HUBUNGAN ANTAR MANUSIA

1. Pengertian Hubungan Antar-manusia

        Hubungan antar-manusia adalah komunikasi antar-pribadi yang manusiawi,berarti komunikasi yang telah memasuki tahap psikologis yang komunikator dan komunikannya saling memahi pikiran,perasaan dan melakukan tindakan bersama.

2. Tujuan Hubungan Antar-manusia
  • Mengurangi kesepian. dengan melakukan hubungan antar-manusia,individu merasa mempunyai teman untuk diajak bicara,berbagi,dan lain sebagainya sehingga individu tidak merasa kesepian.
  • Mendapatkan rangsangan. merupakan rangsangan yang dapat membantu individu untuk mengetahui dan belajar berbagai macam hal,baik pengetahuan,keterampilan maupun sikap atau perilaku.
  • Mendapatkan pengetahuan diri atau self-knowledge. dengan melakukan hubungan antar manusia, seseorang akan melakukan interaksi sosial dengan orang lain dan memperkaya pengetahuan diri.
  • Memaksimalkan kesenangan,meminimalkan penderitaan. dapat berbagi, mengembangkan dan menyalurkan kesenangan sehingga dapat meminimalkan penderitaan dan memaksimaalkan kesenangan.
  • Memanfaatkan pengetahuan tentang faktor sosio-psikologis dalam diri manusia.
  • Mengidentifikasi masalah dan membahasnya
3. Teknik-teknik Hubungan Antar-manusia

a. Tindakan Sosial
   Menurut Max Weber, tindakan sosial adalah tindakan seorang individu yang dapat   mempengaruhi individu lain dalam masyarakat. Tindakan sosial dibedakan menjadi :

  1. Tindakan rasional instrumental: tindakan yang memperhitungkan kesesuaian antara cara dan tujuan atau antara efisiensi dengan efektifitas.
  2. Tindakan rasional berepresati nilai: tindakan yang berkaitan dengan nilai dasar dalam masyarakat.
  3. Tindakan tradisional: tindakan yang dilakukan berdasarkan pertimbangan adat istiadat atau kebiasaan.
  4. Tindakan afektif: tindakan yang dilakukan seseorang atau kelompok berdasarkan perasaan atau emosi.

b. Kontak Sosial

Kontak sosial adalah hubungan antara satu pihak dengan pihak lain yang merupakan terjadinya awal interaksi sosial.

Kontak sosial dibedakan:

  1. Cara pihak yang berkomunikasi; baik langsung maupun tidak langsung.
  2. Cara terjadinya; kontak primer maupun kontak sekunder.

c. Komunikasi Sosial

Proses Komunikasi terjadi saat kontak sosial berlangsung. Secara harfiah komunikasi merupakan hubungan atau pergaulan dengan orang lain.

d. Teori Hubungan Antar  Manusia

  1. Teori transaksi (model pertukaran sosial) – HAM berlangsung mengikuti kaidah transaksional.
  2. Teori peran – Pergaulan sosial sudah ada skenario yang disusun oleh masyarakat yang mengatur apa dan bagaimana peran tiap orang dalam pergaulannya.
  3. Teori permainan – Klarifikasi manusia terbagi menjadi tiga yaitu anak-anak, dewasa dan orang tua.  Masing-masing individu mempunyai sifat yang khas.


4.  Apa itu konsep diri?

        Konsep diri merupakan seperangkat perspektif yang dipercaya orang mengenai dirinya sendiri.

5. Teori Jauhari Windows

        Teori jauhari Windows menggambarkan proses memberi dan menerima umpan balik dan sebagai jendela memberi dan menerima informasi tentang diri Anda dan orang lain.

