, gerak dan kombinasi stimulasi lainnya. Stimulasi pijat dilakukan dalam
suasana yang menyenangkan dan nyaman. Lama pijatan sekitar 15 menit, dan
sebaiknya diberikan secara rutin. Tidak ada batasan baku mengenai frekuensi
pemberian pijatan per hari. Namun, sebaiknya orangtua menjadikan stimulasi
pijat suatu rutinitas dan bila mungkin dilakukan tiga kali sehari. Teknik untuk
pemijatan untuk bayi cukup bulan dan bayi kurang bulan berbeda. Teknik untuk
bayi cukup bulan cukup bervariasi dan sebisa mungkin meliputi seluruh bagian
tubuh. Urutan pada teknik pemijatan ditujukan agar tidak ada bagian tubuh yang
terlewati, namun dapat diberikan tidak secara berurutan.
Apa saja manfaat stimulasi pijat?
Stimulasi pijat
memiliki manfaat pada kondisi tertentu antara lain untuk bayi:
1.
Meningkatkan frekuensi
menyusu
2.
Meningkatkan berat badan
bayi
3.
Membantu bayi untuk berlatih
relaksasi
4.
Membuat tidur lebih lelap
dan lama
5.
Membuat ikatan / bonding
dengan ibu /orangtua
Ada pula beberapa literatur yang menyatakan
bahwa stimulasi pijat juga bermanfaat dalam membantu pengaturan sistim
pencernaan, sistim respirasi dan sirkulasi, meredakan ketidak nyamanan (kolik,
tumbuh gigi), menurunkan produksi hormon stres, dan membantu mengatasi gangguan
tidur.
Beberapa manfaat
stimulasi pijat bagi orangtua antara lain:
1.
Memberikan perhatian spesial
& mempererat ikatan / bonding
2.
Membantu orangtua mengetahui
bahasa (isyarat) nonverbal bayi
3.
Membuat rasa percaya diri
dalam mengasuh bayi
4.
Meningkatkan komunikasi
orangtua & bayi
5.
Meningkatkan kemampuan
orangtua membantu bayi untuk relaksasi
6.
Meredakan stres orangtua
7.
Membuat suasana yang
menyenangkan
Pada usia berapa
seorang bayi dapat diberi stimulasi pijat?
Untuk bayi cukup bulan sebenarnya sesegera
mungkin setelah bayi stabil. Untuk bayi kurang bulan harus diperiksa terlebih
dahulu oleh tenaga kesehatan apakah sudah dapat diberikan pijat bayi atau
tidak. Kapan waktu yang tepat untuk melakukan stimulasi pijat? Sebaiknya jangan
setelah minum susu/makan, jangan saat bayi lapar, jangan saat bayi sedang
menunjukkan tanda-tanda enggan untuk dipijat. Sebaiknya jangan membangunkan
bayi dari tidur hanya untuk dipijat. Bayi yang sakit sebaiknya dibawa dulu ke
tenaga kesehatan untuk dipastikan apakah memerlukan perawatan khusus atau
tidak.
Amankah melalukan
stimulasi pijat?
Sampai saat ini tidak ada laporan mengenai
bahaya stimulasi pijat sebagai bentuk stimulasi pada bayi dan anak. Stimulasi
pijat aman dilakukan bila orangtua mengikuti petunjuk (di atas) antara lain
selalu melihat respons bayi dan dilakukan dalam suasana nyaman.
Hal-hal apa saja yang
harus diperhatikan saat melakukan stimulasi pijat?
1.
Yang terpenting adalah
selalu melihat respons bayi.
2.
Bila bayi menangis maka
sebaiknya dicek dahulu penyebabnya, jangan memaksakan suatu jenis pijatan pada
bayi.
3.
Dalam memberikan pijatan,
dapat diberikan stimulasi multi modal dengan memperdengarkan lagu, mengajak
anak bicara dan lainnya.
4.
Gunakan lotion atau baby oil
atau minyak kelapa untuk media antara kulit pemijat dan bayi.
5.
Sebaiknya orangtua
menyediakan 15 menit ke depan khusus untuk bayinya tanpa terganggu apapun.
PERTEMUAN VII & VIII:
DETEKSI DINI TUMBUH KEMBANG ANAK
1.Pengertian deteksi dini tumbuh kembang anak
Deteksi dini tumbuh kembang anak, program ini sedang
digalakkan oleh pemerinta sebagai upaya mencapai tumbuh kembang anak yang
optimal. Deteksi dini tumbuh kembang anak adalah kegiatan atau pemeriksaan
untuk men- emukan secara dini adanya penyimpangan tumbuh kembang pada balita
dan anak prasekolah (Depkes RI, 2005).
2.Jenis Deteksi dini Pertumbuhan dan
Perkembangan
Ada 3 jenis deteksi dini yang dapat dikerjakan oleh
tenaga kesehatan ditingkat puskesmas dan jaringannya yaitu :
a.
Deteksi dini penyimpangan
pertumbuhan yaitu untuk mengetahui/menemukan status pertumbuhan anak, seperti
adanya status gizi kurang/buruk dan mikro/ makrosefali. Untuk deteksi dini
pertumbuhan anak diperluhkan intrumen dalam pengukurannya. Jenis instrumen yang
digunakan adalah :
• Berat Badan menurut Tinggi badan anak (BB/TB)
• Pengukuran Lingkar kepala anak (PLKA)
b.
Deteksi dini penyimpangan
perkembangan yaitu untuk mengetahui gangguan perkembangan anak (keterlambatan),
gangguan daya lihat, gangguan daya den- gar. Jenis instrumen yang digunakan:
• Kuesioner Pra skrining Perkembangan (KPSP)
• Tes Daya Lihat (TDL)
• Tes Daya Dengar Anak (TDD)
c.
Deteksi dini penyimpangan
mental emosional yaitu untuk mengetahui adanya masalah mental emosional,
autisme, gangguan pemusatan perhatian dan hiper- aktivitas. Instrumen yang
digunakan:
• Kuesioner Masalah Mental Emosional (KMME)
• Checklist for Autism in Toddlers (CHAT)
• Gangguan Pemusatan Perhatian dan Hiperaktivitas (GPPH)
3.Deteksi Dini Penyimpangan Pertumbuhan
Untuk mengetahui adanya penyimpangan
pertumbuhan, parameter yang digunakan adalah Berat Badan terhadap Tinggi Badan
(BB/TB) dan lingkar kepala anak (LKA). Parameter tersebut termasuk ukuran
antropometri dan paling mudah dilakukan dilapangan.
a.Pengukuran Berat
badan
Keuntungan dari pengukuran berat badan
merupakan salah satu ukuran antropometrik yang terpenting untuk mengetahui
keadaan staus gizi anak. Selain itu juga dipakai untuk memeriksa kesehatan anak
pada semua kelompok umur, apakah anak dalam keadaan normal dan sehat.
Keuntungan lainnya adalah pengukurannya
mudah, sederhana dan murah. Oleh karena itu kegunaan berat badan adalah :
1.
Sebagai informasi tentang
keadaan gizi anak, pertumbuhan dan
kesehatannya.
2.
Untuk monitoring kesehatan
sehingga dapat menentukan therapi apa yang sesuai dengan kondisi anak.
3.
Sebagai dasar untuk
menentukan dasar perhitungan dosis obat ataupun diet yang diperlukan untuk
anak.
Kelemahan, meskipun berat badan merupakan
ukuran yang dianggap paling pent- ing, namun mempunyai kelemahan yaitu :
1.
Tidak sensitif terhadap
proporsi tubuh misalnya pendek gemuk atau tinggi kurus.
2.
Terjadi perubahan secara
fluktuasi setiap hari yang masih dalam batas normal. Perubahan ini dapat
terjadi akibat pengaruh intake seperti makanan/minuman dan output seperti
urine, keringat, pernafasan. Besarnya fluktuasi tergantung kelompok umur dan
sangat individual berkisar antara 100-200 gr sampai 500-1000 gr.
Pada beberapa hari pertama berat badan bayi
akan mengalami penurunan yang sifatnya normal yaitu sekitar 10% dari berat
badan lahir. Hal ini disebabkan keluarnya meconium dan air seni yang belum
diimbangi asupan yang adekuat, misalnya produksi ASI yang belum lancar. Umumnya
berat badan akan kembali mencapai berat lahir pada hari kesepuluh sampai ke
empat belas.
Pada tahap adolesensia (masa remaja) akan terjadi
pertambahan berat badan secara cepat (growth spurt) Selain dengan perkiraan
tersebut, dapat juga memperkirakan BB dengan menggunakan rumus atau pedoman
dari Behrman (1992) yaitu:
• Berat badan lahir rata-rata ; 3,25 kg
• Berat badan usia 3-12 bulan, menggunakan rumus:
Untuk menentukan umur anak dalam bulan, bila
lebih 15 hari dibulatkan ke atas, ku- rang atau sama dengan 15 hari
dihilangkan. Misal ada bayi berumur 5 bulan 25 hari, maka bayi dianggap berumur
6 bulan sehingga bila menggunakan rumus Behrman, BB bayi diperkirakan 7,5 kg.
Bila anak berumur 2 tahun 6 bulan, anak dianggap berumur 2 tahun, karena
kelebihan 6 bulan atau kurang maka akan dibulatkan ke bawah/ dihilangkan.
b.Pengukuran Tinggi Badan
Tinggi badan merupakan ukuran antropometri
kedua terpenting. Keuntungan dari pengukuran tinggi badan ini adalah alatnya
murah, mudah dibuat dan dibawa sesuai keinginan dimana tinggi badan akan
diukur. Selain itu tinggi badan merupakan ind- ikator yang baik untuk
pertumbuhan fisik yang sudah lewat (stunting)
dan untuk perbandingan terhadap perubahan relatif seperti nilai berat badan dan
lingkar lengan atas.
Seperti terdapat pada tabel tinggi badan dan
berat badan, dengan mengetahui tinggi badan dan berat badan anak, dapat
diketahui keadaan status gizinya. Sedangkan kerugiannya adalah perubahan dan
pertambahan tinggi badan relatif pelan serta sukar pengukurannya karena
terdapat selisih nilai antara posisi pengukuran saat berdiri dan saat tidur.
Tinggi badan untuk anak kurang dari 2 tahun
sering diistilahkan panjang badan. Pada bayi baru lahir, panjang badan
rata-rata +50 cm. Pada tahun pertama pertambahannya 1,25 cm/bulan (1,5 x
panjang badan lahir). Penambahan tersebut berangsur-angsur berkurang sampai
usia 9 tahun yaitu hanya sekitar 5 cm/tahun. Baru pada masa pubertas ada
peningkatan pertumbuhan tinggi badan yang cukup cepat yaitu pada wanita 5-25
cm/tahun sedangkan laki-laki sekitar 10-30 cm/tahun. Pertambahan tinggi badan
akan berhenti pada usia 18-20 tahun.
Seperti halnya berat badan, tinggi badan juga
dapat diperkirakan berdasarkan rumus dari Behrman (1992) yaitu :
• Perkiraan panjang lahir ; 50 cm
• Perkiraan panjang badan usia 1 tahun = 1,5 x Panjang
Badan Lahir
• Perkiraan tinggi badan usia 2 – 12 tahun = (Umur x 6) +
77 = 6n + 77
Keterangan : n adalah
usia anak dalam tahun, bila usia lebih 6
bulan dibulatkan keatas, bila 6 bulan atau kurang dihilangkan.
c.Pengukuran lingkar Kepala
Ukuran lingkar kepala dimaksudkan untuk
menaksir pertumbuhan otak. Pertumbuhan ukuran lingkar kepala umumnya mengikuti
pertumbuhan otak sehingga bila ada hambatan/ gangguan pertumbuhan lingkar
kepala, pertumbuhan otak biasanya juga terhambat. Berat otak janin saat
kehamilan 20 minggu diperkirakan 100 gr, waktu lahir sekitar 350 gram, pada
usia 1 tahun hampir mencapai 3 kali lipat yaitu 925 gram atau mencapai 75% dari
berat seluruhnya. Pada usia 3 tahun sekitar 1100 gr dan pada 6 tahun
pertumbuhan otak telah mencapai 90% (1260 gr). Pada usia dewasa, berat otak
mencapai 1400 gr.
Secara normal pertambahan ukuran lingkar
kepala setiap tahap relatif konstan dan tidak dipengaruhi oleh faktor ras,
bangsa dan letak geografi. Saat lahir ukuran lingkar kepala normalnya 34-35 cm.
Kemudian bertambah + 0,5 cm/bulan pada bulan pertama atau menjadi + 44 cm. Pada
6 bulan pertama, pertumbuhan lingkar kepala paling cepat dibanding tahap
berikutnya kemudian tahun-tahun pertama lingkar kepala bertambah tidak lebih
dari 5 cm/th. Pada dua tahun pertama, pertumbuhan otak relatif pesat.Setelah
itu sampai usia 18 tahun lingkar kepala hanya bertambah + 10 cm.
Pertambahan yang relatif konstan juga dapat
diketahui dari proporsi besar kepala dengan panjang badan. Saat lahir kepala
berukuran seperempat (¼) bagian dari pan- jang badan dan setelah dewasa besar
kepala hanya seperdelapan (1/8) dari panjang badan. Oleh karena itu lingkar
kepala ini hanya efektif pada 6 bulan pertama sampai umur 2-3 tahun, kecuali
pada keadaan tertentu seperti bentuk kepala yang besar pada anak yang menderita
Hidrocephalus.
Pengukuran lingkar kepala lebih sulit bila
dibandingkan dengan ukuran antropometri lainnya dan jarang dilakukan pada
balita, kecuali bila ada kecurigaan pertumbuhan yang tidak normal. Namun alat
yang dibutuhkan cukup sederhana yaitu dengan pita pengukuran (meteran).
Cara yang mudah untuk mengetahui pertumbuhan
lingkar kepala adalah dengan melihat kurva lingkar kepala pada Kartu Tumbuh
Kembang Anak. Kurva ini dibedakan antara laki-laki dan perempuan.
d.Lingkar Lengan Atas (LLA, lila)
Pertambahan lingkar lengan atas ini relatif
lambat. Saat lahir, lingkar lengan atas sekitar 11 cm dan pada tahun pertama
lingkar lengan atas menjadi 16 cm. Selanjutnya tidak banyak berubah sampai usia
3 tahun.
Ukuran lingkar lengan atas mencerminkan pertumbuhan
jaringan lemak dan otot, yang tidak terpengaruh oleh keadaan cairan tubuh dan
berguna untuk menilai keadaan gizi dan pertumbuhan anak pra sekolah. Keuntungan
pengukuran lingkar lengan atas adalah murah, mudah karena gampang
menggunakannya dan bisa dibuat sendiri, siapa saja dapat melakukannya. Namun
kadang-kadang hasil pengukuran kurang akurat karena sukar untuk mengukur lila
tanpa menekan jaringan.
Pada praktiknya, pengukuran lila jarang
digunakan kecuali ada gangguan pertumbu- han atau gangguan gizi yang berat,
sehingga pengukuran lila hanya efektif pada usia dibawah 3 tahun (usia
prasekolah).
KARTU MENUJU SEHAT (KMS)
Kartu Menuju Sehat (KMS) adalah suatu
kartu/alat penting yang digunakan untuk memantau pertumbuhan dan perkembangan
anak (Soetjiningsih, 2002). KMS balita yaitu kartu yang memuat grafik
pertumbuhan serta indicator perkembangan yang bermanfaat untuk mencatat dan
memantau tumbuh kembang balita setiap bulan, sejak lahir sampai berusia lima
tahun.
KMS berisi tentang gambar kurva berat badan terhadap umur untuk anak
usia 0-5 tahun, atribut penyuluhan, dan catatan yang penting untuk diperhatikan
oleh petugas dan orang tua, seperti riwayat kelahiran anak, pemberian ASI dan
makanan tambahan, pemberian imunisasi dan vitamin A, penatalaksanaan diare di
rumah, serta patokan sederhana tentang perkembangan psikomotorik anak.
Tujuan penggunaan KMS adalah mewujudkan tingkat tumbuh kembang dan
status kesehatan anak balita secara optimal serta alat bantu bagi ibu atau
orang tua memantau tingkat pertumbuhan dan perkembangan anaknya.
Ada beberapa fungsi
KMS sebagai berikut:
1.
Sebagai media untuk
mencatat/memantau riwayat kesehatan balita secara lengkap.
2.
Sebagai media penyuluhan
bagi orangtua tentang kesehatan balita
3.
Sebagai sarana pemantauan
yang dapat digunakan bagi petugas untuk menentukan tindakan pelayanan kesehatan
dan gizi terbaik balita.
4.
Sebagai kartu analisa tumbuh
kembang balita
Dari pengukuran kurva pertumbuhan berat badan, dapat diinterpretasikan
hasil sebagai berikut:
1.
Bila pada pengukuran arah
garis meningkat (mengikuti arah kurva), berarti pertumbuhan anak baik.
2.
Bila pada pengukuran arah
garis mendatar, berarti pertumbuhan anak kurang baik sehingga anak memerlukan
perhatian khusus.
3.
Bila pada pengukuran arah
garis menurun, berarti anak memerlukan tindakan segera.
a.
Contoh KMS
b.
Contoh KMS online
4.Deteksi Dini Penyimpangan Perkembangan
1.Jenis Instrumen
yang digunakan
Deteksi dini penyimpangan perkembangan yaitu
untuk mengetahui gangguan perkembangan anak (keterlambatan), gangguan daya
lihat, gangguan daya dengar. Pertumbuhan ditujukan untuk kematangan fisik,
sedangkan perkembangan lebih ditujukan untuk membuat fisik mempunyai arti/makna
dalam hidup. Penilaian perkembangan anak banyak model dan macamnya. Meskipun
begitu perlu adanya parameter atau patokan-patokan tertentu sehingga dapat
dilakukan perbandingan secara konsisten. Banyak parameter atau tes untuk
perkembangan anak misalnya test IQ, test psikomotorik, test prestasi dan
lain-lain.
Untuk upaya deteksi perkembangan di tingkat puskesmas,
jenis instrumen yang digunakan adalah
a.
Kuesioner Pra skrining
Perkembangan (KPSP)
b. Tes Daya Lihat (TDL)
c.
Tes Daya Dengar Anak
(TDD)
d. Denver Denelopment Screening Test (DDST)
Deteksi perkembangan dengan instrumen KPSP, TDL dan TDD dapat dilakukan
oleh semua tenaga kesehatan dan guru TK terlatih. Bahkan keluarga dan
masyarakat bisa melakukan upaya deteksi perkembangan dengan menggunakan Buku
KIA.
Selain instrumen tersebut di atas, ada instrumen perkembangan yang juga
sudah luas pemakaiannya. Instrumen tersebut dikenal dengan DDST (Denver
Developmental Screening Test) yaitu salah satu tes atau metode skrining yang
sering digunakan untuk menilai perkembangan anak mulai usia 1 bulan sampai 6
tahun. Perkemban- gan yang dinilai meliputi perkembangan personal sosial,
motorik halus, bahasa dan motorik kasar. DDST merupakan salah satu tes
psikomotorik yang sering digunakan di klinik/ rumah sakit bagian tumbuh kembang
anak. DDST ini mudah dan cepat penggunaannya serta mempunyai validitas yang
relatif tinggi. Setiap kemampuan/tugas dari masing-masing aspek perkembangan
digambarkan dalam bentuk kotak persegi yang berurutan sesuai usia anak.
Sedangkan berdasarkan buku Pedoman Deteksi Tumbuh Kembang yang disusun
oleh Departemen Kesehatan tersebut, tes perkembangan yang dapat dilakukan
adalah Kuesioner Pra Skrining Perkembangan, Kuesioner Perilaku Anak Prasekolah,
Tes Daya Lihat dan Tes Kesehatan Mata, serta Tes Daya Dengar Anak. Berikut ini akan
dijelaskan secara singkat masing-masing tes yaitu KPSP, TDL, TDD, DDST.
a.Kuesioner Pra skrining Perkembangan (KPSP)
KPSP adalah merupakan suatu daftar pertanyaan singkat yang ditujukan
pada orang tua dan dipergunakan sebagai alat untuk melakukan skrining
pendahuluan untuk perkembangan anak usia 0-72 bulan. Tujuannya adalah untuk
skrining/pemeriksaan perkembangan anak normal atau ada penyimpangan. Skrining/
pemeriksaan dapat dilakukan oleh tenaga kesehatan, guru TK/ PAUD terlatih.
Alat yang diperlukan untuk pemeriksaan adalah:
1.
formulir KPSP sesuai umur
anak
2.
Kertas
3.
Pensil
4.
Bola karet atau plastic
seukuran bola tenis
5.
Kerincingan
6.
Kubus berukuran sis 2,5 cm
sebanyak 6 buah
7.
Benda-benda kecil seperti
kismis/potongan biscuit kecil berukuran 0,5 – 1 cm
Daftar pertanyaan KPSP berjumlah 10 nomor
yang menjadi dua yaitu pertanyaan yang harus dijawab oleh ortu/pengasuh dan
perintah yang harus dilakukan sesuai dengan pertanyaan pada KPSP. Pertanyaan
dalam KPSP harus dijawab ‗ya‘ atau ‗tidak‘ oleh orang tua. Interpretasi hasil
pemeriksaan KPSP.
FORMULIR
KUESIONER PRA SKRINING PERKEMBANGAN
|
Kuesioner Praskrining untuk Bayi 3 bulan 1.
Pada
waktu bayi telentang, apakah masing-masing lengan dan tungkai bergerak dengan
mudah? Jawab TIDAK bila salah satu atau kedua tungkai atau lengan bayi
bergerak tak terarah/tak terkendali. 2.
Pada
waktu bayi telentang apakah ia melihat clan menatap wajah anda? 3.
Apakah
bayi dapat mengeluarkan suara-suara lain (ngoceh), disamping menangis? 4.
Pada
waktu bayi telentang, apakah ia dapat mengikuti gerakan anda dengan
menggerakkan kepalanya dari kanan/kiri ke tengah? 5.
Pada
waktu bayi telentang, apakah. ia dapat mengikuti gerakan anda dengan
menggerakkan kepalanya dari satu sisi hampir sampai pada sisi yang lain? |
6.
Pada waktu anda mengajak
bayi berbicara dan tersenyum,apakah ia tersenyum kembali kepada anda?
7.
Pada waktu bayi telungkup di
alas yang datar, apakah ia dapat mengangkat kepalanya
seperti pada gambar
ini?
8.
Pada waktu bayi telungkup di
alas yang datar, apakah ia dapat mengangkat kepalanya sehingga membentuk sudut
45° seperti pada gambar ?
9.
dengan tegak seperti
pada gambar?
10. Apakah bayi suka tertawa keras walau tidak digelitik atau
diraba-raba?
Kuesioner Praskrining untuk Bayi 6 bulan
1.
Pada waktu bayi telentang,
apakah ia dapat mengikuti gerakan anda dengan menggerakkan kepala sepenuhnya
dari satu sisi ke sisi yang lain?
2.
Dapatkah bayi mempertahankan
posisi kepala dalam keadaan tegak clan stabil? Jawab TIDAK bila kepala bayi
cenderung jatuh ke kanan/kiri atau ke dadanya
3.
Sentuhkan pensil di punggung
tangan atau ujung jari bayi. (jangan
meletakkan diatas telapak tangan bayi). Apakah bayi dapat
menggenggam pensil itu selama beberapa detik?
4.
Ketika bayi telungkup di
alas datar, apakah ia dapat mengangkat dada dengan kedua lengannya sebagai
penyangga seperti padA gambar ?
5.
Pernahkah bayi mengeluarkan
suara gembira bernada tinggi atau memekik tetapi bukan menangis?
6.
Pernahkah bayi berbalik
paling sedikit dua kali, dari telentang ke telungkup atau sebaliknya?
7.
Pernahkah anda melihat bayi
tersenyurn ketika melihat mainan yang lucu, gambar atau binatang peliharaan
pada saat ia bermain sendiri?
8.
Dapatkah bayi mengarahkan
matanya pada benda kecil sebesar kacang, kismis atau uang logam? Jawab TIDAK
jika ia tidak dapat mengarahkan matanya.
9.
Dapatkah bayi meraih mainan
yang diletakkan agak jauh namun masih berada dalam jangkauan tangannya?
10.
Kuesioner Praskrining untuk Bayi 9 bulan
1.
Pada posisi bayi telentang,
pegang kedua tangannya lalu tarik perlahan-lahan ke posisi clucluk. Dapatkah
bayi mempertahankan lehernya secara kaku seperti gambar di sebelah kiri ? Jawab
TIDAK bila kepala bayi jatuh kembali seperti gambar sebelah kanan.
2.
Pernahkah anda melihat bayi
memindahkan mainan atau kue kering dari satu tangan ke tangan yang lain?
Benda-benda panjang seperti sendok atau kerincingan bertangkai tidak ikut
dinilai.
3.
Tarik perhatian bayi dengan
memperlihatkan selendang, sapu tangan atau serbet, kemudian jatuhkan ke lantai.
Apakah bayi mencoba mencarinya? Misalnya mencari di bawah meja atau di belakang
kursi?
4.
Apakah bayi dapat memungut
dua benda seperti mainan/kue kering, dan masingmasing tangan memegang satu
benda pada saat yang sama? Jawab TIDAK bila bayi tidak pernah melakukan
perbuatan ini.
5.
Jika anda mengangkat bayi
melalui ketiaknya ke posisi berdiri, dapatkah ia menyangga sebagian berat badan
dengan kedua kakinya? Jawab YA bila ia mencoba berdiri dan sebagian berat badan
tertumpu pada kedua kakinya.
6.
Dapatkah bayi memungut
dengan tangannya benda-benda kecil seperti kismis, kacang-kacangan, potongan
biskuit, dengan gerakan miring atau menggerapai seperti gambar ?
7.
8.
Apakah bayi dapat makan kue
kering sendiri?
9.
Pada waktu bayi bermain
sendiri dan anda diam-diam datang berdiri di belakangnya, apakah ia menengok ke
belakang seperti mendengar kedatangan anda? Suara keras tidak ikut dihitung.
Jawab YA hanya jika anda melihat reaksinya terhadap suara yang perlahan atau
bisikan.
10. Letakkan suatu mainan yang dinginkannya di luar jangkauan
bayi, apakah ia mencoba mendapatkannya dengan mengulurkan lengan atau badannya?
Kuesioner Praskrining untuk Bayi 12 Bulan
1.
Jika anda bersembunyi di
belakang sesuatu/di pojok, kemudian muncui dan menghilang secara berulang-ulang
di hadapan anak, apakah ia mencari anda atau mengharapkan anda muncul
kembali?
2.
Letakkan pensil di telapak
tangan bayi. Coba ambil pensil tersebut dengan perlahanlahan. Sulitkah anda
mendapatkan pensil itu kembali?
3.
Apakah anak dapat berdiri
selama 30 detik atau lebih dengan berpegangan pada kursi/meja?
4.
Apakah anak dapat mengatakan
2 suku kata yang sama, misalnya: ―ma-ma‖, ―da-da‖ atau ―pa-pa‖. Jawab YA bila
ia mengeluarkan salah—satu suara tadi.
5.
Apakah anak dapat mengangkat
badannya ke posisi berdiri tanpa bantuan anda?
6.
Apakah anak dapat membedakan
anda dengan orang yang belum ia kenal? la akan menunjukkan sikap malu-malu atau
ragu-ragu pada saat permulaan bertemu dengan orang yang belum dikenalnya.
7.
Apakah anak dapat mengambil
Benda kecil seperti kacang atau kismis, dengan meremas di antara ibu jari dan
jarinya seperti pada gambar?
8.
Apakah anak dapat duduk
sendiri tanpa bantuan?
9.
Sebut 2-3 kata yang dapat
ditiru oleh anak (tidak perlu kata-kata yang lengkap). Apakah ia mencoba meniru
menyebutkan kata-kata tadi ?
10. Tanpa bantuan, apakah anak dapat mempertemukan dua kubus
kecil yang ia pegang? Kerincingan bertangkai dan tutup panel tidak ikut
dinilai.
Kuesioner Praskrining untuk 15 bulan
1.
Tanpa bantuan, apakah anak
dapat mempertemukan dua kubus kecil yang ia pegang? Kerincingan bertangkai dan
tutup, panci tidak ikut dinilai
2.
Apakah anak dapat jalan
sendiri atau jalan dengan berpegangan?
3.
Tanpa bantuan, apakah anak
dapat bertepuk tangan atau melambai-lambai? Jawab TIDAK bila ia membutuh
kemandirian kaq bantuan.
4.
5.
Dapatkah anak berdiri
sendiri tanpa berpegangan selama kira-kira 5 detik?
6.
7.
Apakah anak dapat
menunjukkan apa yang diinginkannya tanpa menangis atau merengek? Jawab YA bila
ia menunjuk, menarik atau mengeluarkan suara yang menyenangkan
8.
Apakah anak dapat berjalan
di sepanjang ruangan tanpa jatuh atau terhuyung-huyung?
9.
Apakah anak dapat mengambil
benda kecil seperti kacang, kismis, atau potongan biskuit dengan menggunakan
ibu seperti pada gambar ini
Kuesioner Praskrining untuk Anak 18 bulan
1.
Tanpa bantuan, apakah anak
dapat bertepuk tangan atau melambai-lambai? Jawab TIDAK bila ia membutuhkan
bantuan.
2.
Apakah anak dapat mengatakan
―papa‖ ketika ia memanggil/melihat ayahnya, atau mengatakan ―mama‖ jika
memanggil/melihat ibunya?
3.
Apakah anak dapat berdiri
sendiri tanpa berpegangan selama kira-kira 5 detik?
4.
Apakah anak dapat berdiri
sendiri tanpa berpegangan selama 30 detik atau lebih?
5.
Tanpa berpegangan atau
menyentuh lantai, apakah anak dapat membungkuk untuk memungut mainan di lantai
clan kemudian berdiri kembali?
6.
Apakah anak dapat
menunjukkan apa yang diinginkannya tanpa menangis atau merengek? Jawab YA bila
ia menunjuk, menarik atau mengeluarkan suara yang menyenangkan.
7.
Apakah anak dapat berjalan
di sepanjang ruangan tanpa jatuh atau terhuyung-huyung?
8.
Apakah anak anak dapat
mengambil benda kecil seperti kacang, kismis, atau potongan biskuit dengan
menggunakan ibu jari dan jari telunjuk seperti pada gambar ?
9.
Jika anda menggelindingkan
bola ke anak, apakah ia menggelindingkan/melemparkan kembali bola pada anda?
10. Apakah anak dapat memegang sendiri cangkir/gelas dan
minum dari tempat tersebut tanpa tumpah?
Kuesioner Praskrining untuk Anak 21 bulan
1.
2.
Apakah anak dapat
menunjukkan apa yang diinginkannya tanpa menangis atau merengek? Jawab YA bila
ia menunjuk, menarik atau mengeluarkan suara yang menyenangkan.
3.
Apakah anak dapat berjalan
di sepanjang ruangan tanpa jatuh atau terhuyung-huyung?
4.
Apakah anak dapat mengambil
benda kecil seperti kacang, kismis, atau potongan biskuit dengan menggunakan
ibu jari clan jari telunjuk seperti pada gambar ?
5.
Jika anda menggelindingkan
bola ke anak, apakah ia menggelindingkan/melemparkan kembali bola pada anda?
6.
Apakah anak dapat memegang
sendiri cangkir/gelas clan minum dari tempat tersebut tanpa tumpah?
7.
Jika anda sedang melakukan
pekerjaan rumah tangga, apakah anak meniru apa yang anda lakukan?
8.
Apakah anak dapat meletakkan
satu kubus di atas Gerak halus Ya Tida kubus yang lain tanpa menjatuhkan kubus
itu? Kubus yang digunakan ukuran 2.5-5.0 cm 9.Apakah anak dapat mengucapkan
paling sedikit 3 kata yang mempunyai arti selain
―papa‖ dan ―mama‖?.
10.Apakah anak dapat berjalan mundur 5
langkah atau lebih tanpa kehilangan keseimbangan? (Anda mungkin dapat
melihatnya ketika anak menarik mainannya) Kuesioner
Praskrining untuk Anak 24 bulan
1.
Jika anda sedang melakukan
pekerjaan rumah tangga, apakah anak meniru apa yang anda lakukan?
2.
Apakah anak dapat meletakkan
1 buah kubus di atas kubus yang lain tanpa menjatuhkan kubus itu? Kubus yang
digunakan ukuran 2.5 — 5 cm.
3.
Apakah anak dapat
mengucapkan paling sedikit 3 kata yang mempunyai arti selain "papa"
clan "mama"?
4.
Apakah anak dapat
berjalan mundur 5 langkah atau lebih tanpa kehilangankeseimbangan?
(Anda mungkin dapat
melihatnya ketika anak menarik mainannya).
5.
Dapatkah anak melepas
pakaiannya seperti: baju, rok, atau celananya? (topi clan kaos kaki tidak ikut
dinilai).
6.
Dapatkah anak berjalan naik
tangga sendiri? Jawab YA jika ia naik tangga dengan posisi tegak atau
berpegangan pada dinding atau pegangan tangga. Jawab TIDAK jika ia naik tangga
dengan merangkak atau anda tidak membolehkan anak naik tangga atau anak harus
berpegangan pada seseorang.
7.
Tanpa bimbingan, petunjuk
atau bantuan anda, dapatkah anak menunjuk dengan benar paling sedikit satu bagian
badannya (rambut, mata, hidung, mulut, atau bagian badan yang lain)?
8.
Dapatkah anak makan nasi
sendiri tanpa banyak tumpah?
9.
Dapatkah anak membantu
memungut mainannya sendiri atau membantu mengangkat piring jika diminta?
10.
Kuesioner Praskrining untuk Anak 30 bulan
1.
Dapatkah anak melepas
pakaiannya seperti: baju, rok, Sosialisasi & atau celananya? (topi clan
kaos kaki tidak ikut dinilai)
2.
Dapatkah anak berjalan naik
tangga sendiri? Jawab YA jika ia naik tangga dengan posisi tegak atau
berpegangan pada Binding atau pegangan tangga. Jawab TIDAK jika ia naik tangga
dengan merangkak atau anda tidak membolehkan anak naik tangga atau anak harus
berpegangan pada seseorang.
3.
Tanpa bimbingan, petunjuk
atau bantuan anda, dapatkah anak menunjuk dengan benar paling seclikit satu
bagian badannya (rambut, mata, hidung, mulut, atau bagian badan yang lain)?
4.
Dapatkah anak makan nasi
sendiri tanpa banyak tumpah?
5.
Dapatkah anak membantu
memungut mainannya sendiri atau membantu mengangkat piring jika diminta?
6.
Dapatkah anak menendang bola
kecil (sebesar bola tenis) Gerak kasar ke depan tanpa berpegangan pada apapun?
Mendorong tidak ikut dinilai.
7.
Bila diberi pensil, apakah
anak mencoret-coret kertas tanpa bantuan/petunjuk?
8.
Dapatkah anak meletakkan 4
buah kubus satu persatu di atas kubus yang lain tanpa menjatuhkan kubus itu?
Kubus yang digunakan ukuran 2.5 – 5 cm.
9.
Dapatkah anak menggunakan 2
kata pada saat berbicara seperti ―minta minum‖, ―mau tidur‖? ―Terimakasih‖ dan
―Dadag‖ tidak ikut dinilai.
10. Apakah anak dapat menyebut 2 diantara gambar-gambar ini
tanpa bantuan?
Kuesioner Praskrining untuk Anak 36 bulan
1.
Bila diberi pensil, apakah
anak mencoret-coret kertas tanpa bantuan/petunjuk?
2.
Dapatkah anak meletakkan 4
buah kubus satu persatu di atas kubus yang lain tanpa menjatuhkan kubus itu?
Kubus yang digunakan ukuran 2.5 – 5 cm.
3.
Dapatkah anak menggunakan 2
kata pada saat berbicara seperti ―minta minum‖; ―mau tidur‖? ―Terimakasih‖ dan
―Dadag‖ tidak ikut dinilai.
4.
5.
Dapatkah anak melempar bola
lurus ke arah perut atau dada anda dari jarak 1,5 meter?
6.
Ikuti perintah ini dengan
seksama. Jangan memberi isyarat dengan telunjuk atau mata pada saat memberikan
perintah berikut ini: ―Letakkan kertas ini di lantai‖.
―Letakkan kertas ini
di kursi‖.
―Berikan kertas ini
kepada ibu‖.
Dapatkah anak
melaksanakan ketiga perintah tadi?
7.
Buat garis lurus ke bawah
sepanjang sekurangkurangnya 2.5 cm. Suruh anak menggambar garis lain di samping
garis tsb.
8.
Letakkan selembar kertas
seukuran buku di lantai. Apakah anak dapat melompati bagian lebar kertas dengan
mengangkat kedua kakinya secara bersamaan tanpa didahului lari?
9.
Dapatkah anak mengenakan
sepatunya sendiri?
10. Dapatkah anak mengayuh sepeda roda tiga sejauh sedikitnya
3 meter?
Kuesioner Praskrining untuk Anak 42 bulan
1.
Dapatkah anak mengenakan
sepatunya sendiri?
2.
Dapatkah anak mengayuh
sepeda rods tiga sejauh sedikitnya 3 meter?
3.
Setelah makan, apakah anak
mencuci clan mengeringkan tangannya dengan balk sehingga anda ticlak perlu
mengulanginya?
4.
Suruh anak berdiri satu kaki
tanpa berpegangan. Jika perlu tunjukkan caranya clan beri anak anda kesempatan
melakukannya 3 kali. Dapatkah ia mempertahankan keseimbangan dalam waktu 2
detik atau lebih?
5.
Letakkan selembar kertas
seukuran buku ini di lantai. Apakah anak dapat melompati panjang kertas ini
dengan mengangkat kedua kakinya secara bersamaan tanpa didahului lari?
6.
7.
Dapatkah anak meletakkan 8
buah kubus satu persatu di atas yang lain tanpa menjatuhkan kubus
tersebut?
Kubus yang digunakan
ukuran 2.5 – 5 cm.
8.
Apakah anak dapat bermain
petak umpet, ular naga atau permainan lain dimana ia ikut bermain clan
mengikuti aturan bermain?
9.
Dapatkah anak mengenakan
celana panjang, kemeja, baju atau kaos kaki tanpa di bantu? (Tidak termasuk
kemandirian memasang kancing, gesper atau ikat pinggang)
Kuesioner Praskrining untuk Anak 48 bulan
1.
Dapatkah anak mengayuh
sepeda roda tiga sejauh sedikitnya 3 meter?
2.
Setelah makan, apakah anak
mencuci dan mengeringkan tangannya dengan baik sehingga anda tidak perlu
mengulanginya?
3.
Suruh anak berdiri satu kaki
tanpa berpegangan. Jika perlu tunjukkan caranya dan beri anak anda kesempatan
melakukannya 3 kali. Dapatkah ia mempertahankan keseimbangan dalam waktu 2
detik atau lebih?
4.
Letakkan selembar kertas
seukuran buku ini di lantai. Apakah anak dapat melompati panjang kertas ini
dengan mengangkat kedua kakinya secara bersamaan tanpa didahului lari?
5.
Jangan membantu anak dan
jangan menyebut lingkaran. Suruh anak menggambar seperti contoh ini di kertas
kosong yang tersedia. Dapatkah anak menggambar lingkaran?
6.
Dapatkah anak meletakkan 8
buah kubus satu persatu di atas yang lain tanpa menjatuhkan kubus tersebut?
Kubus yang digunakan
ukuran 2.5 – 5 cm.
7.
Apakah anak dapat bermain
petak umpet, ular naga atau permainan lain dimana ia ikut bermain dan mengikuti
aturan bermain?
8.
Dapatkah anak mengenakan
celana panjang, kemeja, baju atau kaos kaki tanpa di bantu? (Tidak termasuk
memasang kancing, gesper atau ikat pinggang)
9.
Dapatkah anak menyebutkan
nama lengkapnya tanpa dibantu? Jawab TIDAK jika ia hanya menyebutkan sebagian
namanya atau ucapannya sulit dimengerti.
Kuesioner Praskrining untuk Anak 54 bulan
1.
Dapatkah anak meletakkan 8
buah kubus satu persatu di atas yang lain tanpa menjatuhkan kubus tersebut?
Kubus yang digunakan ukuran 2-5 – 5 cm.
2.
Apakah anak dapat bermain
petak umpet, ular naga atau permainan lain dimana ia ikut bermain dan mengikuti
aturan bermain?
3.
Dapatkah anak mengenakan
celana panjang, kemeja, baju atau kaos kaki tanpa di bantu? (Tidak termasuk
memasang kancing, gesper atau ikat pinggang)
4.
Dapatkah anak menyebutkan
nama lengkapnya tanpa dibantu? Jawab TIDAK jika ia hanya menyebut sebagian
namanya atau ucapannya sulit dimengerti.
5.
Isi titik-titik di bawah ini
dengan jawaban anak. Jangan membantu kecuali mengulangi pertanyaan.
"Apa yang kamu
lakukan jika kamu kedinginan?"
"Apa yang kamu
lakukan jika kamu lapar?"
"Apa yang kamu
lakukan jika kamu lelah?"
Jawab YA biia anak
merjawab ke 3 pertanyaan tadi dengan benar, bukan dengan gerakan atau
isyarat.
Jika kedinginan, jawaban
yang benar adalah "menggigil" ,"pakai mantel‘ atau "masuk
kedalam rumah‘.