        Jendela johari terdiri dari empat bingkai, yaitu sebagai berikut;
  • Bingkai 1 atau "bingkai terbuka". Menunjukkan orang yang terbuka terhadap orang lain. Keterbukaan ini disebabkan dua pihak (saya dan orang lain) sama-sama mengetahui perilaku,sikap,perasaan,dan keinginan.
  • Bingkai 2 atau "bidang buta". Segala aspek tingkah laku,perasaan dan pikiran diketahui orang lain,tetapi tidak diketahui diri sendiri atau tidak disadari diri sendiri.
  • Bidang 3 atau "bidang tersembunyi". Menunjukkan keadaan bahwa berbagai hal diketahui diri sendiri namun tidak diketahui orang lain.
  • Bidang 4 atau "bidang tidak dikenal". Menunjukkan berbagai hal tidak diketahui diri sendiri dan orang lain.
6. Tipe-tipe Manusia

a. SANGUIN
   Kekuatan :

  • Suka bicara.
  • Secara fisik memegang pendengar, emosional dan demonstratif.
  • Antusias dan ekspresif.
  • Ceria dan penuh rasa ingin tahu.
  • Hidup di masa sekarang.
  • Mudah berubah (banyak kegiatan / keinginan).
  • Berhati tulus dan kekanak-kanakan.
  • Senang kumpul dan berkumpul (untuk bertemu dan bicara).
  • Umumnya hebat di permukaan.
  • Mudah berteman dan menyukai orang lain.
  • Senang dengan pujian dan ingin menjadi perhatian.
  • Menyenangkan dan dicemburui orang lain.
  • Mudah memaafkan (dan tidak menyimpan dendam).
  • Mengambil inisiatif/ menghindar dari hal-hal atau keadaan yang membosankan.
  • Menyukai hal-hal yang spontan.

   Kelemahan :

  • Suara dan tertawa yang keras (bahkan terlalu keras).
  • Membesar-besarkan suatu hal / kejadian.
  • Susah untuk diam.
  • Mudah ikut-ikutan atau dikendalikan oleh keadaan atau orang lain (suka ikutan Gank).
  • Sering minta persetujuan, termasuk hal-hal yang sepele.
  • RKP (Rentang Konsentrasi Pendek) alias pelupa.
  • Dalam bekerja lebih suka bicara dan melupakan kewajiban (awalnya saja antusias).
  • Mudah berubah-ubah.
  • Susah datang tepat waktu jam kantor.
  • Prioritas kegiatan kacau.
  • Mendominasi percakapan, suka menyela dan susah mendengarkan dengan tuntas.
  • Sering mengambil permasalahan orang lain, menjadi seolah-olah masalahnya.
  • Egoistis alias suka mementingkan diri sendiri.
  • Sering berdalih dan mengulangi cerita-cerita yg sama.
  • Konsentrasi ke "How to spend money" daripada "How to earn/save money".

b. KOLERIS
  Kekuatan :

  • Senang memimpin, membuat keputusan, dinamis dan aktif.
  • Sangat memerlukan perubahan dan harus mengoreksi kesalahan.
  • Berkemauan keras dan pasti untuk mencapai sasaran/ target.
  • Bebas dan mandiri.
  • Berani menghadapi tantangan dan masalah.
  • "Hari ini harus lebih baik dari kemarin, hari esok harus lebih baik dari hari ini".
  • Mencari pemecahan praktis dan bergerak cepat.
  • Mendelegasikan pekerjaan dan orientasi berfokus pada produktivitas.
  • Membuat dan menentukan tujuan.
  • Terdorong oleh tantangan dan tantangan.
  • Tidak begitu perlu teman.
  • Mau memimpin dan mengorganisasi.
  • Biasanya benar dan punya visi ke depan.
  • Unggul dalam keadaan darurat.