Jika lapar, jawaban
yang benar adalah "makan"
Jika lelah, jawaban
yang benar adalah "mengantuk", "tidur",
"berbaring/tidur-tiduran", "istirahat" atau "diam
sejenak"
6.
Apakah anak dapat
mengancingkan bajunya atau pakaian boneka?
7.
8.
Jangan mengoreksi/membantu
anak. Jangan menyebut kata "lebih panjang".
Perlihatkan gambar
kedua garis ini pada anak. Tanyakan:
"Mana garis yang lebih panjang?"
Minta anak menunjuk
garis yang lebih panjang.
Setelah anak
menunjuk, putar lembar ini dan ulangi pertanyaan tersebut.
Setelah anak menunjuk, putar lembar ini
lagi dan ulangi pertanyaan tadi. Apakah
anak dapat menunjuk garis yang lebih panjang sebanyak 3 kali dengan benar?
9.
Jangan membantu anak dan
jangan memberitahu nama gambar ini, suruh anak menggambar seperti contoh ini di
kertas kosong yang tersedia. Berikan 3 kali kesempatan. Apakah anak dapat
menggambar seperti contoh ini?
10. Ikuti perintah ini dengan seksama. Jangan memberi isyarat
dengan telunjuk atau mats pads saat memberikan perintah berikut ini:
"Letakkan kertas ini di atas lantai".
"Letakkan kertas ini di bawah kursi".
"Letakkan kertas
ini di belakang kamu"
Jawab YA hanya jika
anak mengerti arti "di atas", "di bawah", "di
depan" dan "di belakang‖
Kuesioner
Praskrining untuk Anak 60 bulan
1.
Isi titik-titik di bawah ini
dengan jawaban anak. Jangan membantu kecuali mengulangi pertanyaan.
―Apa yang kamu
lakukan jika kamu kedinginan?‖
―Apa yang kamu
lakukan jika kamu lapar?‖
―Apa yang kamu
lakukan jika kamu lelah?‖
Jawab YA biia anak
merjawab ke 3 pertanyaan tadi dengan benar, bukan dengan gerakan atau isyarat.
Jika kedinginan,
jawaban yang benar adalah ―menggigil‖ ,‖pakai mantel‘ atau ―masuk kedalam
rumah‘.
Jika lapar, jawaban
yang benar adalah ―makan‖
Jika lelah, jawaban
yang benar adalah ―mengantuk‖, ―tidur‖, ―berbaring/tidurtiduran‖, ―istirahat‖
atau ―diam sejenak‖
2.
Apakah anak dapat
mengancingkan bajunya atau pakaian boneka?
3.
Suruh anak berdiri satu kaki
tanpa berpegangan. Jika perlu tunjukkan caranya dan beri anak ands kesempatan
melakukannya 3 kali. Dapatkah ia mempertahankan keseimbangan dalam waktu 6
detik atau lebih?
4.
Jangan mengoreksi/membantu
anak. Jangan menyebut kata ―lebih panjang‖.
|
Perlihatkan gambar
kedua garis ini pada anak. Tanyakan:
―Mana garis yang lebih panjang?‖ Minta
anak menunjuk garis yang lebih panjang. Setelah
anak menunjuk, putar lembar ini dan ulangi pertanyaan tersebut. Setelah anak
menunjuk, putar lembar ini lagi dan ulangi pertanyaan tadi. Apakah anak dapat
menunjuk garis yang lebih panjang sebanyak 3 kali dengan benar? 5.
6.
Ikuti
perintah ini dengan seksama. Jangan memberi isyarat dengan telunjuk atau mats
pads saat memberikan perintah berikut ini: ―Letakkan kertas ini di atas
lantai‖. ―Letakkan kertas ini di bawah kursi‖. ―Letakkan kertas ini di depan
kamu‖ ―Letakkan
kertas ini di belakang kamu‖ Jawab
YA hanya jika anak mengerti arti ―di atas‖, ―di bawah‖, ―di depan‖ dan ―di
belakang‖ 7.
Apakah
anak bereaksi dengan tenang dan tidak rewel (tanpa menangis atau menggelayut
pada anda) pada saat anda meninqgalkannya? 8.
Jangan
menunjuk, membantu atau membetulkan, katakan pada anak : ―Tunjukkan segi
empat merah‖ ―Tunjukkan segi
empat kuning‖ ‗Tunjukkan
segi empat biru‖ ―Tunjukkan segi empat hijau‖ Dapatkah
anak menunjuk keempat warna itu dengan benar? 9.
Suruh
anak melompat dengan satu kaki beberapa kali tanpa berpegangan (lompatan
dengan dua kaki tidak ikut dinilai). Apakah ia dapat melompat 2-3 kali dengan
satu kaki? 10. Dapatkah anak sepenuhnya berpakaian
sendiri tanpa bantuan? Kuesioner Praskrining untuk Anak 66 bulan 1.Jangan
membantu anak dan jangan memberitahu nama gambar ini, suruh anak menggambar
seperti contoh ini di kertas kosong yang tersedia. Berikan 3 kali kesempatan.
Apakah anak dapat menggambar seperti contoh ini? |
|
2.
Ikuti
perintah ini dengan seksama. Jangan memberi isyarat dengan telunjuk atau mats
pads saat memberikan perintah berikut ini: "Letakkan kertas ini di atas
lantai". "Letakkan kertas
ini di bawah kursi". "Letakkan
kertas ini di depan kamu" "Letakkan
kertas ini di belakang kamu" Jawab
YA hanya jika anak mengerti arti "di atas", "di bawah",
"di depan" dan "di belakang‖
3.
Apakah
anak bereaksi dengan tenang dan tidak rewel (tanpa menangis atau menggelayut
pada anda) pada saat anda meninqgalkannya?
4.
Jangan
menunjuk, membantu atau membetulkan, katakan pada anak : "Tunjukkan
segi empat merah" "Tunjukkan
segi empat kuning" ‗Tunjukkan
segi empat biru‖ "Tunjukkan
segi empat hijau" Dapatkah
anak menunjuk keempat warna itu dengan benar?
5.
Suruh
anak melompat dengan satu kaki beberapa kali tanpa berpegangan (lompatan
dengan dua kaki tidak ikut dinilai). Apakah ia dapat melompat 2-3 kali dengan
satu kaki? 6.
Dapatkah
anak sepenuhnya berpakaian sendiri tanpa bantuan? 7.
Suruh
anak menggambar di tempat kosong yang tersedia. Katakan padanya:
"Buatlah gambar orang". Jangan memberi
perintah lebih dari itu. Jangan bertanya/ mengingatkan anak bila ada bagian
yang belum tergambar. Dalam memberi nilai, hitunglah berapa bagian tubuh yang
tergambar. Untuk bagian tubuh yang berpasangan seperti mata, telinga, lengan
dan kaki, setiap pasang dinilai satu bagian. Dapatkah anak menggambar
sedikitnya 3 bagian tubuh? 8.
Pada
gambar orang yang dibuat pada nomor 7, dapatkah anak menggambar sedikitnya 6
bagian tubuh? 9.
Tulis
apa yang dikatakan anak pada kalimat-kalimat yang belum selesai ini, jangan
membantu kecuali mengulang pertanyaan:
"Jika kuda
besar maka tikus ……… "Jika api
panas maka es ……… "Jika
ibu seorang wanita maka ayah seorang ………
Apakah
anak menjawab dengan benar (tikus kecil, es dingin, ayah seorang pria) ? 10. Apakah anak dapat menangkap bola kecil
sebesar bola tenis/bola kasti hanya dengan menggunakan kedua tangannya? (Bola
besar tidak ikut dinilai). |
|
Kuesioner Praskrining untuk Anak 72 bulan 1.
Jangan
menunjuk, membantu atau membetulkan, katakan pada anak : ―Tunjukkan segi
empat merah‖ ―Tunjukkan segi
empat kuning‖ ―Tunjukkan segi
empat biru‖ ―Tunjukkan
segi empat hijau‖ Dapatkah
anak menunjuk keempat warna itu dengan benar?
2.
Suruh
anak melompat dengan satu kaki beberapa kali tanpa berpegangan (lompatan
dengan dua kaki tidak ikut dinilai). Apakah ia dapat melompat 2-3 kali dengan
satu kaki? 3.
Dapatkah
anak sepenuhnya berpakaian sendiri tanpa bantuan? 4.
Suruh
anak menggambar di tempat kosong yang tersedia. Katakan padanya:
"Buatlah gambar orang". Jangan memberi
perintah lebih dari itu. Jangan bertanya/ mengingatkan anak bila ada bagian
yang belum tergambar. Dalam memberi nilai, hitunglah berapa bagian tubuh yang
tergambar. Untuk bagian tubuh yang berpasangan seperti mata, telinga, lengan
dan kaki, setiap pasang dinilai satu bagian. Dapatkah anak menggambar
sedikitnya 3 bagian tubuh? 5.
Pada
gambar orang yang dibuat pads nomor 7, dapatkah anak menggambar sedikitnya 6
bagian tubuh? 6.
Tulis
apa yang dikatakan anak pada kalimat-kalimat yang belum selesai ini, jangan
membantu kecuali mengulang pertanyaan:
"Jika
kuda besar maka tikus "Jika
api panas maka es "Jika
ibu seorang wanita maka ayah seorang
Apakah
anak menjawab dengan benar (tikus kecil, es dingin, ayah seorang pria) ? 7.
Apakah
anak dapat menangkap bola kecil sebesar bola tenis/bola kasti hanya dengan
menggunakan kedua tangannya? (Bola besar tidak ikut dinilai). 8.
Suruh
anak berdiri satu kaki tanpa berpegangan. Jika perlu tunjukkan caranya clan beri anak ands kesempatan melakukannya
3 kali. Dapatkah ia mempertahankan keseimbangan dalam waktu 11 detik atau
lebih? 9.
Jangan
membantu anak clan jangan memberitahu nama gambar ini, Suruh anak menggambar
seperti contoh ini di kertas kosong yang tersedia- Berikan 3 kali
kesempatan. Apakah
anak dapat menggambar seperti contoh ini?
|
10. lsi titik - titik di bawah ini dengan jawaban anak.
Jangan membantu kecuali mengulangi pertanyaan sampai 3 kali bila anak
menanyakannya. "Sendok dibuat dari apa? " "Sepatu dibuat dari apa?" "Pintu dibuat dari apa?" Apakah anak dapat menjawab ke 3
pertanyaan di atas dengan benar? Sendok dibuat dari besi, baja, plastik, kayu. Sepatu dibuat dari kulit, karet, kain,
plastik, kayu. Pintu dibuat dari kayu, besi, kaca.
Bila jawaban ‗ya‘ berjumlah 9-10,
berarti anak normal sesuai tahap perkembangan. Jawaban ‗ya‘ berarti anak bisa,
pernah, sering atau kadang-kadang melakukan. Bila jawaban ‗ya‘ kurang dari 9
perlu diteliti tentang: Cara menghitung usia dan kelompok pertanyaannya, apakah
sudah sesuai. Kesesuaian jawaban orang tua dengan maksud pertanyaan. Apabila ada kesalahan, maka pemeriksaan harus
diulang. Bila setelah diteliti, jawaban ‗ya‘ berjumlah 7-8 berarti meragukan
dan perlu diperiksa ulang 2 minggu kemudian dengan pertanyaan yang sama. Jika
jumlah jawaban tetap sama, kemungkinan ada penyimpangan. Bila jawaban ‗ya‘
berjumlah 6 atau kurang berarti ada penyimpangan. Anak perlu dirujuk ke rumah
sakit untuk keperluan pemeriksaaan lebih lanjut.
b.Test daya Lihat (TDL)
Tes ini merupakan alat untuk memeriksa ketajaman daya lihat serta
kelainan mata. Tujuan tes ini untuk mendeteksi secara dini adanya kelainan daya
lihat pada usia prasekolah, sehingga bila ada penyimpangan dapat segera ditangani.
Dengan demikian kesempatan untuk memperoleh ketajaman daya lihat menjadi lebih
besar. Tes ini dilakukan tiap 6 bulan pada anak prasekolah umur 36-72 bulan,
dapat dilakukan oleh tenaga kesehatan, guru TK / PAUD terlatih dan petugas
terlatih lainnya.
Untuk melakukan tes daya lihat, diperlukan ruangan yang bersih dan
tenang serta dengan penyinaran yang baik, kursi untuk anak dan pemeriksa, alat
penunjuk dan alat ‗kartu E‘ yang digantungkan setinggi anak duduk. ‗Kartu E‘
ini berisi huruf E yang terdiri dari 4 baris, yang mana baris pertama huruf E
berukuran paling besar kemudian berangsur-angsur mengecil pada baris keempat.
Jarak antara ‗kartu E‘ dan anak sekitar 3 meter.
Secara normal, anak dapat melihat huruf E pada baris ketiga. Apabila
anak tidak dapat melihat huruf E pada baris ketiga, maka perlu dirujuk untuk
mendapatkan pemeriksaan lebih lanjut. Kemungkinan anak mengalami gangguan daya
lihat.
Selain tes daya lihat, anak juga perlu diperiksa kesehatan matanya.
Perlu ditanyakan dan diperiksa adakah: Keluhan seperti mata gatal, panas,
penglihatan kabur, pusing. Perilaku seperti sering menggosok mata, membaca
terlalu dekat, sering mengedip-kedipkan mata. Kelainan mata seperti bercak
bitot, juling, mata merah dan keluar air. Bila ditemukan satu atau lebih
kelainan di atas, maka anak perlu dirujuk.
Jadwal tes daya lihat dilakukan setiap 6 bulan pada anak usia prasekolah
umur 36 sampai 72 bulan. Tes ini dilaksanakan oleh tenaga kesehatan, guru TK,
tenaga PADU dan petugas terlatih lainnya.
Alat/sarana yang
diperlukan adalah:
o Ruangan yang bersih, tenang dengan penyinaran yang baik oDua buah kursi, 1 untuk anak, 1 untuk pemeriksa.
o Poster ―E‖ untuk digantung dan kartu ―E‖ untuk dipegang
anak. oAlat penunjuk.
o Cara melakukan tes daya lihat : oPilih suatu ruangan
yang bersih dan tenang, dengan penyinaran yang baik.
o Gantungkan poster ―E‖ setinggi mata anak pada posisi
duduk. oLetakkan sebuah kursi sejauh 3 meter dari poster ―E‖,
menghadap ke poster ―E‖. oLetakkan sebuah kursi lainnya di samping poster ―E‖ untuk pemeriksa.
o Pemeriksa memberikan kartu ‖E‖ pada anak.. Latih anak
dalam mengarahkan kartu ‖E‖ menghadap atas, bawah, kiri dan kanan; sesuai yang
ditunjuk pada poster ‖E‖ oleh pemeriksa. Beri pujian setiap kali anak mau
melakukannya. Lakukan hal ini sampai anak dapat mengarahkan kartu ‖E‖ dengan
benar.
o Selanjutnya, anak diminta menutup sebelah matanya dengan
buku/kertas.
o Dengan alat penunjuk, tunjuk huruf ‖E pada poster, satu
persatu, mulai baris pertama sampai baris keempat atau baris ‖E‖ terkecil yang
masih dapat dilihat.
o Puji anak setiap kali dapat mencocokkan posisi kartu ‖E‖
yang dipegangnya dengan huruf ‖E‖ pada
poster. oUlangi pemeriksaan tersebut pada mata satunya dengan cara
yang sama.
o Tulis baris ‖E‖ terkecil yang masih dapat dilihat, pada
kertas yang telah disediakan :
Mata kanan : ………….
Mata kiri : …………
o Interpretasi:
Anak prasekolah
umumnya tidak mengalami kesulitan melihat sampai baris ketiga pada poster ‖E‖.
Bila kedua matan anak tidak dapat melihat baris ketiga poster ‖E‖, artinya
tidak dapat mencocokkan arah kartu ―E‖ yang dipegangnya dengan arah ―E‖ pada
baris ketiga yang ditunjuk oleh
pemeriksa, kemungkinan anak mengalami gangguan daya lihat.
o Intervensi:
Bila kemungkinan anak
mengalami gangguan daya lihat, minta anak datang lagi untuk pemeriksaan ulang.
Bila pada pemeriksaa berikutnya, anak tidak dapat melihat sampai baris yang
sama, atau tidak dapat melihat baris yang sama dengan kedua matanya, rujuk ke Rumah
Sakit dengan menuliskan mata yang mengalami gangguan (kanan, kiri atau
keduanya).
c. Test Daya Dengar
(TDD)
Tanpa pendengaran yang baik, anak tidak dapat belajar
berbicara atau mengikuti pelajaran sekolah dengan baik. Oleh karena itu perlu
deteksi secara dini fungsi pen- dengaran anak, sehingga kemampuan pendengaran
dan bicara anak dapat berkembang dengan baik. Tujuan TDD adalah untuk menemukan
gangguan pendengaran secara dini, agar segara dapat ditindaklanjuti untuk
meningkatkan kemampuan daya dengar dan bicara anak. Tes TDD dapat dilakukan
tiap 3 bulan pada bayi < 12 bulan dan tiap 6 bulan pada anak > 12 bulan
oleh tenaga kesehatan, guru TK / PAUD terlatih dan petugas terlatih lainnya.
Peralatan yang diperlukan adalah intrumen untuk TDD
sesuai usia anak, gambar binatang (ayam, anjing, kucing) dan manusia, mainan
(boneka, kubus, sendok, cangkir dan bola).
Tes Daya Dengar ini berupa pertanyaan-pertanyaan yang
disesuaikan dengan kelompok usia anak. Jawaban ‗ya‘ jika menurut orang
tua/pengasuh, anak dapat melakukan perintah dan jawaban ‗tidak‘ jika anak tidak
dapat atau tidak mau melakukan perintah. Jika anak dibawah 12 bulan, pertanyaan
ditujukan untuk kemampuan 1 bulan terakhir. Setiap pertanyaan perlu dijawab
‗ya.‘ Apabila ada satu atau lebih jawaban
‗tidak‘, berarti
pendengaran anak tidak normal, sehingga perlu pemeriksaan lebih lanjut.