  Kelemahan :

  • Tidak sabar dan cepat marah (kasar dan tidak taktis).
  • Senang memerintah.
  • Terlalu bergairah dan tidak/susah untuk santai.
  • Menyukai kontroversi dan pertengkaran.
  • Terlalu kaku dan kuat/ keras.
  • Tidak menyukai air mata dan emosi tidak simpatik.
  • Tidak suka yang sepele dan bertele-tele / terlalu rinci.
  • Sering membuat keputusan tergesa-gesa.
  • Memanipulasi dan menuntut orang lain, cenderung memperalat orang lain.
  • Menghalalkan segala cara demi tercapainya tujuan.
  • Workaholics (cinta mati dengan pekerjaan).
  • Amat sulit mengaku salah dan meminta maaf.
  • Mungkin selalu benar tetapi tidak populer.

c. MELANKOLIS
  Kekuatan :

  • Analitis, mendalam, dan penuh pikiran.
  • Serius dan bertujuan, serta berorientasi jadwal.
  • Artistik, musikal dan kreatif (filsafat & puitis).
  • Sensitif.
  • Mau mengorbankan diri dan idealis.
  • Standar tinggi dan perfeksionis.
  • Senang perincian/memerinci, tekun, serba tertib dan teratur (rapi).
  • Hemat.
  • Melihat masalah dan mencari solusi pemecahan kreatif (sering terlalu kreatif).
  • Kalau sudah mulai, dituntaskan.
  • Berteman dengan hati-hati.
  • Puas di belakang layar, menghindari perhatian.
  • Mau mendengar keluhan, setia dan mengabdi.
  • Sangat memperhatikan orang lain.

  Kelemahan :

  • Cenderung melihat masalah dari sisi negatif (murung dan tertekan).
  • Mengingat yang negatif & pendendam.
  • Mudah merasa bersalah dan memiliki citra diri rendah.
  • Lebih menekankan pada cara daripada tercapainya tujuan.
  • Tertekan pada situasi yg tidak sempurna dan berubah-ubah.
  • Melewatkan banyak waktu untuk menganalisa dan merencanakan.
  • Standar yang terlalu tinggi sehingga sulit disenangkan.
  • Hidup berdasarkan definisi.
  • Sulit bersosialisasi (cenderung pilih-pilih).
  • Tukang kritik, tetapi sensitif terhadap kritik/ yg menentang dirinya.
  • Sulit mengungkapkan perasaan (cenderung menahan kasih sayang).
  • Rasa curiga yg besar (skeptis terhadap pujian).
  • Memerlukan persetujuan.

d. PLEGMATIS
  Kekuatan :

  • Mudah bergaul, santai, tenang dan teguh.
  • Sabar, seimbang, dan pendengar yang baik.
  • Tidak banyak bicara, tetapi cenderung bijaksana.
  • Simpatik dan baik hati (sering menyembunyikan emosi).
  • Kuat di bidang administrasi, dan cenderung ingin segalanya terorganisasi.
  • Penengah masalah yg baik.
  • Cenderung berusaha menemukan cara termudah.
  • Baik di bawah tekanan.
  • Menyenangkan dan tidak suka menyinggung perasaan.
  • Rasa humor yg tajam.
  • Senang melihat dan mengawasi.
  • Berbelaskasihan dan peduli.
  • Mudah diajak rukun dan damai.

  Kelemahan :

  • Kurang antusias, terutama terhadap perubahan/ kegiatan baru.
  • Takut dan khawatir.
  • Menghindari konflik dan tanggung jawab.
  • Keras kepala, sulit kompromi (karena merasa benar).
  • Terlalu pemalu dan pendiam.
  • Humor kering dan mengejek (Sarkatis).
  • Kurang berorientasi pada tujuan.
  • Sulit bergerak dan kurang memotivasi diri.
  • Lebih suka sebagai penonton daripada terlibat.
  • Tidak senang didesak-desak.
  • Menunda-nunda / menggantungkan masalah.


7. Apa sih Komunikasi Efektif itu?

Komunikasi Efektif adalah komunikasi yang saling bertukar informasi, ide, kepercayaan, perasaan dan sikap antara dua orang atau kelompok yang hasilnya sesuai dengan harapan.
8. Unsur-unsur Dalam komunikasi efektif.
  