INSTRUMEN TES DAYA DENGAR MENURUT UMUR ANAK
|
Umur 0 - 6 bulan : |
|
|
|
1.Pada waktu bayi tidur kemudian anda
berbicara atau membuat kegaduhan, apakah bayi akan bergerak atau terbangun
dari tidurnya ? |
Ya |
Tidak
|
|
2.Pada waktu bayi tidur
telentang dan anda duduk di dekat kepala bayi
pada posisi yang tidak terlihat oleh bayi, kemudian anda bertepuk
tangan dengan keras, apakah bayi terkejut atau mengerdipkan matanya atau
menegangkan tubuh sambil mengangkat kaki tangannya ke atas ? |
Ya |
Tidak
|
|
3.Apabila ada suara nyaring (misal
suara batuk, salak anjing, piring jatuh ke lantai dan lain-lainnya), apakah
bayi terkejut atau terlompat ? |
Ya |
Tidak
|
|
Umur 6 - 9 bulan : |
|
|
|
1.Pada waktu bayi sedang tidur,
kemudian anda berbicara atau membuat kegaduhan, apakah bayi akan bergerak
atau terbangun dari tidurnya ? |
Ya |
Tidak
|
|
2.Pada waktu bayi tidur
telentang dan anda duduk di dekat kepala bayi
pada posisi yang tidak terlihat oleh bayi, kemudian anda bertepuk
tangan dengan keras, apakah bayi terkejut atau mengerdipkan matanya atau
menegangkan tubuh sambil mengangkat kaki tangannya ke atas ? |
Ya |
Tidak
|
|
3.Apabila ada suara nyaring (suara
batuk, salak anjing, piring jatuh ke lantai dan lain-lainnya), apakah bayi
terkejut atau terlompat ? |
Ya |
Tidak
|
|
4.Anda berada di sisi yang
tidak terlihat oleh bayi, sebut namanya atau bunyikan sesuatu, apakah bayi
memalingkan kepala mencari sumber suara ? |
Ya |
Tidak
|
|
Umur 9 - 12 bulan : |
|
|
|
1.Pada waktu bayi tidur, kemudian anda
berbicara atau membuat kegaduhan, apakah bayi akan bergerak atau terbangun
dari tidurnya ? |
Ya |
Tidak
|
|
2.Pada waktu bayi
telentang dan anda duduk di dekat kepalanya pada posisi yang tidak terlihat
bayi, kemudian anda tepuk tangan dengan keras. Apakah bayi terkejut atau
mengerdipkan matanya atau menegangkan tubuh sambil mengangkat kaki tangannya
ke atas ? |
Ya |
Tidak
|
|
3.Apabila ada suara nyaring (suara
batuk, salak anjing, piring jatuh ke lantai dan lain-lainnya), apakah bayi
terkejut atau terlompat? |
Ya |
Tidak
|
|
4.Anda berada di samping
atau belakang bayi dan tidak terlihat oleh bayi, sebutkan namanya atau
bunyikan sesuatu, apakah bayi langsung memalingkan kepala ke arah sumber
suara tersebut di samping atau belakangnya ? |
Ya |
Tidak
|
|
Umur 12 - 24 bulan : |
|
|
|
1.Pada waktu anak tidur
kemudian anda berbicara atau membuat kegaduhan, apakah anak akan bergerak
atau terbangun dari tidurnya ? |
Ya
|
Tidak
|
|
2.Pada waktu anak tidur
telentang dan anda duduk di dekat kepala anak
pada posisi yang tidak terlihat oleh anak, kemudian anda bertepuk
tangan dengan keras, apakah anak terkejut atau mengerdipkan matanya atau
menegangkan tubuh sambil mengangkat kaki tangannya ke atas ? |
Ya
|
Tidak
|
|
3.Apabila ada suara nyaring (misal
suara batuk, salak anjing, piring jatuh ke lantai dan lain-lainnya), apakah
anak terkejut |
Ya
|
Tidak
|
|
atau
terlompat ? |
|
|
|
4.Tanpa terlihat oleh
anak. buat suara yang menarik perhatian anak, apakah anak langsung mengetahui
posisi anda sebagai sumber suara yang
berpindah-pindah ? |
Ya
|
Tidak
|
|
5.Ucapkan kata-kata yang mudah dan
sederhana, dapatkah anak menirukan anda ? |
Ya
|
Tidak
|
|
Umur 2 – 3 tahun: |
|
|
|
1.Tutup mulut anda dengan
buku/kertas, tanpa melihat gerakan bibir anda, tanyakan pada anak: ―Pegang
matamu―, ―Pegang kakimu‖. Apakah anak memegang mata dan kakinya dengan benar
? |
Ya
|
Tidak
|
|
2.Pilih gambar dari
majalah/buku bergambar. Tutup mulut anda dengan buku/kertas, tanpa melihat
gerakan bibir anda, tanyakan pada anak: ―Tunjukkan gambar kucing (atau
anjing, kuda, mobil, orang rumah, bunga, dan sebagainya)?‖ Dapatkah anak
menunjukkan gambar yang dimaksud dengan benar ? |
Ya
|
Tidak
|
|
3.Tutup mulut anda dengan buku/kertas,
tanpa melihat gerakan bibir anda, perintahkan anak untuk mengerjakan sesuatu
seperti: ―Berikan boneka itu kepada saya―,
―Taruh kubus-kubus ini di atas meja/kursi‖, dan sebagainya. Apakah anak dapat
mengerjakan perintah tersebut dengan benar ? |
Ya
|
Tidak
|
|
Umur lebih dari 3 tahun : |
|
|
|
1.Perlihatkan benda-benda
yang ada di sekeliling anak seperti sendok, cangkir, bola, bunga dan
sebagainya. Suruh anak menyebutkan nama benda-benda tersebut. Apakah anak
dapat menyebutkan nama benda-benda tersebut dengan benar ? |
Ya
|
Tidak
|
|
2.Suruh anak duduk, anda
duduk dalam jarak 3 meter di depan anak. Suruh anak mengulangi angka-angka
yang telah anda ucapkan: ―Empat‖, ―Satu‖, ―Delapan‖ atau menirukan dengan
menggunakan jari tangannya. Kemudian tutup mulut anda dengan buku/ketas,
ucapkan 4 angka yang berlainan. Apakah anak dapat mengulangi atau menirukan
ucapan anda dengan menggunakan jari tangannya ? (Anda dapat mengulanginya
dengan suara yang lebih keras |
Ya
|
Tidak
|
DENVER DEVELOPMENT SCREENING TEST (DDST) II
DDST adalah kegiatan atau pemeriksaan untuk menentukan secara dini
adanya penyimpangan tumbuh kembang pada balita dan anak prasekolah. DDST
merupakan salah satu metode skrining terhadap kelainan perkembangan anak, tes
ini bukanlah tes diagnostic atau tes IQ.
Pada tahun 1986,
Borrowitz menunjukkan bahwa DDST tidak dapat mengidentifikasikan lebih dari
separuh anak dengan kelainan bicara dan membuat revisi dan standarisasi kembali
DDST dan menambah tugas perkembangan pada sector bahasa. Hasil revisi DDST selanjutnya
dinamakan DDST II yang terdiri atas 125 butir dan terdiri dari 4 bagian yaitu:
1.
Personal sosial
2.
Kemampuan motorik halus,
yaitu koordinasi mata dan tangan dalam memanipulasi benda kecil atau pemecahan
masalah
3.
Bahas, pendengaran,
pemahaman dan penggunaan bahasa
4.
Motorik kasar, duduk,
berjalan, melompat dan gerakan lain yang melibatkan otot besar.
Tujuan:
1.
Menilai perkembangan anak
sesuai dengan usia
2.
Memantau anak terhadap
adanya kelainan
3.
Menjaring anak terhadap
adanya kelainan
4.
Memastikan apakah anak yang
diduga memiliki kelainan perkembangan memang benar-benar ada kelainan
Orang yang dapat melakukan stimulasi pada
anak
Orang yang dapat
melakukan stimulasi pada anak antara lain:
1.
Perawat di ruang anak
2.
Dokter anak
3.
Dokter umum
4.
Psikiater
5.
Psikolog
6.
Fisioterapis
7.
Guru di sekolah
8.
Bidan
9.
Keluarga di rumah
Aspek yang
dinilai
DENVER II terdiri
dari 125 item yang disusun dalam formulir menjadi 4 sektor yang meliputi:
1.Personal sosial
(perilaku sosial)
Aspek yang berhubungan dengan kemampuan
mandiri, bersosialisasi, dan berinteraksi dengan lingkungannya. 2.Adaptif motorik halus
Aspek yang berhubungan dengan kemampuan
anak dalam mengamati sesuatu, melakukan gerakan yang melibatkan bagian-bagian
tubuh tertentu dan dilakukan oleh otot-otot kecil, tetapi memerlukan koordinasi
yang cermat.
3.
Bahasa (language)
Aspek yang berhubungan dengan kemampuan
anak dalam mendengar, mengerti dan menggunakan bahasa serta kemampuan untuk
memberikan respon terhadap suara, mengikuti perintah dan berbicara
spontan.
4.
Motorik kasar
Aspek yang
berhubungan dengan berbagai gerakan umum otot besar, misalnya duduk, berjalan
dan sikap tubuh.
Hal yang harus
diperhatikan dalam pemeriksaan DDST II
1.
Dilakukan secara
kontiniu
2.
Bayi/anak didampingi ibu
atau pengasuh
3.
Bayi/anak dalam keadaan
santai
4.
Satu formulir digunakan beberapa kali pasa satu
anak
5.
Posisi bayi pada saat
pemeriksaan adalah dibaringkan di atas tempat tidur, sedangkan anak duduk di
kursi dengan lengan di atas meja. Prinsip
pemeriksaan DDST II
1.
Dilakukan secara bertahap
dan berkelanjutan, dimulai dari tahap perkembangan yang telah dicapai
anak.
2.
Menggunakan alat bantu
stimulasi yang sederhana
3.
Suasana pemeriksaan nyaman
dan bervariasi
4.
Memperhatikan gerakan
spontan anak
5.
Dilakukan secara wajar,
tanpa paksaan dan tidak menghukum
6.
Memberikan pujian jika anak
dapat melakukan tugas
7.
Semua alat bantu stimulasi
diletakkan di atas meja
8.
Tes dilakukan satu item demi
satu item
9.
Pada saat pemeriksaan, hanya
satu alat yang dipakai sesuai dengan tugas pada item tersebut.
Pelaksanaan DDST
II
a.Alat peraga
1.
Lembar formulir DDST II
2.
Benang wol merah
3.
Kismis/manik-manik
4.
Kubus merah, kuning, hijau,
biru 8-10 buah
5.
Boneka kecil dengan botol
susu
6.
Cangkir plastik dengan
gagang/pegangan
7.
Botol kaca bening kecil
8.
Bola tenis
9.
Bel kecil
10. Kertas
11. Pensil warna
12. Meja dan kursi
13. Meja periksa dengan kasur/selimut untuk bayi
b.Cara pengukuran atau pemeriksaan DDST II
1.
Tentukan usia anak pada saat
pemeriksaan
1.
Gunakan patokan 30 hari untuk 1 bulan, 12 bulan untuk 1 tahun.
2.
Jika dalam perhitungan usia
kurang dari 15 hari dibulatkan ke bawah
3.
Jika sama atau lebih dari 15
hari dibulatkan ke atas.
4.
Penyesuaian usia perlu
dilakukan pada kasus prematuritas anak yang lahirnya maju lebih dari dua minggu sebelum HPL.
5.
Contoh penghitungan usia
anak pada saat tes adalah sebagai berikut:
1.
Menghitung usia anak jika
tanggal dan bulan lahir kurang dari tanggal dan bulan tes
|
|
Tahun |
Bulan
|
Hari
|
|
Tanggal
tes |
2020
|
10 |
21 |
|
Tanggal
lahir |
2018
|
7 |
15 |
|
Usia
anak |
2
|
3 |
6 |
2.
Menghitung usia anak jika
tanggal dan bulan lahir kurang dari tanggal dan bulan tes
Tahun Bulan Hari 12 30 Tanggal tes 2021 2020 2 1 3 Tanggal lahir 2019 10 15 Usia anak 1 3 18
3.
Menghitung usia anak jika
tanggal dan bulan lahir kurang dari tanggal dan bulan tes
|
|
Tahun |
Bulan
|
Hari
|
|
Tanggal
tes |
2020
|
10 |
21 |
|
Tanggal
lahir |
2018
|
7 |
10 |
|
Usia anak |
2 |
3 |
11 |
|
Prematur
|
|
1 |
7 |
|
Usia penyesuaian |
2 |
2 |
4 |
2.
Tarik garis pada lembar DDST
II sesuai dengan usia yang sudah ditentukan.
3.
Lakukan pengukuran pada anak
untuk item-item dalam empat sektor dan berikan
penilaian pada setiap item yang dinilai.
Catatan: setiap item
boleh diuji coba sebanyak 3 kali pada anak sebelum dinyatakan gagal.
4.
Lakukan tugas perkembangan
untuk tiap sektor perkembangan dimulai dari sektor yang paling mudah yang
terletak di sebelah kiri garis umur, kemudian dilanjutkan sampai ke kanan garis
umur.
5.
Pada tiap sektor dilakukan
minimal 3 tugas perkembangan yang paling dekat di sebelah kiri garis umur serta
tiap tugas perkembangan yang ditembus garis umur.
6.
Bila anak tidak mampu
melakukan salah satu ujicoba pada langkah 5 (gagal; menolak; tidak ada
kesempatan), lakukan ujicoba tambahan ke sebelah kiri garis umur pada sector
yang sama sampai anak dapat lulus 3 tugas perkembangan
7.
Bila anak mampu melakukan
salah satu tugas pada langkah 5, lakukan tugas tambahan ke sebelah kanan garis
umur pada sector yang sama sampai anak gagal pada 3 tugas tambahan
perkembangan.
8.
Menilai:
1.Pass/lulus (P)
1.Anak melakukan tes dengan baik,
2.Atau ibu/pengasuh memberi laporan (tepat dan dapat
dpercaya bahwa anak dapat melakukannya)
2.Fail/Gagal (P)
1.Anak tidak dapat melakukan tes dengan baik atau
ibu/pengasuh memberi laporan bahwa anak tidak dapat melakukan dengan baik
3.No Opportunity (NO)
1.Anak tidak mempunyai kesempatan untuk melakukan tes
karena ada hambatan.
2.Skor ini hanya
boleh dipakai pada tes dengan tanda R
4.Refusal/ Menolak (R)
1.Anak menolak untuk
melakukan tes
9.Menginterpretasikan dan mendokumentasikan hasil Denver
II pada lembar formulir
1.
Normal
1.Tidak ada keterlambatan/delayed (F) atau paling banyak
terdapat 1 caution(C ).
2.Lakukan pemeriksaan pada control kesehatan berikutnya
sesuai jadwal
2.
Suspek
1.Jika didapatkan ≥ 2 caution atau ≥ 1 delayed
2.Caution dan delayed karena fail
(gagal)
3.Lakukan uji ulang dalam 1-2 minggu untuk menghilangkan
factor sesaat seperti rasa takut, sakit dan kelelahan
3.
Tidak dapat di tes
(untestable)
1.Jika terdapat 1 atau lebih skor delayed atau 2 caution
2.Caution dan delayed karena refusal (menolak) bukan
karena fail (gagal)
3.Sebelah kiri garis umur atau menolak pada > 1 uji
coba ditembus garis umur pada daerah 70-90 persentil.
4.Uji dalam 1-2
minggu
4.
Menentukan tindakan
selanjutnya apakah memerlukan tes kedua atau tidak
5.
Memberi informasi pada orang
tua tentang hasil DDST yang sudah dilakukan
6.
Melakukan pendokumentasian
secara keseluruhan tentang hasil DDST dan hasil observasi
7.
Membereskan alat
PERTEMUAN IX : DETEKSI
DINI PENYIMPANGAN MENTAL EMOSIONAL
5. Deteksi Dini
Penyimpangan Mental Emosional
Deteksi dini penyimpangan mental emosional yaitu untuk mengetahui adanya
masalah mental emosional, autisme, gangguan pemusatan perhatian dan
hiperaktivitas. Instrumen yang digunakan:
• Kuesioner Masalah Mental Emosional (KMME)
• Checklist for Autism in Toddlers (CHAT)
• Gangguan Pemusatan Perhatian dan Hiperaktivitas (GPPH)
a.Kuesioner Masalah Mental Emosional
Bertujuan untuk mendeteksi secara dini adanya penyimpangan/ masalah
mental emosional pada anak prasekolah. Instrumen yang digunakan adalah
Kuesioner Masalah Mental Emosional bagi anak umur 36 bulan sampai 72 bulan.
Jadwal deteksi dini masalah mental emosional adalah rutin setiap 6 bulan pada
anak umur 36 bulan sampai 72 bulan.
Jadwal ini
sesuai dengan jadwal
skrining/pemeriksaan perkembangan anak. Alat yang digunakan adalah Kuesioner
Masalah Mental Emosional (KMME) yang terdiri dari 12 pertanyaan untuk mengenali
problem mental emosional anak umur 36 bulan sampai 72 bulan.
Cara melakukan :
o Tanyakan setiap pertanyaan dengan lambat, jelas dan
nyaring, satu persatu perilaku yang tertulis pada KMME kepada orang
tua/pengasuh anak. oCatat jawaban YA, kemudian hitung jumlah
jawaban YA.
o Interpretasi :
Bila ada jawaban YA,
maka kemungkinan anak mengalami masalah mental emosional.
o Intervensi :
o Bila jawaban YA hanya 1 (satu) :
• Lakukan konseling kepada orang tua menggunakan Buku
Pedoman Pola Asuh Yang Mendukung Perkembangan Anak.
• Lakukan evaluasi setelah 3 bulan, bila tidak ada perubahan
rujuk ke Rumah Sakit yang memiliki fasilitas kesehatan jiwa/tumbuh kembang
anak.
o Bila jawaban YA ditemukan 2 (dua) atau lebih :
Rujuk ke Rumah Sakit
yang memiliki fasilitas kesehatan jiwa/tumbuh kembang anak. Rujukan harus
disertai informasi mengenai jumlah dan masalah mental emosional yang ditemukan.
Deteksi Dini Autis
Pada Anak Prasekolah.
o Tujuannya adalah untuk mendeteksi secara dini adanya
autis pada anak umur 18 bulan sampai 36 bulan.
o Jadwal deteksi dini autis pada anak prasekolah dilakukan
atas indikasi atau bila ada keluhan dari ibu/pengasuh atau ada kecurigaan tenaga kesehatan, kader kesehatan,
BKB, petugas PADU, pengelola TPA dan guru TK. Keluhan tersebut dapat berupa
salah satu atau lebih keadaan di bawah ini: oketerlambatan
berbicara ogangguan komunikasi/ interaksi sosial operilaku yang berulang-ulang
o Alat yang digunakan adalah CHAT (Checklist for Autism in Toddlers).
CHAT ini ada 2 jenis pertanyaan, yaitu:
• Ada 9 pertanyaan yang dijawab oleh orang tua/pengasuh
anak.
Pertanyaan diajukan
secara berurutan, satu persatu. Jelaskan kepada orangtua untuk tidak ragu-ragu
atau takut menjawab.
• Ada 5 perintah bagi anak, untuk melaksanakan tugas
seperti yang tertulis CHAT. o Cara menggunakan CHAT.
o Ajukan pertanyaan dengan lambat, jelas dan nyaring, satu
persatu perilaku yang tetulis pada CHAT kepada orang tua atau pengasuh anak.
o Lakukan pengamatan kemampuan anak sesuai dengan tugas
pada CHAT oCatat jawaban orang
tua/pengasuh anak dan kesimpulan hasil pengamatan kemampuan anak, YA atau
TIDAK. Teliti kembali apakah semua pertanyaan telah dijawab.
o Interpretasi : oRisiko tinggi menderita autis: bila jawaban ―Tidak‖ pada pertanyaan A5, A7, B2, B3, dan B4. oRisiko rendah menderita autis: bila jawaban ‖Tidak‖ pada pertanyaan A7 dan B4 oKemungkinan gangguan
perkembangan lain: bila jawaban ‖Tidak‖
jumlahnya 3 atau lebih untuk pertanyaan A1-A4; A6; A8-A9; B1; B5. oAnak dalam batas normal bila
tidak termasuk dalam kategori 1, 2 dan 3.
o Intervensi:
Bila anak risiko
menderita autis atau kemungkinan ada gangguan perkembangan, Rujuk ke Rumah
Sakit yang memiliki fasilitas kesehatan jiwa/tumbuh kembang anak.
C.Deteksi Dini Gangguan Pemusatan Perhatian dan Hiperaktivitas
(GPPH) Pada Anak Prasekolah.
o Tujuannya adalah untuk
mengetahui secara dini anak adanya Gangguan Pemusatan Perhatian dan
Hiperaktivitas (GPPH) pada anak umur 36 bulan ke atas.
o Jadwal deteksi dini GPPH pada anak prasekolah dilakukan
atas indikasi atau bila ada keluhan dari orang tua/pengasuh anak atau ada kecurigaan tenaga kesehatan, kader kesehatan,
BKB, petugas PADU, pengelola TPA dan guru TK. Keluhan tersebut dapat berupa
salah satu atau lebih keadaan di bawah ini:
o Anak tidak bisa duduk tenang
o Anak selalu bergerak tanpa tujuan dan tidak mengenal
lelah oPerubahan suasana hati yang mendadak/impulsif
o Alat yang digunakan adalah formulir deteksi dini Gangguan
Pemusatan Perhatian dan Hiperaktivitas/GPPH (Abbreviated Conners Ratting Scale)
o Formulir ini terdiri 10 pertanyaan yang ditanyakan kepada
orang tua/pengasuh anak/guru TK dan pertanyaan yang perlu pengamatan
pemeriksa.
o Cara menggunakan formulir deteksi dini GPPH:
o Ajukan pertanyaan dengan lambat, jelas dan nyaring, satu
persatu perilaku yang tertulis pada formulir deteksi dini GPPH. Jelaskan kepada
orangtua/pengasuh anak untuk tidak ragu-ragu atau takut menjawab.
o Lakukan pengamatan kemampuan anak sesuai dengan pertanyaan
pada formulir deteksi dini GPPH
o Keadaan yang ditanyakan/diamati ada pada anak dimanapun
anak berada, misal ketika di rumah, sekolah, pasar, toko, dll); setiap saat dan
ketika anak dengan siapa saja.
o Catat jawaban dan hasil pengamatan perilaku anak selama
dilakukan pemeriksaan. Teliti kembali apakah semua pertanyaan telah dijawab.
o Interpretasi:
o Beri nilai pada masing-masing jawaban sesuai dengan
―bobot nilai‖ berikut ini dan jumlahkan nilai masing-masing jawaban menjadi
nilai total oNilai 0: jika keadaan tersebut tidak
ditemukan pada anak.
o Nilai 1: jika keadaan tersebut kadang-kadang ditemukan
pada anak. oNilai 2: jika keadaan tersebut sering ditemukan pada
anak.
o Nilai 3: jika keadaan tersebut selalu ada pada anak.
Bila nilai total 13 atau lebih anak
kemungkinan dengan GPPH.
o Intervensi:
o Anak dengan kemungkinan GPPH perlu dirujuk ke Rumah Sakit
yang memiliki fasilitas kesehatan jiwa/tumbuh kembang anak untuk konsultasi dan
lebih lanjut.
o Bila nilai total kurang dari 13 tetapi anda ragu-ragu,
jadwalkan pemeriksaan ulang 1 bulan kemudian. Ajukan pertanyaan kepada
orang-orang terdekat dengan anak (orang
tua, pengasuh, nenek, guru, dsb).
LAPORAN PRAKTIKUM
NEONATUS, BAYI DAN BALITA
Oleh :
PUTRI KASIH SIMARMATA (022019008)
PROGRAM STUDI D3 KEBIDANAN
SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN SANTA ELISABETH MEDAN
TAHUN AJARAN 2020/2021
PEMBAHASAN
PERTEMUAN I : PRAKTIKUM
ANTROPOMETRI
|
NO
|
LANGKAH |
BOBOT
|
NILAI
|
NILAI AKHIR B X N |
||
|
2
|
1
|
0
|
||||
|
A. |
PERSIAPAN |
|
|
|
|
|
|
1.
|
Persiapan alat § Meja periksa § Timbangan bayi § Pengukur panjang badan bayi § Pita LILA § Metlin (pita cm) § Kain pengalas timbangan § Selimut bayi § Nierbekken § Jangka kepala bayi § Celemek § Handscone bersih § Pakaian bayi 1 set (baju, tali dua,
bedong) § Phantom bayi lengkap dengan
pakaian § Bak instrument |
1
|
|
|
|
|
|
2.
|
Persiapan pasien Jelaskan kepada ibu
dan keluarga tentang tindakan yang akan dilakukan pada bayi |
1
|
|
|
|
|
|
3. |
Persiapan lingkungan -
Menjaga
suhu bayi dan lingkungan dalam keadaan hangat (menutup ventilasi, nyalakan
lampu) -
Meletakkan
kain pengalas/selimut hangat ditempat pemeriksaan yang rata |
1
|
|
|
|
|
|
4.
|
Persiapan petugas -
Mengenakan
pelindung diri -
Mencuci
tangan |
1
|
|
|
|
|
|
|
- Menggunakan sarung tangan |
|
|
|
|
|
|
B. |
CONTENT |
|
|
|
|
|
|
5.
|
Penimbangan berat badan Letakkan kain atau kertas pelindung
dan atur skala penimbangan ke titik nol sebelum penimbangan. Hasil timbangan
dikurangi berat alas dan pembungkus bayi |
2
|
|
|
|
|
|
6.
|
Pengukuran panjang badan Letakkan bayi ditempat yang datar.
Ukur panjang badan dari kepala sampai ke tumit dengan kaki/badan bayi
diluruskan |
2
|
|
|
|
|
|
|
Ukur diameter kepala
kepala bayi |
|
|
|
|
|
|
7. |
Diameter Submento – bregmatica ( 9,5 cm) |
3
|
|
|
|
|
|
8. |
Diameter Mento – occipito ( 13,5 cm) |
3
|
|
|
|
|
|
9. |
Diameter fronto – occipito ( 12 cm ) |
3
|
|
|
|
|
|
10. |
Diameter Bregmatika – suboccipito (9,5 cm) |
3
|
|
|
|
|
|
11. |
Diameter Biparietal ( 9,25cm ) |
3
|
|
|
|
|
|
12.
|
Diameter Bitemporal ( 8 cm) |
3
|
|
|
|
|
|
|
Ukur lingkar kepala kepala |
|
|
|
|
|
|
13. |
Sirkumferensia fronto – occipitalis ( 34 cm
) |
3
|
|
|
|
|
|
14.
|
Sirkumferensia mento – occipitalis ( 35 cm
) |
3
|
|
|
|
|
|
15. |
Sirkumferensia Suboccipito -bregmatika (32
cm ) |
3
|
|
|
|
|
|
16.
|
Sirkumferensia Submento –bregmatika ( 32 cm
) |
3
|
|
|
|
|
|
17.
|
Lingkar lengan atas ( 10 -11cm ) |
2
|
|
|
|
|
|
18.
|
Lingkar dada Ukur lingkar dada
dari daerah dada ke punggung kembali melewati kedua puting susu ( 30 – 33 cm
) |
2
|
|
|
|
|
|
19. |
Merapikan bayi, membereskan alat, cuci
dan lepaskan handscoen dan memasukkan ke dalam larutan clorin 0,5 % , mencuci
tangan |
1
|
|
|
|
|
|
20. |
Menjelaskan pada orangtua hasil pemeriksaan
|
1
|
|
|
|
|
|
C |
TEKNIK |
|
|
|
|
|
|
21. |
Teruji melaksanakan tindakan secara
sistematis |
1
|
|
|
|
|
|
22. |
Teruji melaksanakan
tindakan dengan percaya diri dan tidak ragu – ragu |
1
|
|
|
|
|
|
23. |
Teruji melaksanakan
tindakan dengan hati – hati dan menjaga keamanan bayi |
2
|
|
|
|
|
|
24. |
Teruji menjaga kehangatan bayi |
1
|
|
|
|
|
|
25. |
Teruji mendokumentasikan hasil
pemeriksaan |
1
|
|
|
|
|
|
|
NILAI BATAS LULUS : 75 |
|
|
|
|
|
PERTEMUAN II:
PEMERIKSAAN FISIK BAYI BARU LAHIR
|
NO. |
Langkah
|
BOBOT |
Nilai
|
NILAI
AKHIR B
X N |
||
|
2
|
1
|
0
|
||||
|
A. |
PERSIAPAN |
|
|
|
|
|
|
1. |
Persiapan Alat Menyiapkan alat dan bahan secara ergonomis § Meja Periksa § Celemek § Handscone § Kasa steril § Kapas DTT dalam kom § Kom sedang § Timbangan bayi § Pengukur panjang badan bayi § Pita LILA § Pita cm § Jangka kepala bayi § Stetoskop § Arloji
§ Penlight § Kain pengalas timbangan § Selimut bayi § Nierbekken § Thermometer aksila § Thermometer rectal § Bak instrument § Phantom bayi lengkap dengan
pakaian § Cotton
bud § Bola kapas untuk mata |
1
|
|
|
|
|
|
2. |
Persiapan pasien Jelaskan kepada ibu
dan keluarga tentang tindakan yang akan dilakukan kepada bayi. |
2
|
|
|
|
|
|
3. |
Persiapan lingkungan - Menjaga suhu bayi dan lingkungan dalam
|
2
|
|
|
|
|
|
|
keadaan
hangat. -Meletakkan kain pengalas
/ selimut hangat ditempat pemeriksaan yang rata |
|
|
|
|
|
|
4. |
Persiapan petugas -
Mengenakan
pelindung diri -
Mencuci
tangan -
Menggunakan
sarung tangan |
2
|
|
|
|
|
|
B. |
Content/ isi |
|
|
|
|
|
|
5. |
Keadaan Kepala -
Sutura,
molase -
Penonjolan
/ daerah yang cekung (caput, cephal, haematoma |
2
|
|
|
|
|
|
6. |
Inspeksi wajah -
Wajah
tampak simetris -
Perhatikan
kelainan wajah |
2
|
|
|
|
|
|
7. |
Mata
-
Bentuk,
kebersihan, skelera, bulu mata -
Tanda
– tanda infeksi,yakni pus |
2
|
|
|
|
|
|
8. |
Hidung
-
Lubang
hidung -
Periksa
adanya secret hidung -
Periksa
adanya pernafasan cuping hidung |
2
|
|
|
|
|
|
9. |
Mulut
-
Periksa
bentuk/ kesimetrisan (adanya bibir sumbing) -
Kesimetrisan
-
Palatum
|
2
|
|
|
|
|
|
10. |
Telinga -
Simetris
-
Periksa
adanya kelainan (kulit tambahan / aurikel,
sekret) -
Refleks
terkejut |
2
|
|
|
|
|
|
11. |
Leher
-
Simetris -
Pembengkakan
-
Kelainan
genetik |
2
|
|
|
|
|
|
12. |
Klavikula - Periksa adanya trauma jalan lahir |
1
|
|
|
|
|
|
13. |
Tangan
-
Simetris
-
Periksa
keaktifan ekstrimitas bayi -
Jumlah
jari (sindaktili atau polydaktili) -
Periksa
Garis tangan |
2
|
|
|
|
|
|
14. |
Dada
-
Periksa
simetris -
Putting
susu |
2
|
|
|
|
|
|
15. |
Abdomen a.Abdomen harus tampak
bulat dan bergerak secara bersamaan dengan gerakan dada saat |
3
|
|
|
|
|
|
|
bernafas. Kaji
adanya pembengkakan (palpasi)
b.
Jika
perut sangat cekung kemungkinan terdapat hernia diafragmatika c.
Abdomen
yang membuncit kemungkinan karena hepatosplenomegali atau tumor lain d.
Jika
perut gembung kemungkinan adanya enterokolitis vesikalis, omfalokel atau
ductus omfaloentriskus persisten (kaji dengan palpasi) e.
Periksa
keadaan tali pusat, kaji adanya tanda – tanda infeksi (kulit sekitar memerah,
tali pusat berbau) |
|
|
|
|
|
|
16. |
Genetalia a.
Pada
bayi laki – laki panjang penis 3 -4 cm dan lebar 1 – 1,3 cm. Periksa posisi lubang uretra . prepusium
tidak boleh ditarik karena akan menyebabkan fimosis b.
Periksa
adanya hipospadia dan epispadia c.
Skrotum
harus dipalpasi untuk memastikan jumlah testis ada dua d.
Pada
bayi perempuan cukup bulan labia mayora menutupi labia minora e.
Lubang
uretra terpisah dengan lubang vagina f.
Terkadang
tampak adanya sekret berdarah dari vagina, hal ini disebabkan oleh pengaruh
hormone ibu (withdrawal bledding) |
3
|
|
|
|
|
|
17. |
Anus dan rectum Periksa adanya kelainan atresia ani
(pemeriksaan dapat dengan memasukkan thermometer rectal kedalam anus), kaji
posisinya. Mekonium secara umum keluar pada 24
jam pertama, jika sampai 48 jam belum keluar kemungkinan adanya mekonium plug
symdorme, megakolon atau obstruksi saluran pencernaan |
2
|
|
|
|
|
|
18. |
Tungkai
a.
Periksa
kesimetrisan tungkai kaki. Periksa panjang kedua kaki dengan meluruskan
keduanya dan bandingkan b.
Kedua
tungkai harus dapat bergerak bebas. Kurangnya gerakan berkaitan dengan adanya
trauma, misalnya fraktur kerusakan neurologis c.
Periksa
adanya polodaktili atau sindaktili |
2
|
|
|
|
|
|
19. |
Spinal
Periksa spina dengan cara
menelungkupkan bayi, raba sepanjang spina. Cari adanya tanda – tanda
abnormalitas seperti spina bifida, pembengkakan, lesung atau bercak kecil
berambut yang dapat |
2
|
|
|
|
|
|
|
menunjukkan adanya
abnormalitas medulla spinalis atau kolumna vertebra |
|
|
|
|
|
|
20. |
Kulit
Perhatikan kondisi kulit bayi a.
Periksa
adanya ruam dan bercak atau tanda lahir
b.
Periksa
adanya pembengkakan c.
Perhatikan
adanya verniks caseosa d.
Perhatikan
adanya lanugo, jumlah yang banyak terdapat pada bayi kurang bulan e.
Perhatikan
warna kulit, apakah ada tanda ikterik,
sianosis |
2
|
|
|
|
|
|
21. |
Periksa refleks pada bayi baru lahir |
3
|
|
|
|
|
|
22. |
Merapikan bayi, membereskan alat, cuci
dan lepaskan handscoen dan masukkan dalam larutan clorin 0,5 % mencuci tangan
|
1
|
|
|
|
|
|
23. |
Menjelaskan pada orangtua hasil
pemeriksaan |
1
|
|
|
|
|
|
C. |
TEHNIK |
|
|
|
|
|
|
24. |
Teruji melaksanakan tindakan dengan
sistematis |
1
|
|
|
|
|
|
25. |
Teruji melaksanakan
tindakan dengan percaya diri dan tidak ragu – ragu |
1
|
|
|
|
|
|
26. |
Teruji melaksanakan tindakan dengan hati –
hati dan menjaga keamanan bayi |
1
|
|
|
|
|
|
27. |
Teruji menjaga kehangatan bayi |
1
|
|
|
|
|
|
28. |
Teruji mendokumentasikan hasil
pemeriksaan |
1
|
|
|
|
|
|
|
Nilai batas lulus : 75 |
|
|
|
|
|
PERTEMUAN III:
MEMANDIKAN BAYI DAN PERAWATAN TALI PUSAT
|
NO.
|
BULIR YANG DINILAI |
BOBOT |
NILAI |
NILAI AKHIR B X N |
||
|
2
|
1
|
0
|
||||
|
A. |
PERSIAPAN |
|
|
|
|
|
|
1. |
Persiapan alat Ember mandi § Handuk bayi § Shampoo bayi § Sabun mandi bayi § Pakaian bayi (baju, tali dua, bedong) § Phantom bayi § Selimut bayi § Sepasang washlap § Celemek § Kasa steril § Bola kapas untuk membersihkan
mata § Cotton bad § Kapas cebok dalam tempatnya § Kom kecil § Nierbekken § Keranjang kain kotor § Bak Instrument |
1 |
|
|
|
|
|
2. |
Persiapan Pasien Jelaskan kepada ibu
dan keluarga tentang tindakan yang akan dilakukan kepada bayi. |
1 |
|
|
|
|
|
3 |
Persiapan lingkungan Menjaga suhu bayi dan lingkungan dalam
keadaan hangat |
1 |
|
|
|
|
|
4 |
Persiapan Petugas -
Mengenakan
celemek -
Mencuci
tangan dengan sabun dan air mengalir |
1 |
|
|
|
|
|
B |
PELAKSANAAN |
|
|
|
|
|
|
5. |
Mempersiapkan keperluan mandi |
1 |
|
|
|
|
|
6. |
Memberikan air
hangat (hangat – hangat kuku) dalam bak mandi, diperiksa dengan punggung
tangan |
1 |
|
|
|
|
|
7. |
Melepas pakaian bayi |
1 |
|
|
|
|
|
8. |
Membersihkan tinja dari daerah bokong
sebelum dimandikan agar air mandi tidak terkontaminasi (bila ada) |
1 |
|
|
|
|
|
9. |
Meletakkan bayi
diatas handuk bayi dan menutupi badannya agar tetap hangat |
2 |
|
|
|
|
|
10. |
Membersihkan mata, hidung dan telinga |
2 |
|
|
|
|
|
11. |
Menyangga kepala
bayi sambil mengusap air ke muka, tali pusat dan tubuh bayi |
2 |
|
|
|
|
|
12. |
Menyabuni seluruh
badan bayi (dada, tangan dan kaki) dengan menggunakan washlap. |
3 |
|
|
|
|
|
13. |
Mencuci tali pusat
dengan air bersih dan sabun, bersihkan dan keringkan seluruhnya |
3 |
|
|
|
|
|
14. |
Membersihkan alat genitalia dengan
menggunakan kapas lembut -
Untuk
bayi laki-laki tarik katup kebelakang kemudian dibersihkan. -
Untuk
bayi perempuan buka labia mayora kemudian bersihkan dengan lembut |
3 |
|
|
|
|
|
15. |
Menempatkan bayi
dalam bak mandi, kemudian bilaslah sabun dengan cepat |
4 |
|
|
|
|
|
16. |
Mengeringkan bayi dengan handuk yang hangat
dan kering |
3 |
|
|
|
|
|
17. |
Menempatkan bayi
pada alas dan popok yang hangat dan kering
(menyingkirkan handuk basah kepinggir) |
3 |
|
|
|
|
|
18. |
Melakukan perawatan tali pusat -
Membungkus
tali pusat dengan kasa steril yang kering -
Menjaga
tali pusat selalu bersih dan kering -
Mengganti
kasa secara berkala (apabila basah, kotor atau terkena air kencing bayi) -
Jangan
menarik atau memaksa tali pusat supaya lepas |
5 |
|
|
|
|
|
19. |
Mengenakan popok,
baju bayi dan selimuti dengan kain bersih dan kering |
2 |
|
|
|
|
|
20. |
Memberikan bayi kepada ibu untuk
disusui |
2 |
|
|
|
|
|
21. |
Membereskan alat – alat |
1 |
|
|
|
|
|
22. |
Mencuci tangan dengan sabun dan air
mengalir |
1 |
|
|
|
|
|
C |
TEKNIK |
|
|
|
|
|
|
23. |
Teruji memposisikan bayi dengan tepat dan
baik |
1 |
|
|
|
|
|
24. |
Teruji melaksanakan secara sistematis dan
berurutan |
1 |
|
|
|
|
|
25. |
Teruji menjaga keamanan dan keselamatan
bayi |
2 |
|
|
|
|
|
26. |
Teruji melaksanakan
tindakan dengan percaya diri dan tidak ragu – ragu |
2 |
|
|
|
|
|
|
NILAI BATAS LULUS : 75 |
|
|
|
|
|
PERTEMUAN IV:
IMUNISASI DASAR DAN ANJURAN
|
No |
Langkah |
Bobot
|
NILAI |
NILAI AKHIR
B X N |
||
|
0
|
1
|
2
|
||||
|
A |
PERSIAPAN |
|
||||
|
1
|
Persiapan alat § Bak instrument § Kapas DTT § Air hangat § Spuit BCG (spuit 1cc) § Spuit 3 cc § Spuit 5 cc § Nierbekken § Vaksin (BCG, DPT/HIP, Polio, Campak) § Kartu imunisasi § Phantom bayi |
2
|
|
|
|
|
|
2
|
Persiapan pasien Jelaskan kepada ibu dan keluarga
tentang tindakan yang akan dilakukan kepada bayi. |
2
|
|
|
|
|
|
3
|
Persiapan lingkungan -
Menjaga
suhu bayi dan lingkungan dalam keadaan hangat. -
Meletakkan
kain pengalas / selimut hangat ditempat pemeriksaan yang rata |
2
|
|
|
|
|
|
4
|
Persiapan petugas -
Mengenakan
pelindung diri -
Mencuci
tangan -
Menggunakan
sarung tangan |
2
|
|
|
|
|
|
B |
CONTENT/ISI |
|
||||
|
5.
|
Menyapa
ibu bayi/anak dengan ramah dan memperkenalkan diri |
2
|
|
|
|
|
|
6.
|
Menanyakan
dan mencatat identitas anak (nama anak dan orang tua) |
2
|
|
|
|
|
|
7.
|
Mengecek
jenis vaksin yang dibutuhkan oleh bayi pada saat kunjungan dan yang sudah
diberikan pada buku KIA. |
3
|
|
|
|
|
|
8.
|
Menjelaskan hal-hal yang berkaitan dengan
imunisasi yang akan diberikan seperti manfaat, efek, samping, dan tempat
injeksi |
3
|
|
|
|
|
|
9.
|
Mencuci tangan dengan sabun dan air
mengalir, keringkan dengan handuk |
1
|
|
|
|
|
|
10.
|
Mempersiapkan vaksin yang benar dan
mengecek tanggal kedaluarsa kemudian mendekatkan coldpack di meja yang tidak
terkena sinar matahari |
2
|
|
|
|
|
|
11.
|
Memakai sarung tangan |
2
|
|
|
|
|
|
12.
|
Mengambil vaksin dengan dosis yang benar |
3
|
|
|
|
|
|
13.
|
Memposisikan anak dengan benar |
2
|
|
|
|
|
|
14.
|
Desinfeksi kulit sebelum penyuntikan |
2
|
|
|
|
|
|
15.
|
Menyuntik di tempat dan sudut yang benar Intrakutan
-
Pegang
anak dengan tangan kiri sedemikian rupa, sehingga tangan kiri kita berada di
bawah lengannya; ibu jari dan jari lainnya mengelilingi lengan anak dan
meregangkan kulit. -
Pegang
spuit dengan tangan kanan, lubang jarum menghadap ke atas. -
Posisikan
spuit hampir sejajar dengan kulit anak kemudian masukkan jarum ke dalam
kulit. -
Pegang
plunger di antara jari telunjuk dan jari tengah tangan kanan. Tekan plunger
dengan ibu jari, suntikkan vaksin dan keluarkan jarum. Intramuskular -
Regangkan
kulit di bagian yang akan disuntik. -
Masukkan
jarum dengan posisi tegak lurus, sehingga masuk ke dalam otot. -
Tekan
plunger dengan ibu jari untuk memasukkan vaksin-Keluarkan jarum dan tekan
tempat bekas suntikan dengan kapas. Subkutan -
Pegang
lengan anak dan regangkan kulitnya. -
Masukkan
jarum menembus kulit dengan sudut 45°. -
Tekan
plunger untuk memasukkan vaksin -
Cabut
jarum dan tekan tempat bekas suntikan dengan kapas Penetesan Vaksin Oral -
Buka
mulut anak dengan cara menekan lembut pipinya sehingga bibir anak akan
terbuka. -
Pegang
OPV di depan mulut anak dengan sudut 45°. |
5
|
|
|
|
|
|
|
- Masukkan 2 tetes vaksin ke lidah anak |
|
|
|
|
|
|
16.
|
Memperhatikan reaksi bayi pasca penyuntikan
|
2
|
|
|
|
|
|
17.
|
Masukkan tangan pada wadah berisi larutan
klorin 0.5%, bersihkan sarung tangan dan lepaskan secara terbalik |
2
|
|
|
|
|
|
18.
|
Mencuci tangan dengan sabun dan air
mengalir, keringkan dengan handuk |
2
|
|
|
|
|
|
19
|
Melakukan pencatatan -
Tanggal,
bulan dan tahun kunjungan -
Lokasi
penyuntikan -
Nama
vaksin yang diberikan |
3
|
|
|
|
|
|
C |
TEKNIK |
|
|
|
|
|
|
20.
|
Teruji melaksanakan tindakan secara
sistematis |
2
|
|
|
|
|
|
21.
|
Teruji melaksanakan tindakan dengan percaya
diri dan tidak ragu – ragu |
2
|
|
|
|
|
|
22.
|
Teruji melaksanakan tindakan dengan hati –
hati dan menjaga keamanan bayi |
2
|
|
|
|
|
|
TOTAL = |
|
|||||
|
Batas nilai lulus > 75 |
|
|||||
PERTEMUAN V :
PIJAT BAYI
|
Komponen |
BOBO T |
Kriteria penilaian |
Nilai akhir B X N |
||
|
0 |
1 |
2 |
|||
|
A.persiapan |
|
|
|
|
|
|
1.Sikap dan perilaku mahasiswa |
|
|
|
|
|
|
a.Menjelaskan
Prosedur Yang Akan Dilakukan |
2
|
|
|
|
|
|
b.Bersikap
Sopan Pada Saat Pemeriksaan |
2
|
|
|
|
|
|
c.Tanggap
Terhadap Reaksi Pasien |
2
|
|
|
|
|
|
d.Sabar
Dan Teliti Pada Saat Pemeriksaan |
2
|
|
|
|
|
|
2.Persiapan
alat/bahan (disusun secara ergonomis) - Baby oil - Bedong - Pakaian bayi ( topi, popok, gurita,
dll) |
2
|
|
|
|
|
|
3.Persiapan lingkungan (bersih dan hangat )
|
1
|
|
|
|
|
|
4.Persiapan bayi (bayi tidak dalam keadan
lapar/ baru makan) |
1
|
|
|
|
|
|
5.Persiapan penolong |
|
|
|
|
|
|
a.Tangan
bersih dan hangat |
1
|
|
|
|
|
|
b.Kuku
tidak panjang |
1
|
|
|
|
|
|
c.Perhiasan
dilepas |
1
|
|
|
|
|
|
d.Cuci
tangan |
1
|
|
|
|
|
|
B.Langkah – langkah |
|
|
|
|
|
|
1.Wajah a.