Dalam proses komunikasi untuk mendapatkan hasil yang efektif perlu diperhatikan unsure-unsur dari komunikasi, yaitu : 
a.      Komunikator ( pandai menggunakan bahasa, intonasi, symbol dan mimic yang menarik, simpati dan empati dari komunikannya )
b.      Pesan ( cara penyampaian, isi pesan sesuai dengan kebutuhan dan diminati oleh komunikan )
c.      Media ( sesuai dengan pesan yang ingin disampaikan dan sesuai dengan kebutuhan komunikan)d.      Perhatikan gangguan-gangguan yang mungkin akan menghambat proses komunikasi
d.      Komunikan (latar belakang dan lain-lain)
e.      Pengaruh atau umpan balik (yang diharapkan atau tujuan penyampaian pesan)

9. Langkah-langkah Komunikasi efektif

a. Penginterpretasian.
b. Penyandian.
c. Pengiriman.
d. Perjalanan.
e. Penerimaan.
f. Penyandian balik.
g. Penginterpretasian.


10. Proses Komunikasi Efektif

      a.      Pesan yang dirancang dan disampaikan sedemikian rupa, sehingga dapat menarik perhatian komunikan.dipahami.
      b.     Pesan harus menggunakan lambang-lambang tertuju kepada pengalaman yang sama antara komunikator dan komunikan, sehingga sama-sama mengerti. Sebaiknya pesan disampaikan dengan beberapa metode dan tidak hanya secara lisan. Pesan yang disampaikan dengan melibatkan beberapa panca indera misalnya dapat dilihat, didengar, diraba akan lebih mudah dimengerti daripada pesan itu hanya  disampaikan secara lisan.
c.      Pesan harus membangkitkan kebutuhan pribadi komunikan dan menyarankan beberapa cara               untuk memperoleh kebutuhan tersebut. Jadi pesan harus sesuai harapan atau sesuai kebutuhan              penerima pesan. 
d.      Pesan harus menyarankan suatu jalan untuk memperoleh kebutuhan dimana komunikan                       digerakkan untuk memberikan tanggapan sesuai yang dikehendaki. Solusi pemecahan masalah            harus dikemukakan untuk dapat membantu klien keluar dari masalahnya.
e.      Pesan yang dirancang dan disampaikan sedemikian rupa, sehingga dapat menarik perhatian                 komunikan. Untuk meracang suatu pesan yang dapat menarik perhatian ini sebaiknya sebagai             komunikator harus mencari tahu dulu karakteristik orang yang akan kita beri pesan. Selain itu             komunikator harus mempunyai kemampuan sebagai penyampai pesan yang menarik dan mudah         dipahami.

11. Faktor Yang Mempengaruhi Komunikasi Efektif

      a. Latar Belakang Budaya

             Interpretasi suatu pesan akan terbentuk dari pola pikir seseorang melalui kebiasaannya,                   sehingga semakin sama latar belakang budaya antara komunikator dengan komunikan maka               komunikasi semakin efektif.
                     
      b. Ikatan Kelompok atau Group

             Nilai-nilai yang dianut oleh suatu kelompok sangat mempengaruhi cara mengamati pesan.

     c. Harapan

            Harapan mempengaruhi penerimaan pesan sehingga dapat menerima pesan sesuai dengan               yang diharapkan.

     d. Pendidikan

            Semakin tinggi pendidikan akan semakin kompleks sudut pandang dalam menyikapi isi pesan         yang disampaikan.

     e. Situasi

           Perilaku manusia dipengaruhi oleh lingkungan/situasi. Faktor situasi ini adalah:
           1. Faktor ekologis (iklim atau kondisi alam).
            2. Faktor rancangan dan arsitektural (penaataan ruang).
            3. Faktor temporal, misal keadaan emosi.
           4. Suasana perilaku, misal cara berpakaian dan cara berbicara.
            5. Teknologi.
            6. Faktor sosial, mencakup sistem peran, struktur sosial dan karakteristik sosial individu.
            7. Lingkungan psikososial yaitu persepsi seseorang terhadap lingkungannya.
            8. Stimuli yang mendorong dan memperteguh perilaku.


   Sekian informasi dari saya mengenai komunikasi efektif dan saya ucapkan terimakasih untuk              teman-teman sudah membacanya :)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

MENDENGAR AKTIF DAN BERTANYA EFEKTIF