Tekan
jari – jari pada kening, pelipis dan pipi bayi b.
Gunakan
kedua ibu jari untuk memijat daerah atas alis c.
Dengan
tekanan lembut, tarik garis dengan ibu jari dari hidung bayi kearah pipinya d.
Gunakan
kedua ibu jari untuk memijat sekitar mulutnya, tarik sehingga bayi tersenyum e.
Pijat
lembut rahang bawah bayi dari tangan kesamping seolah – olah membuat bayi
tersenyum f.
Pijat
secara lembut daerah dibelakang telinga kearah dagu |
5
|
|
|
|
|
|
2.Dada a.Letakkan kedua tangan
ditengah dada bayi dan gerakkan keatas kemudian disisi luar tubuh dan kembali
keulu hati |
5
|
|
|
|
|
PERTEMUAN VII & VIII:
DETEKSI DINI TUMBUH KEMBANG ANAK
c.
Contoh KMS online
FORMULIR KUESIONER PRA
SKRINING PERKEMBANGAN
|
Kuesioner Praskrining untuk Bayi 3 bulan 6.
Pada
waktu bayi telentang, apakah masing-masing lengan dan tungkai bergerak dengan
mudah? Jawab TIDAK bila salah satu atau kedua tungkai atau lengan bayi
bergerak tak terarah/tak terkendali. 7.
Pada
waktu bayi telentang apakah ia melihat clan menatap wajah anda? 8.
Apakah
bayi dapat mengeluarkan suara-suara lain (ngoceh), disamping menangis? 9.
Pada
waktu bayi telentang, apakah ia dapat mengikuti gerakan anda dengan
menggerakkan kepalanya dari kanan/kiri ke tengah? 10. Pada waktu bayi telentang, apakah. ia
dapat mengikuti gerakan anda dengan menggerakkan kepalanya dari satu sisi
hampir sampai pada sisi yang lain? |
11. Pada waktu anda mengajak bayi berbicara dan
tersenyum,apakah ia tersenyum kembali kepada anda?
12. Pada waktu bayi telungkup di alas yang datar, apakah ia
dapat mengangkat kepalanya
seperti pada gambar
ini?
13. Pada waktu bayi telungkup di alas yang datar, apakah ia
dapat mengangkat kepalanya sehingga membentuk sudut 45° seperti pada gambar ?
14.
dengan tegak seperti
pada gambar?
15. Apakah bayi suka tertawa keras walau tidak digelitik atau
diraba-raba?
Kuesioner Praskrining
untuk Bayi 6 bulan
11. Pada waktu bayi telentang, apakah ia dapat mengikuti
gerakan anda dengan menggerakkan kepala sepenuhnya dari satu sisi ke sisi yang
lain?
12. Dapatkah bayi mempertahankan posisi kepala dalam keadaan
tegak clan stabil? Jawab TIDAK bila kepala bayi cenderung jatuh ke kanan/kiri
atau ke dadanya
13. Sentuhkan pensil di punggung tangan atau ujung jari bayi.
(jangan meletakkan diatas telapak tangan bayi).
Apakah bayi dapat menggenggam pensil itu selama beberapa detik?
14. Ketika bayi telungkup di alas datar, apakah ia dapat
mengangkat dada dengan kedua lengannya sebagai penyangga seperti padA gambar ?
15. Pernahkah bayi mengeluarkan suara gembira bernada tinggi
atau memekik tetapi bukan menangis?
16. Pernahkah bayi berbalik paling sedikit dua kali, dari
telentang ke telungkup atau sebaliknya?
17. Pernahkah anda melihat bayi tersenyurn ketika melihat
mainan yang lucu, gambar atau binatang peliharaan pada saat ia bermain
sendiri?
18. Dapatkah bayi mengarahkan matanya pada benda kecil
sebesar kacang, kismis atau uang logam? Jawab TIDAK jika ia tidak dapat
mengarahkan matanya.
19. Dapatkah bayi meraih mainan yang diletakkan agak jauh
namun masih berada dalam jangkauan tangannya?
20.
Kuesioner Praskrining
untuk Bayi 9 bulan
11. Pada posisi bayi telentang, pegang kedua tangannya lalu
tarik perlahan-lahan ke posisi clucluk. Dapatkah bayi mempertahankan lehernya
secara kaku seperti gambar di sebelah kiri ? Jawab TIDAK bila kepala bayi jatuh
kembali seperti gambar sebelah kanan.
12. Pernahkah anda melihat bayi memindahkan mainan atau kue
kering dari satu tangan ke tangan yang lain? Benda-benda panjang seperti sendok
atau kerincingan bertangkai tidak ikut dinilai.
13. Tarik perhatian bayi dengan memperlihatkan selendang,
sapu tangan atau serbet, kemudian jatuhkan ke lantai. Apakah bayi mencoba
mencarinya? Misalnya mencari di bawah meja atau di belakang kursi?
14. Apakah bayi dapat memungut dua benda seperti mainan/kue
kering, dan masingmasing tangan memegang satu benda pada saat yang sama? Jawab
TIDAK bila bayi tidak pernah melakukan perbuatan ini.
15. Jika anda mengangkat bayi melalui ketiaknya ke posisi
berdiri, dapatkah ia menyangga sebagian berat badan dengan kedua kakinya? Jawab
YA bila ia mencoba berdiri dan sebagian berat badan tertumpu pada kedua
kakinya.
16. Dapatkah bayi memungut dengan tangannya benda-benda kecil
seperti kismis, kacang-kacangan, potongan biskuit, dengan gerakan miring atau
menggerapai seperti gambar ?
17.
18. Apakah bayi dapat makan kue kering sendiri?
19. Pada waktu bayi bermain sendiri dan anda diam-diam datang
berdiri di belakangnya, apakah ia menengok ke belakang seperti mendengar
kedatangan anda? Suara keras tidak ikut dihitung. Jawab YA hanya jika anda
melihat reaksinya terhadap suara yang perlahan atau bisikan.
20. Letakkan suatu mainan yang dinginkannya di luar jangkauan
bayi, apakah ia mencoba mendapatkannya dengan mengulurkan lengan atau badannya?
Kuesioner Praskrining
untuk Bayi 12 Bulan
11. Jika anda bersembunyi di belakang sesuatu/di pojok,
kemudian muncui dan menghilang secara berulang-ulang di hadapan anak, apakah ia
mencari anda atau mengharapkan anda muncul kembali?
12. Letakkan pensil di telapak tangan bayi. Coba ambil pensil
tersebut dengan perlahanlahan. Sulitkah anda mendapatkan pensil itu
kembali?
13. Apakah anak dapat berdiri selama 30 detik atau lebih
dengan berpegangan pada kursi/meja?
14. Apakah anak dapat mengatakan 2 suku kata yang sama,
misalnya: ―ma-ma‖, ―da-da‖ atau ―pa-pa‖. Jawab YA bila ia mengeluarkan
salah—satu suara tadi.
15. Apakah anak dapat mengangkat badannya ke posisi berdiri
tanpa bantuan anda?
16. Apakah anak dapat membedakan anda dengan orang yang belum
ia kenal? la akan menunjukkan sikap malu-malu atau ragu-ragu pada saat
permulaan bertemu dengan orang yang belum dikenalnya.
17. Apakah anak dapat mengambil Benda kecil seperti kacang
atau kismis, dengan meremas di antara ibu jari dan jarinya seperti pada gambar?
18. Apakah anak dapat duduk sendiri tanpa bantuan?
19. Sebut 2-3 kata yang dapat ditiru oleh anak (tidak perlu
kata-kata yang lengkap). Apakah ia mencoba meniru menyebutkan kata-kata tadi
?
20. Tanpa bantuan, apakah anak dapat mempertemukan dua kubus
kecil yang ia pegang? Kerincingan bertangkai dan tutup panel tidak ikut dinilai.
Kuesioner Praskrining
untuk 15 bulan
10. Tanpa bantuan, apakah anak dapat mempertemukan dua kubus
kecil yang ia pegang? Kerincingan bertangkai dan tutup, panci tidak ikut
dinilai
11. Apakah anak dapat jalan sendiri atau jalan dengan
berpegangan?
12. Tanpa bantuan, apakah anak dapat bertepuk tangan atau
melambai-lambai? Jawab TIDAK bila ia membutuh kemandirian kaq bantuan.
13.
14. Dapatkah anak berdiri sendiri tanpa berpegangan selama
kira-kira 5 detik?
15.
16. Apakah anak dapat menunjukkan apa yang diinginkannya
tanpa menangis atau merengek? Jawab YA bila ia menunjuk, menarik atau
mengeluarkan suara yang menyenangkan
17. Apakah anak dapat berjalan di sepanjang ruangan tanpa
jatuh atau terhuyung-huyung?
18. Apakah anak dapat mengambil benda kecil seperti kacang,
kismis, atau potongan biskuit dengan menggunakan ibu seperti pada gambar
ini
Kuesioner Praskrining
untuk Anak 18 bulan
11. Tanpa bantuan, apakah anak dapat bertepuk tangan atau
melambai-lambai? Jawab TIDAK bila ia membutuhkan bantuan.
12. Apakah anak dapat mengatakan ―papa‖ ketika ia
memanggil/melihat ayahnya, atau mengatakan ―mama‖ jika memanggil/melihat
ibunya?
13. Apakah anak dapat berdiri sendiri tanpa berpegangan
selama kira-kira 5 detik?
14. Apakah anak dapat berdiri sendiri tanpa berpegangan
selama 30 detik atau lebih?
15. Tanpa berpegangan atau menyentuh lantai, apakah anak
dapat membungkuk untuk memungut mainan di lantai clan kemudian berdiri kembali?
16. Apakah anak dapat menunjukkan apa yang diinginkannya
tanpa menangis atau merengek? Jawab YA bila ia menunjuk, menarik atau
mengeluarkan suara yang menyenangkan.
17. Apakah anak dapat berjalan di sepanjang ruangan tanpa
jatuh atau terhuyung-huyung?
18. Apakah anak anak dapat mengambil benda kecil seperti
kacang, kismis, atau potongan biskuit dengan menggunakan ibu jari dan jari telunjuk
seperti pada gambar ?
19. Jika anda menggelindingkan bola ke anak, apakah ia
menggelindingkan/melemparkan kembali bola pada anda?
20. Apakah anak dapat memegang sendiri cangkir/gelas dan
minum dari tempat tersebut tanpa tumpah?
Kuesioner Praskrining
untuk Anak 21 bulan
9.
10. Apakah anak dapat menunjukkan apa yang diinginkannya
tanpa menangis atau merengek? Jawab YA bila ia menunjuk, menarik atau
mengeluarkan suara yang menyenangkan.
11. Apakah anak dapat berjalan di sepanjang ruangan tanpa
jatuh atau terhuyung-huyung?
12. Apakah anak dapat mengambil benda kecil seperti kacang,
kismis, atau potongan biskuit dengan menggunakan ibu jari clan jari telunjuk
seperti pada gambar ?
13. Jika anda menggelindingkan bola ke anak, apakah ia
menggelindingkan/melemparkan kembali bola pada anda?
14. Apakah anak dapat memegang sendiri cangkir/gelas clan
minum dari tempat tersebut tanpa tumpah?
15. Jika anda sedang melakukan pekerjaan rumah tangga, apakah
anak meniru apa yang anda lakukan?
16. Apakah anak dapat meletakkan satu kubus di atas Gerak
halus Ya Tida kubus yang lain tanpa menjatuhkan kubus itu? Kubus yang digunakan
ukuran 2.5-5.0 cm 9.Apakah anak dapat mengucapkan paling sedikit 3 kata yang
mempunyai arti selain
―papa‖ dan ―mama‖?.
10.Apakah anak dapat berjalan mundur 5
langkah atau lebih tanpa kehilangan keseimbangan? (Anda mungkin dapat
melihatnya ketika anak menarik mainannya) Kuesioner
Praskrining untuk Anak 24 bulan
11. Jika anda sedang melakukan pekerjaan rumah tangga, apakah
anak meniru apa yang anda lakukan?
12. Apakah anak dapat meletakkan 1 buah kubus di atas kubus
yang lain tanpa menjatuhkan kubus itu? Kubus yang digunakan ukuran 2.5 — 5
cm.
13. Apakah anak dapat mengucapkan paling sedikit 3 kata yang
mempunyai arti selain "papa" clan "mama"?
14. Apakah anak
dapat berjalan
mundur 5 langkah atau lebih
tanpa kehilangankeseimbangan?
(Anda mungkin dapat
melihatnya ketika anak menarik mainannya).
15. Dapatkah anak melepas pakaiannya seperti: baju, rok, atau
celananya? (topi clan kaos kaki tidak ikut dinilai).
16. Dapatkah anak berjalan naik tangga sendiri? Jawab YA jika
ia naik tangga dengan posisi tegak atau berpegangan pada dinding atau pegangan
tangga. Jawab TIDAK jika ia naik tangga dengan merangkak atau anda tidak
membolehkan anak naik tangga atau anak harus berpegangan pada seseorang.
17. Tanpa bimbingan, petunjuk atau bantuan anda, dapatkah
anak menunjuk dengan benar paling sedikit satu bagian badannya (rambut, mata,
hidung, mulut, atau bagian badan yang lain)?
18. Dapatkah anak makan nasi sendiri tanpa banyak
tumpah?
19. Dapatkah anak membantu memungut mainannya sendiri atau
membantu mengangkat piring jika diminta?
20.
Kuesioner Praskrining
untuk Anak 30 bulan
11. Dapatkah anak melepas pakaiannya seperti: baju, rok,
Sosialisasi & atau celananya? (topi clan kaos kaki tidak ikut dinilai)
12. Dapatkah anak berjalan naik tangga sendiri? Jawab YA jika
ia naik tangga dengan posisi tegak atau berpegangan pada Binding atau pegangan tangga.
Jawab TIDAK jika ia naik tangga dengan merangkak atau anda tidak membolehkan
anak naik tangga atau anak harus berpegangan pada seseorang.
13. Tanpa bimbingan, petunjuk atau bantuan anda, dapatkah
anak menunjuk dengan benar paling seclikit satu bagian badannya (rambut, mata,
hidung, mulut, atau bagian badan yang lain)?
14. Dapatkah anak makan nasi sendiri tanpa banyak tumpah?
15. Dapatkah anak membantu memungut mainannya sendiri atau
membantu mengangkat piring jika diminta?
16. Dapatkah anak menendang bola kecil (sebesar bola tenis)
Gerak kasar ke depan tanpa berpegangan pada apapun? Mendorong tidak ikut
dinilai.
17. Bila diberi pensil, apakah anak mencoret-coret kertas
tanpa bantuan/petunjuk?
18. Dapatkah anak meletakkan 4 buah kubus satu persatu di
atas kubus yang lain tanpa menjatuhkan kubus itu? Kubus yang digunakan ukuran
2.5 – 5 cm.
19. Dapatkah anak menggunakan 2 kata pada saat berbicara
seperti ―minta minum‖, ―mau tidur‖? ―Terimakasih‖ dan ―Dadag‖ tidak ikut
dinilai.
20. Apakah anak dapat menyebut 2 diantara gambar-gambar ini
tanpa bantuan?
Kuesioner Praskrining
untuk Anak 36 bulan
11. Bila diberi pensil, apakah anak mencoret-coret kertas
tanpa bantuan/petunjuk?
12. Dapatkah anak meletakkan 4 buah kubus satu persatu di
atas kubus yang lain tanpa menjatuhkan kubus itu? Kubus yang digunakan ukuran
2.5 – 5 cm.
13. Dapatkah anak menggunakan 2 kata pada saat berbicara
seperti ―minta minum‖; ―mau tidur‖? ―Terimakasih‖ dan ―Dadag‖ tidak ikut
dinilai.
14.
15. Dapatkah anak melempar bola lurus ke arah perut atau dada
anda dari jarak 1,5 meter?
16. Ikuti perintah ini dengan seksama. Jangan memberi isyarat
dengan telunjuk atau mata pada saat memberikan perintah berikut ini: ―Letakkan
kertas ini di lantai‖.
―Letakkan kertas ini
di kursi‖.
―Berikan kertas ini
kepada ibu‖.
Dapatkah anak
melaksanakan ketiga perintah tadi?
17. Buat garis lurus ke bawah sepanjang sekurangkurangnya 2.5
cm. Suruh anak menggambar garis lain di samping garis tsb.
18. Letakkan selembar kertas seukuran buku di lantai. Apakah
anak dapat melompati bagian lebar kertas dengan mengangkat kedua kakinya secara
bersamaan tanpa didahului lari?
19. Dapatkah anak mengenakan sepatunya sendiri?
20. Dapatkah anak mengayuh sepeda roda tiga sejauh sedikitnya
3 meter?
Kuesioner Praskrining
untuk Anak 42 bulan
10. Dapatkah anak mengenakan sepatunya sendiri?
11. Dapatkah anak mengayuh sepeda rods tiga sejauh sedikitnya
3 meter?
12. Setelah makan, apakah anak mencuci clan mengeringkan
tangannya dengan balk sehingga anda ticlak perlu mengulanginya?
13. Suruh anak berdiri satu kaki tanpa berpegangan. Jika
perlu tunjukkan caranya clan beri anak anda kesempatan melakukannya 3 kali.
Dapatkah ia mempertahankan keseimbangan dalam waktu 2 detik atau lebih?
14. Letakkan selembar kertas seukuran buku ini di lantai.
Apakah anak dapat melompati panjang kertas ini dengan mengangkat kedua kakinya
secara bersamaan tanpa didahului lari?
15.
16. Dapatkah anak meletakkan 8 buah kubus satu persatu di
atas yang lain tanpa menjatuhkan kubus tersebut?
Kubus yang digunakan
ukuran 2.5 – 5 cm.
17. Apakah anak dapat bermain petak umpet, ular naga atau
permainan lain dimana ia ikut bermain clan mengikuti aturan bermain?
18. Dapatkah anak mengenakan celana panjang, kemeja, baju
atau kaos kaki tanpa di bantu? (Tidak termasuk kemandirian memasang kancing,
gesper atau ikat pinggang)
Kuesioner Praskrining
untuk Anak 48 bulan
10. Dapatkah anak mengayuh sepeda roda tiga sejauh sedikitnya
3 meter?
11. Setelah makan, apakah anak mencuci dan mengeringkan
tangannya dengan baik sehingga anda tidak perlu mengulanginya?
12. Suruh anak berdiri satu kaki tanpa berpegangan. Jika
perlu tunjukkan caranya dan beri anak anda kesempatan melakukannya 3 kali.
Dapatkah ia mempertahankan keseimbangan dalam waktu 2 detik atau lebih?
13. Letakkan selembar kertas seukuran buku ini di lantai.
Apakah anak dapat melompati panjang kertas ini dengan mengangkat kedua kakinya
secara bersamaan tanpa didahului lari?
14. Jangan membantu anak dan jangan menyebut lingkaran. Suruh
anak menggambar seperti contoh ini di kertas kosong yang tersedia. Dapatkah
anak menggambar lingkaran?
15. Dapatkah anak meletakkan 8 buah kubus satu persatu di
atas yang lain tanpa menjatuhkan kubus tersebut?
Kubus yang digunakan
ukuran 2.5 – 5 cm.
16. Apakah anak dapat bermain petak umpet, ular naga atau
permainan lain dimana ia ikut bermain dan mengikuti aturan bermain?
17. Dapatkah anak mengenakan celana panjang, kemeja, baju
atau kaos kaki tanpa di bantu? (Tidak termasuk memasang kancing, gesper atau
ikat pinggang)
18. Dapatkah anak menyebutkan nama lengkapnya tanpa dibantu?
Jawab TIDAK jika ia hanya menyebutkan sebagian namanya atau ucapannya sulit
dimengerti.
Kuesioner Praskrining
untuk Anak 54 bulan
11. Dapatkah anak meletakkan 8 buah kubus satu persatu di
atas yang lain tanpa menjatuhkan kubus tersebut? Kubus yang digunakan ukuran
2-5 – 5 cm.
12. Apakah anak dapat bermain petak umpet, ular naga atau
permainan lain dimana ia ikut bermain dan mengikuti aturan bermain?
13. Dapatkah anak mengenakan celana panjang, kemeja, baju
atau kaos kaki tanpa di bantu? (Tidak termasuk memasang kancing, gesper atau
ikat pinggang)
14. Dapatkah anak menyebutkan nama lengkapnya tanpa dibantu?
Jawab TIDAK jika ia hanya menyebut sebagian namanya atau ucapannya sulit
dimengerti.
15. Isi titik-titik di bawah ini dengan jawaban anak. Jangan
membantu kecuali mengulangi pertanyaan.
"Apa yang kamu
lakukan jika kamu kedinginan?"
"Apa yang kamu
lakukan jika kamu lapar?"
"Apa yang kamu
lakukan jika kamu lelah?"
Jawab YA biia anak
merjawab ke 3 pertanyaan tadi dengan benar, bukan dengan gerakan atau
isyarat.
Jika kedinginan,
jawaban yang benar adalah "menggigil" ,"pakai mantel‘ atau
"masuk kedalam rumah‘.
Jika lapar, jawaban
yang benar adalah "makan"
Jika lelah, jawaban
yang benar adalah "mengantuk", "tidur",
"berbaring/tidur-tiduran", "istirahat" atau "diam
sejenak"
16. Apakah anak dapat mengancingkan bajunya atau pakaian
boneka?
17.
18. Jangan mengoreksi/membantu anak. Jangan menyebut kata "lebih
panjang".
Perlihatkan gambar
kedua garis ini pada anak. Tanyakan:
"Mana garis yang lebih panjang?"
Minta anak menunjuk
garis yang lebih panjang.
Setelah anak
menunjuk, putar lembar ini dan ulangi pertanyaan tersebut.
Setelah anak menunjuk, putar lembar ini
lagi dan ulangi pertanyaan tadi. Apakah
anak dapat menunjuk garis yang lebih panjang sebanyak 3 kali dengan benar?
19. Jangan membantu anak dan jangan memberitahu nama gambar
ini, suruh anak menggambar seperti contoh ini di kertas kosong yang tersedia.
Berikan 3 kali kesempatan. Apakah anak dapat menggambar seperti contoh
ini?
20. Ikuti perintah ini dengan seksama. Jangan memberi isyarat
dengan telunjuk atau mats pads saat memberikan perintah berikut ini:
"Letakkan kertas ini di atas lantai".
"Letakkan kertas ini di bawah kursi".
"Letakkan kertas
ini di belakang kamu"
Jawab YA hanya jika
anak mengerti arti "di atas", "di bawah", "di
depan" dan "di belakang‖
Kuesioner Praskrining untuk
Anak 60 bulan
5.
Isi titik-titik di bawah ini
dengan jawaban anak. Jangan membantu kecuali mengulangi pertanyaan.
―Apa yang kamu
lakukan jika kamu kedinginan?‖
―Apa yang kamu
lakukan jika kamu lapar?‖
―Apa yang kamu
lakukan jika kamu lelah?‖
Jawab YA biia anak
merjawab ke 3 pertanyaan tadi dengan benar, bukan dengan gerakan atau isyarat.
Jika kedinginan,
jawaban yang benar adalah ―menggigil‖ ,‖pakai mantel‘ atau ―masuk kedalam
rumah‘.
Jika lapar, jawaban
yang benar adalah ―makan‖
Jika lelah, jawaban
yang benar adalah ―mengantuk‖, ―tidur‖, ―berbaring/tidurtiduran‖, ―istirahat‖
atau ―diam sejenak‖
6.
Apakah anak dapat
mengancingkan bajunya atau pakaian boneka?
7.
Suruh anak berdiri satu kaki
tanpa berpegangan. Jika perlu tunjukkan caranya dan beri anak ands kesempatan
melakukannya 3 kali. Dapatkah ia mempertahankan keseimbangan dalam waktu 6
detik atau lebih?
8.
Jangan mengoreksi/membantu
anak. Jangan menyebut kata ―lebih panjang‖.
|
Perlihatkan gambar
kedua garis ini pada anak. Tanyakan:
―Mana garis yang lebih panjang?‖ Minta
anak menunjuk garis yang lebih panjang. Setelah
anak menunjuk, putar lembar ini dan ulangi pertanyaan tersebut. Setelah anak
menunjuk, putar lembar ini lagi dan ulangi pertanyaan tadi. Apakah anak dapat
menunjuk garis yang lebih panjang sebanyak 3 kali dengan benar? 11. 12. Ikuti perintah ini dengan seksama.
Jangan memberi isyarat dengan telunjuk atau mats pads saat memberikan
perintah berikut ini: ―Letakkan kertas ini di atas lantai‖. ―Letakkan kertas
ini di bawah kursi‖. ―Letakkan kertas ini di depan kamu‖ ―Letakkan
kertas ini di belakang kamu‖ Jawab
YA hanya jika anak mengerti arti ―di atas‖, ―di bawah‖, ―di depan‖ dan ―di
belakang‖ 13. Apakah anak bereaksi dengan tenang dan
tidak rewel (tanpa menangis atau menggelayut pada anda) pada saat anda
meninqgalkannya? 14. Jangan menunjuk, membantu atau membetulkan,
katakan pada anak : ―Tunjukkan segi empat merah‖ ―Tunjukkan segi
empat kuning‖ ‗Tunjukkan
segi empat biru‖ ―Tunjukkan segi empat hijau‖ Dapatkah
anak menunjuk keempat warna itu dengan benar? 15. Suruh anak melompat dengan satu kaki
beberapa kali tanpa berpegangan (lompatan dengan dua kaki tidak ikut
dinilai). Apakah ia dapat melompat 2-3 kali dengan satu kaki? 16. Dapatkah anak sepenuhnya berpakaian
sendiri tanpa bantuan? Kuesioner Praskrining untuk Anak 66 bulan 1.Jangan
membantu anak dan jangan memberitahu nama gambar ini, suruh anak menggambar
seperti contoh ini di kertas kosong yang tersedia. Berikan 3 kali kesempatan.
Apakah anak dapat menggambar seperti contoh ini? |
|
11. Ikuti perintah ini dengan seksama.
Jangan memberi isyarat dengan telunjuk atau mats pads saat memberikan
perintah berikut ini: "Letakkan kertas ini di atas lantai". "Letakkan kertas ini di bawah kursi". "Letakkan
kertas ini di depan kamu" "Letakkan
kertas ini di belakang kamu" Jawab
YA hanya jika anak mengerti arti "di atas", "di bawah",
"di depan" dan "di belakang‖
12. Apakah anak bereaksi dengan tenang dan
tidak rewel (tanpa menangis atau menggelayut pada anda) pada saat anda
meninqgalkannya? 13. Jangan menunjuk, membantu atau
membetulkan, katakan pada anak : "Tunjukkan
segi empat merah" "Tunjukkan
segi empat kuning" ‗Tunjukkan
segi empat biru‖ "Tunjukkan
segi empat hijau" Dapatkah
anak menunjuk keempat warna itu dengan benar?
14. Suruh anak melompat dengan satu kaki
beberapa kali tanpa berpegangan (lompatan dengan dua kaki tidak ikut
dinilai). Apakah ia dapat melompat 2-3 kali dengan satu kaki? 15. Dapatkah anak sepenuhnya berpakaian
sendiri tanpa bantuan? 16. Suruh anak menggambar di tempat kosong
yang tersedia. Katakan padanya: "Buatlah gambar orang". Jangan memberi
perintah lebih dari itu. Jangan bertanya/ mengingatkan anak bila ada bagian
yang belum tergambar. Dalam memberi nilai, hitunglah berapa bagian tubuh yang
tergambar. Untuk bagian tubuh yang berpasangan seperti mata, telinga, lengan
dan kaki, setiap pasang dinilai satu bagian. Dapatkah anak menggambar
sedikitnya 3 bagian tubuh? 17. Pada gambar orang yang dibuat pada
nomor 7, dapatkah anak menggambar sedikitnya 6 bagian tubuh? 18. Tulis apa yang dikatakan anak pada
kalimat-kalimat yang belum selesai ini, jangan membantu kecuali mengulang
pertanyaan: "Jika kuda
besar maka tikus ……… "Jika api
panas maka es ……… "Jika
ibu seorang wanita maka ayah seorang ………
Apakah
anak menjawab dengan benar (tikus kecil, es dingin, ayah seorang pria) ? 19. Apakah anak dapat menangkap bola kecil
sebesar bola tenis/bola kasti hanya dengan menggunakan kedua tangannya? (Bola
besar tidak ikut dinilai). |
|
Kuesioner Praskrining untuk Anak 72 bulan 10. Jangan menunjuk, membantu atau
membetulkan, katakan pada anak : ―Tunjukkan segi
empat merah‖ ―Tunjukkan segi
empat kuning‖ ―Tunjukkan segi
empat biru‖ ―Tunjukkan
segi empat hijau‖ Dapatkah
anak menunjuk keempat warna itu dengan benar?
11. Suruh anak melompat dengan satu kaki
beberapa kali tanpa berpegangan (lompatan dengan dua kaki tidak ikut
dinilai). Apakah ia dapat melompat 2-3 kali dengan satu kaki? 12. Dapatkah anak sepenuhnya berpakaian
sendiri tanpa bantuan? 13. Suruh anak menggambar di tempat kosong
yang tersedia. Katakan padanya: "Buatlah gambar orang". Jangan memberi
perintah lebih dari itu. Jangan bertanya/ mengingatkan anak bila ada bagian
yang belum tergambar. Dalam memberi nilai, hitunglah berapa bagian tubuh yang
tergambar. Untuk bagian tubuh yang berpasangan seperti mata, telinga, lengan
dan kaki, setiap pasang dinilai satu bagian. Dapatkah anak menggambar
sedikitnya 3 bagian tubuh? 14. Pada gambar orang yang dibuat pads
nomor 7, dapatkah anak menggambar sedikitnya 6 bagian tubuh? 15. Tulis apa yang dikatakan anak pada
kalimat-kalimat yang belum selesai ini, jangan membantu kecuali mengulang
pertanyaan: "Jika
kuda besar maka tikus "Jika
api panas maka es "Jika
ibu seorang wanita maka ayah seorang
Apakah
anak menjawab dengan benar (tikus kecil, es dingin, ayah seorang pria) ? 16. Apakah anak dapat menangkap bola kecil
sebesar bola tenis/bola kasti hanya dengan menggunakan kedua tangannya? (Bola
besar tidak ikut dinilai). 17. Suruh anak berdiri satu kaki tanpa
berpegangan. Jika perlu tunjukkan caranya
clan beri anak ands kesempatan melakukannya 3 kali. Dapatkah ia
mempertahankan keseimbangan dalam waktu 11 detik atau lebih? 18. Jangan membantu anak clan jangan
memberitahu nama gambar ini, Suruh anak menggambar seperti contoh ini di
kertas kosong yang tersedia- Berikan 3 kali kesempatan. Apakah
anak dapat menggambar seperti contoh ini?
|
10. lsi titik - titik di bawah ini dengan jawaban anak.
Jangan membantu kecuali mengulangi pertanyaan sampai 3 kali bila anak
menanyakannya. "Sendok dibuat dari apa? " "Sepatu dibuat dari apa?" "Pintu dibuat dari apa?" Apakah anak dapat menjawab ke 3
pertanyaan di atas dengan benar? Sendok dibuat dari besi, baja, plastik, kayu. Sepatu dibuat dari kulit, karet, kain,
plastik, kayu. Pintu dibuat dari kayu, besi, kaca.
Bila jawaban ‗ya‘ berjumlah 9-10,
berarti anak normal sesuai tahap perkembangan. Jawaban ‗ya‘ berarti anak bisa,
pernah, sering atau kadang-kadang melakukan. Bila jawaban ‗ya‘ kurang dari 9
perlu diteliti tentang: Cara menghitung usia dan kelompok pertanyaannya, apakah
sudah sesuai. Kesesuaian jawaban orang tua dengan maksud pertanyaan. Apabila ada kesalahan, maka pemeriksaan harus
diulang. Bila setelah diteliti, jawaban ‗ya‘ berjumlah 7-8 berarti meragukan
dan perlu diperiksa ulang 2 minggu kemudian dengan pertanyaan yang sama. Jika
jumlah jawaban tetap sama, kemungkinan ada penyimpangan. Bila jawaban ‗ya‘
berjumlah 6 atau kurang berarti ada penyimpangan. Anak perlu dirujuk ke rumah
sakit untuk keperluan pemeriksaaan lebih lanjut.
b.Test daya Lihat (TDL)
Tes ini merupakan alat untuk memeriksa ketajaman daya lihat serta
kelainan mata. Tujuan tes ini untuk mendeteksi secara dini adanya kelainan daya
lihat pada usia prasekolah, sehingga bila ada penyimpangan dapat segera ditangani.
Dengan demikian kesempatan untuk memperoleh ketajaman daya lihat menjadi lebih
besar. Tes ini dilakukan tiap 6 bulan pada anak prasekolah umur 36-72 bulan,
dapat dilakukan oleh tenaga kesehatan, guru TK / PAUD terlatih dan petugas
terlatih lainnya.
Untuk melakukan tes daya lihat, diperlukan ruangan yang bersih dan
tenang serta dengan penyinaran yang baik, kursi untuk anak dan pemeriksa, alat
penunjuk dan alat ‗kartu E‘ yang digantungkan setinggi anak duduk. ‗Kartu E‘
ini berisi huruf E yang terdiri dari 4 baris, yang mana baris pertama huruf E
berukuran paling besar kemudian berangsur-angsur mengecil pada baris keempat.
Jarak antara ‗kartu E‘ dan anak sekitar 3 meter.
Secara normal, anak dapat melihat huruf E pada baris ketiga. Apabila
anak tidak dapat melihat huruf E pada baris ketiga, maka perlu dirujuk untuk
mendapatkan pemeriksaan lebih lanjut. Kemungkinan anak mengalami gangguan daya
lihat.
Selain tes daya lihat, anak juga perlu diperiksa kesehatan matanya.
Perlu ditanyakan dan diperiksa adakah: Keluhan seperti mata gatal, panas,
penglihatan kabur, pusing. Perilaku seperti sering menggosok mata, membaca
terlalu dekat, sering mengedip-kedipkan mata. Kelainan mata seperti bercak
bitot, juling, mata merah dan keluar air. Bila ditemukan satu atau lebih
kelainan di atas, maka anak perlu dirujuk.
Jadwal tes daya lihat dilakukan setiap 6 bulan pada anak usia prasekolah
umur 36 sampai 72 bulan. Tes ini dilaksanakan oleh tenaga kesehatan, guru TK,
tenaga PADU dan petugas terlatih lainnya.
Alat/sarana yang
diperlukan adalah:
o Ruangan yang bersih, tenang dengan penyinaran yang baik oDua buah kursi, 1 untuk anak, 1 untuk pemeriksa.
o Poster ―E‖ untuk digantung dan kartu ―E‖ untuk dipegang
anak. oAlat penunjuk.
o Cara melakukan tes daya lihat : oPilih suatu ruangan
yang bersih dan tenang, dengan penyinaran yang baik.
o Gantungkan poster ―E‖ setinggi mata anak pada posisi
duduk. oLetakkan sebuah kursi sejauh 3 meter dari poster ―E‖,
menghadap ke poster ―E‖. oLetakkan sebuah kursi lainnya di samping poster ―E‖ untuk pemeriksa.
o Pemeriksa memberikan kartu ‖E‖ pada anak.. Latih anak
dalam mengarahkan kartu ‖E‖ menghadap atas, bawah, kiri dan kanan; sesuai yang
ditunjuk pada poster ‖E‖ oleh pemeriksa. Beri pujian setiap kali anak mau
melakukannya. Lakukan hal ini sampai anak dapat mengarahkan kartu ‖E‖ dengan
benar.
o Selanjutnya, anak diminta menutup sebelah matanya dengan
buku/kertas.
o Dengan alat penunjuk, tunjuk huruf ‖E pada poster, satu
persatu, mulai baris pertama sampai baris keempat atau baris ‖E‖ terkecil yang
masih dapat dilihat.
o Puji anak setiap kali dapat mencocokkan posisi kartu ‖E‖
yang dipegangnya dengan huruf ‖E‖ pada
poster. oUlangi pemeriksaan tersebut pada mata satunya dengan cara
yang sama.
o Tulis baris ‖E‖ terkecil yang masih dapat dilihat, pada
kertas yang telah disediakan :
Mata kanan : ………….
Mata kiri : …………
o Interpretasi:
Anak prasekolah
umumnya tidak mengalami kesulitan melihat sampai baris ketiga pada poster ‖E‖.
Bila kedua matan anak tidak dapat melihat baris ketiga poster ‖E‖, artinya
tidak dapat mencocokkan arah kartu ―E‖ yang dipegangnya dengan arah ―E‖ pada
baris ketiga yang ditunjuk oleh
pemeriksa, kemungkinan anak mengalami gangguan daya lihat.
o Intervensi:
Bila kemungkinan anak
mengalami gangguan daya lihat, minta anak datang lagi untuk pemeriksaan ulang.
Bila pada pemeriksaa berikutnya, anak tidak dapat melihat sampai baris yang
sama, atau tidak dapat melihat baris yang sama dengan kedua matanya, rujuk ke Rumah
Sakit dengan menuliskan mata yang mengalami gangguan (kanan, kiri atau
keduanya).
c. Test Daya Dengar
(TDD)
Tanpa pendengaran yang baik, anak tidak dapat belajar
berbicara atau mengikuti pelajaran sekolah dengan baik. Oleh karena itu perlu
deteksi secara dini fungsi pen- dengaran anak, sehingga kemampuan pendengaran
dan bicara anak dapat berkembang dengan baik. Tujuan TDD adalah untuk menemukan
gangguan pendengaran secara dini, agar segara dapat ditindaklanjuti untuk
meningkatkan kemampuan daya dengar dan bicara anak. Tes TDD dapat dilakukan
tiap 3 bulan pada bayi < 12 bulan dan tiap 6 bulan pada anak > 12 bulan
oleh tenaga kesehatan, guru TK / PAUD terlatih dan petugas terlatih lainnya.
Peralatan yang diperlukan adalah intrumen untuk TDD
sesuai usia anak, gambar binatang (ayam, anjing, kucing) dan manusia, mainan
(boneka, kubus, sendok, cangkir dan bola).
Tes Daya Dengar ini berupa pertanyaan-pertanyaan yang
disesuaikan dengan kelompok usia anak. Jawaban ‗ya‘ jika menurut orang
tua/pengasuh, anak dapat melakukan perintah dan jawaban ‗tidak‘ jika anak tidak
dapat atau tidak mau melakukan perintah. Jika anak dibawah 12 bulan, pertanyaan
ditujukan untuk kemampuan 1 bulan terakhir. Setiap pertanyaan perlu dijawab
‗ya.‘ Apabila ada satu atau lebih jawaban
‗tidak‘, berarti
pendengaran anak tidak normal, sehingga perlu pemeriksaan lebih lanjut.
INSTRUMEN TES DAYA DENGAR MENURUT UMUR ANAK
|
Umur 0 - 6 bulan : |
|
|
|
1.Pada waktu bayi tidur kemudian anda
berbicara atau membuat kegaduhan, apakah bayi akan bergerak atau terbangun
dari tidurnya ? |
Ya |
Tidak
|
|
2.Pada waktu bayi tidur
telentang dan anda duduk di dekat kepala bayi
pada posisi yang tidak terlihat oleh bayi, kemudian anda bertepuk
tangan dengan keras, apakah bayi terkejut atau mengerdipkan matanya atau
menegangkan tubuh sambil mengangkat kaki tangannya ke atas ? |
Ya |
Tidak
|
|
3.Apabila ada suara nyaring (misal
suara batuk, salak anjing, piring jatuh ke lantai dan lain-lainnya), apakah
bayi terkejut atau terlompat ? |
Ya |
Tidak
|
|
Umur 6 - 9 bulan : |
|
|
|
1.Pada waktu bayi sedang tidur,
kemudian anda berbicara atau membuat kegaduhan, apakah bayi akan bergerak
atau terbangun dari tidurnya ? |
Ya |
Tidak
|
|
2.Pada waktu bayi tidur
telentang dan anda duduk di dekat kepala bayi
pada posisi yang tidak terlihat oleh bayi, kemudian anda bertepuk
tangan dengan keras, apakah bayi terkejut atau mengerdipkan matanya atau
menegangkan tubuh sambil mengangkat kaki tangannya ke atas ? |
Ya |
Tidak
|
|
3.Apabila ada suara nyaring (suara
batuk, salak anjing, piring jatuh ke lantai dan lain-lainnya), apakah bayi
terkejut atau terlompat ? |
Ya |
Tidak
|
|
4.Anda berada di sisi yang
tidak terlihat oleh bayi, sebut namanya atau bunyikan sesuatu, apakah bayi
memalingkan kepala mencari sumber suara ? |
Ya |
Tidak
|
|
Umur 9 - 12 bulan : |
|
|
|
1.Pada waktu bayi tidur, kemudian anda
berbicara atau membuat kegaduhan, apakah bayi akan bergerak atau terbangun
dari tidurnya ? |
Ya |
Tidak
|
|
2.Pada waktu bayi
telentang dan anda duduk di dekat kepalanya pada posisi yang tidak terlihat
bayi, kemudian anda tepuk tangan dengan keras. Apakah bayi terkejut atau
mengerdipkan matanya atau menegangkan tubuh sambil mengangkat kaki tangannya
ke atas ? |
Ya |
Tidak
|
|
3.Apabila ada suara nyaring (suara
batuk, salak anjing, piring jatuh ke lantai dan lain-lainnya), apakah bayi
terkejut atau terlompat? |
Ya |
Tidak
|
|
4.Anda berada di samping
atau belakang bayi dan tidak terlihat oleh bayi, sebutkan namanya atau
bunyikan sesuatu, apakah bayi langsung memalingkan kepala ke arah sumber
suara tersebut di samping atau belakangnya ? |
Ya |
Tidak
|
|
Umur 12 - 24 bulan : |
|
|
|
1.Pada waktu anak tidur
kemudian anda berbicara atau membuat kegaduhan, apakah anak akan bergerak
atau terbangun dari tidurnya ? |
Ya
|
Tidak
|
|
2.Pada waktu anak tidur
telentang dan anda duduk di dekat kepala anak
pada posisi yang tidak terlihat oleh anak, kemudian anda bertepuk
tangan dengan keras, apakah anak terkejut atau mengerdipkan matanya atau
menegangkan tubuh sambil mengangkat kaki tangannya ke atas ? |
Ya
|
Tidak
|
|
3.Apabila ada suara nyaring (misal
suara batuk, salak anjing, piring jatuh ke lantai dan lain-lainnya), apakah
anak terkejut |
Ya
|
Tidak
|
|
atau
terlompat ? |
|
|
|
4.Tanpa terlihat oleh
anak. buat suara yang menarik perhatian anak, apakah anak langsung mengetahui
posisi anda sebagai sumber suara yang
berpindah-pindah ? |
Ya
|
Tidak
|
|
5.Ucapkan kata-kata yang mudah dan
sederhana, dapatkah anak menirukan anda ? |
Ya
|
Tidak
|
|
Umur 2 – 3 tahun: |
|
|
|
1.Tutup mulut anda dengan
buku/kertas, tanpa melihat gerakan bibir anda, tanyakan pada anak: ―Pegang
matamu―, ―Pegang kakimu‖. Apakah anak memegang mata dan kakinya dengan benar
? |
Ya
|
Tidak
|
|
2.Pilih gambar dari
majalah/buku bergambar. Tutup mulut anda dengan buku/kertas, tanpa melihat
gerakan bibir anda, tanyakan pada anak: ―Tunjukkan gambar kucing (atau
anjing, kuda, mobil, orang rumah, bunga, dan sebagainya)?‖ Dapatkah anak
menunjukkan gambar yang dimaksud dengan benar ? |
Ya
|
Tidak
|
|
3.Tutup mulut anda dengan buku/kertas,
tanpa melihat gerakan bibir anda, perintahkan anak untuk mengerjakan sesuatu
seperti: ―Berikan boneka itu kepada saya―,
―Taruh kubus-kubus ini di atas meja/kursi‖, dan sebagainya. Apakah anak dapat
mengerjakan perintah tersebut dengan benar ? |
Ya
|
Tidak
|
|
Umur lebih dari 3 tahun : |
|
|
|
1.Perlihatkan benda-benda
yang ada di sekeliling anak seperti sendok, cangkir, bola, bunga dan
sebagainya. Suruh anak menyebutkan nama benda-benda tersebut. Apakah anak
dapat menyebutkan nama benda-benda tersebut dengan benar ? |
Ya
|
Tidak
|
|
2.Suruh anak duduk, anda
duduk dalam jarak 3 meter di depan anak. Suruh anak mengulangi angka-angka
yang telah anda ucapkan: ―Empat‖, ―Satu‖, ―Delapan‖ atau menirukan dengan
menggunakan jari tangannya. Kemudian tutup mulut anda dengan buku/ketas,
ucapkan 4 angka yang berlainan. Apakah anak dapat mengulangi atau menirukan
ucapan anda dengan menggunakan jari tangannya ? (Anda dapat mengulanginya
dengan suara yang lebih keras |
Ya
|
Tidak
|
DENVER DEVELOPMENT SCREENING TEST (DDST) II
1.
Contoh penghitungan usia
anak pada saat tes adalah sebagai berikut:
1.
Menghitung usia anak jika
tanggal dan bulan lahir kurang dari tanggal dan bulan tes
|
|
Tahun |
Bulan
|
Hari
|
|
Tanggal
tes |
2020
|
10 |
21 |
|
Tanggal
lahir |
2018
|
7 |
15 |
|
Usia
anak |
2
|
3 |
6 |
2.
Menghitung usia anak jika
tanggal dan bulan lahir kurang dari tanggal dan bulan tes
Tahun Bulan Hari 12 30 Tanggal tes 2021 2020 2 1 3 Tanggal lahir 2019 10 15 Usia anak 1 3 18
3.
Menghitung usia anak jika
tanggal dan bulan lahir kurang dari tanggal dan bulan tes
|
|
Tahun |
Bulan
|
Hari
|
|
Tanggal
tes |
2020
|
10 |
21 |
|
Tanggal
lahir |
2018
|
7 |
10 |
|
Usia anak |
2 |
3 |
11 |
|
Prematur
|
|
1 |
7 |
|
Usia penyesuaian |
2 |
2 |
4 |
9.
Tarik garis pada lembar DDST
II sesuai dengan usia yang sudah ditentukan.
10. Lakukan pengukuran pada anak untuk item-item dalam empat
sektor dan berikan penilaian pada setiap
item yang dinilai.
|
NO.
|
BULIR YANG DINILAI |
BOBOT
|
NILAI |
NILAI AKHIR B X N |
||
|
2
|
1
|
0
|
||||
|
A. |
Sikap |
|
|
|
|
|
|
1. |
Teruji menunjukkan rasa empati terhadap
bayi/anak |
1
|
|
|
|
|
|
2. |
Teruji tanggap terhadap reaksi bayi/anak |
1
|
|
|
|
|
|
3. |
Teruji sabar dan teliti |
1
|
|
|
|
|
|
4. |
Teruji komunikatif |
1
|
|
|
|
|
|
B. |
Content / isi |
|
|
|
|
|
|
5. |
Mempersiapkan alat
yang diperlukan •
Lembar
formulir DDST II •
Benang
wol merah •
Kismis/manik-manik
•
Kubus
merah, kuning, hijau, biru 8-10 buah •
Boneka
kecil dengan botol susu •
Cangkir
plastik dengan gagang/pegangan •
Botol
kaca bening kecil •
Bola
tenis •
Bel
kecil •
Kertas •
Pensil
warna •
Meja
dan kursi •
Meja
periksa dengan kasur/selimut untuk bayi |
1
|
|
|
|
|
|
6. |
Mencuci tangan dengan sabun dan air |
1
|
|
|
|
|
|
7. |
Mempersiapkan ruangan dalam keadaan
nyaman |
1
|
|
|
|
|
|
8. |
Sapa orangtua/pengasuh anak dengan
ramah |
1
|
|
|
|
|
|
9. |
Menjelaskan tujuan
dilakukan tes perkembangan pada orangtua/pengasuh anak |
2
|
|
|
|
|
|
10. |
Menentukan usia anak pada saat pemeriksaan
( |
3
|
|
|
|
|
|
|
penyesuaian perlu dilakukan pada kasus
prematuritas anak yang lahir sebelum HPL). |
|
|
|
|
|
|
11. |
Menarik garis pada
lembar DDST II seusai dengan usia yang ditentukan. |
1
|
|
|
|
|
|
12. |
Melakukan pengukuran pada anak untuk
item-item dalam empat sektor dan berikan penilaian pada setiap item yang
dinilai. |
1
|
|
|
|
|
|
13. |
Melakukan tugas perkembangan untuk tiap
sektor perkembangan dimulai dari sektor yang paling mudah yang terletak di
sebelah kiri garis umur, kemudian dilanjutkan sampai ke kanan garis umur. |
3
|
|
|
|
|
|
14. |
Pada tiap sektor dilakukan minimal 3
tugas perkembangan yang paling dekat di sebelah kiri garis umur serta tiap
tugas perkembangan yang ditembus garis umur. |
3
|
|
|
|
|
|
15. |
Bila anak tidak mampu melakukan salah
satu ujicoba (gagal; menolak; tidak ada kesempatan), lakukan ujicoba tambahan
ke sebelah kiri garis umur pada sector yang sama sampai anak dapat lulus 3
tugas perkembangan |
3
|
|
|
|
|
|
16. |
Bila anak mampu melakukan salah satu
tugas, lakukan tugas tambahan ke sebelah kanan garis umur pada sektor yang
sama sampai anak gagal pada 3 tugas tambahan perkembangan. |
3
|
|
|
|
|
|
17. |
Melakukan penilaian: Pass/lulus (P) 10.
Anak
melakukan tes dengan baik, 11.
Atau
ibu/pengasuh memberi laporan (tepat dan dapat dipercaya bahwa anak dapat melakukannya)
Fail/Gagal (P) 1.Anak tidak dapat
melakukan tes dengan baik atau ibu/pengasuh memberi laporan bahwa anak tidak
dapat melakukan dengan baik No Opportunity (NO) 1.
Anak
tidak mempunyai kesempatan untuk melakukan tes karena ada hambatan. 2.
Skor
ini hanya boleh dipakai pada tes dengan tanda R Refusal/ Menolak (R) 1.Anak
menolak untuk melakukan tes |
4
|
|
|
|
|
|
18. |
Membuat kesimpulan secara keseluruhan: 1.
Normal
1)
Tidak
ada keterlambatan/delayed (F) atau
paling banyak terdapat 1 caution (C
). 2)
Lakukan
pemeriksaan pada control kesehatan berikutnya sesuai jadwal 2.
Suspek
1)
Jika
didapatkan ≥ 2 caution atau ≥ 1 |
4
|
|
|
|
|
|
|
delayed 2)
Caution
dan delayed karena fail
(gagal) 3)
Lakukan
uji ulang dalam 1-2 minggu untuk menghilangkan faktor sesaat seperti rasa
takut, sakit dan kelelahan 3.Tidak dapat di tes (untestable) 1)
Jika
terdapat 1 atau lebih skor delayed
atau 2 caution 2)
Caution dan delayed
karena refusal (menolak) bukan
karena fail (gagal). 3)
Sebelah
kiri garis umur atau menolak pada > 1 uji coba ditembus garis umur pada
daerah 70-90 persentil. 4)
Uji
dalam 1-2 minggu |
|
|
|
|
|
|
19. |
Menentukan tindakan
selanjutnya apakah memerlukan tes kedua atau tidak |
3
|
|
|
|
|
|
20. |
Memberi informasi
kepada orang tua tentang hasil DDST II yang sudah dilakukan |
2
|
|
|
|
|
|
21. |
Melakukan
pemdokumentasian secara keseluruhan tentang hasil observasi dan hasil DDST
II. |
2
|
|
|
|
|
|
22. |
Membereskan alat – alat |
1
|
|
|
|
|
|
23. |
Mencuci tangan dengan sabun dan air
mengalir |
1
|
|
|
|
|
|
|
TEKNIK |
|
|
|
|
|
|
24. |
Teruji memposisikan bayi/anak dengan tepat
dan baik |
1
|
|
|
|
|
|
25. |
Teruji melaksanakan secara sistematis dan
berurutan |
1
|
|
|
|
|
|
26. |
Teruji menjaga keamanan dan keselamatan
bayi |
2
|
|
|
|
|
|
27. |
Teruji melaksanakan
tindakan dengan percaya diri dan tidak ragu – ragu |
2
|
|
|
|
|
|
|
NILAI BATAS LULUS : 75 |
|
|
|
|
|
5. Deteksi Dini Penyimpangan Mental Emosional
KUESIONER MASALAH MENTAL EMOSIONAL (KMME)
|
No |
Pertanyaan |
Ya |
Tidak |
|
1. |
Apakah anak anda seringkali terlihat marah tanpa sebab
yang jelas? (seperti banyak menangis, mudah tersinggung
atau bereaksi berlebihan terhadap hal-hal yang sudah biasa dihadapinya) |
|
|
|
2. |
Apakah anak anda
tampak menghindar dari teman-teman
atau anggota keluarganya? (seperti ingin merasa sendirian,
menyendiri atau merasa sedih sepanjang waktu, kehilangan minat terhadap
hal-hal yang biasa sangat dinikmati) |
|
|
|
3. |
Apakah anak anda
terlihat berperilaku merusak dan
menentang terhadap lingkungan di sekitarnya? (seperti melanggar peraturan yang ada,
mencuri, seringkali melakukan perbuatan yang berbahaya bagi dirinya, atau
menyiksa binatang atau anak-anak lainnya) dan tampak tidak perduli dengan
nasihat-nasihat yang sudah diberikan kepadanya? |
|
|
|
4. |
Apakah anak anda memperlihatkan adanya
perasaan ketakutan atau kecemasan
berlebihan yang tidak dapat dijelaskan asalnya dan tidak sebanding dengan
anak lain seusianya? |
|
|
|
5. |
Apakah anak anda mengalami
keterbatasan oleh karena adanya konsentrasi
yang buruk atau mudah teralih perhatiannya, sehingga mengalami penurunan
dalam aktivitas sehari-hari atau prestasi belajarnya? |
|
|
|
6. |
Apakah anak anda menunjukkan perilaku kebingungan sehingga
mengalami kesulitan dalam berkomunikasi dan membuat keputusan? |
|
|
|
7. |
Apakah anak anda menunjukkan adanya perubahan pola tidur? (seperti sulit tidur sepanjang waktu,
terjaga sepanjang hari, sering terbangun di waktu tidur malam oleh karena
mimpi buruk, mengigau) |
|
|
|
8. |
Apakah anak anda mengalami perubahanpola makan? (seperti kehilangan
nafsu makan, makan berlebihan atau tidak mau makan sama sekali) |
|
|
|
9. |
Apakah anak anda
seringkali mengeluh sakit kepala,
sakit perut atau keluhan-keluhan fisik lainnya? |
|
|
|
10. |
Apakah anak anda
seringkali mengeluh putus asa atau
berkeinginan untuk mengakhiri hidupnya? |
|
|
|
11. |
Apakah anak anda menunjukkan adanya kemunduran perilaku atau kemampuan
yang sudah dimilikinya? (seperti mengompol
kembali, menghisap jempol, atau tidka mau berpisah dengan
orangtua/pengasuhnya) |
|
|
|
12. |
Apakah anak anda
melakukan perbuatan yang
berulang-ulang tanpa alasan yang jelas? |
|
|
Deteksi Dini Autis
Pada Anak Prasekolah.
CEKLIS DETEKSI DINI AUTIS PADA ANAK UMUR 18-36 BULAN
CHAT (Checklist for
Autism in Toddlers)
|
A. |
Alo anamnesis |
Ya |
Tidak
|
|
1. |
Apakah anak senang diayun-ayun atau
diguncang-guncang naik turun (bounched)
di paha anda? |
|
|
|
2. |
Apakah anak tertarik (memperhatikan) anak
lain? |
|
|
|
3. |
Apakah anak suka memanjat-manjat, seperti
memanjat tangga? |
|
|
|
4. |
Apakah anak suka bermain ‖ciluk ba‖, ‖petak
umpet‖? |
|
|
|
5. |
Apakah anak pernah bermain seolah-olah
membuat secangkir teh menggunakan mainan berbentuk cangkir dan teko, atau
permainan lain? |
|
|
|
6. |
Apakah anak pernah menunjuk atau meminta
sesuatu dengan menunjukkan jari? |
|
|
|
7. |
Apakah anak pernah menggunakan jari untuk
menunjuk ke sesuatu agar anda melihat ke sana? |
|
|
|
8. |
Apakah anak dapat bermain dengan mainan yang
kecil (mobil atau kubus)? |
|
|
|
9. |
Apakah anak pernah memberikan suatu benda
untuk menunjukkan sesuatu? |
|
|
|
B. |
Pengamatan |
Ya |
Tidak
|
|
1. |
Selama pemeriksaan apakah anak menatap
(kontak mata) dengan pemeriksa? |
|
|
|
2. |
Usahakan menarik perhatian anak, kemudian
pemeriksa menunjuk sesuatu di ruangan pemeriksaan sambil mengatakan: ‖ Lihat
itu ada bola (atau mainan lain)‖!. Perhatikan
mata anak, apakah ia melihat ke benda yang ditunjuk, bukan melihat tangan
pemeriksa? |
|
|
|
3. |
Usahakan menarik perhatian anak, berikan
mainan gelas/ cangkir dan teko. Katakan pada anak: ‖Buatkan secangkir susu
buat mama‖! |
|
|
|
4. |
Tanyakan pada anak: ‖Tunjukan mana gelas‖! (gelas dapat diganti dengan nama benda
lain yang dikenal anak dan ada di sekitar kita). Apakah anak menunjukkan
benda tersebut dengan jarinya? Atau sambil menatap wajah anda ketika menunjuk
ke suatu benda? |
|
|
|
5. |
Apakah anak dapat menumpuk beberapa
kubus/balok menjadi suatu menara? |
|
|
C.Deteksi Dini Gangguan Pemusatan Perhatian dan Hiperaktivitas
(GPPH) Pada Anak Prasekolah.
FORMULIR DETEKSI
DINI
GANGGUAN PEMUSATAN PERHATIAN
DAN HIPERAKTIVITAS (GPPH)
|
|
Kegiatan yang diamati |
0 |
1 |
2 |
3 |
|
1. |
Tidak kenal lelah, atau aktivitas yang
berlebihan |
|
|
|
|
|
2. |
Mudah menjadi gembira, impulsive. |
|
|
|
|
|
3. |
Mengganggu anak-anak lain |
|
|
|
|
|
4. |
Gagal menyelesaikan kegiatan yang telah
dimulai, rentang perhatian pendek |
|
|
|
|
|
5.Menggerak-gerakkan
anggota badan atau kepala secara terus menerus |
|
|
|
|
|
|
6.Kurang perhatian, mudah teralihkan |
|
|
|
|
|
|
7.Permintaannya harus segera dipenuhi,
mudah menjadi frustrasi |
|
|
|
|
|
|
8.Sering dan mudah menangis |
|
|
|
|
|
|
9.Suasana hatinya mudah berubah dengan
cepat dan drastis |
|
|
|
|
|
|
10.Ledakkan kekesalan, tingkah laku eksplosif dan tak terduga. |
|
|
|
|
|
|
Jumlah |
|
|
|
|
|
|
Nilai Total : |
|||||
Komentar
Posting Komentar